96 Orang Terdaftar sebagai Bakal Calon Ketua Umum PP Muhammadiyah 2022 - 2027

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 04 November 2022
96 Orang Terdaftar sebagai Bakal Calon Ketua Umum PP Muhammadiyah 2022 - 2027

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti (tengah) memberikan keterangan terkait Muktamar Muhammadiyah ke-48, Jumat (4/11). (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Muhammadiyah menggelar Muktamar Ke-48 pada 18-20 November 2022 di Solo, Jawa Tengah. Salah satu agendanya yaitu memilih Ketua Umum PP Muhammadiyah untuk periode 2022 - 2027.

Sebanyak 96 orang sudah terdaftar sebagai bakal calon Ketua Umum PP Muhammadiyah 2022 - 2027. Sementara, Ketua Umum PP Muhammadiyah saat ini, Prof Haedar Nashir, akan berakhir masa jabatannya tahun ini.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti mengemukakan, sebanyak 96 calon ini merupakan hasil penjaringan internal untuk menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah lima tahun mendatang. Nama calon itu akan dibahas dalam sidang pleno perdana Muktamar Muhammadiyah secara online pada Sabtu (5/11).

Baca Juga:

Muktamar ke-48 Muhammadiyah Harus Hasilkan Kepemimpinan Kolektif Kolegial

"Besok (Sabtu) perdana rapat sidang pleno Muktamar Muhammadiyah Ke-48. sebanyak 96 calon ini akan dibahas di situ," ujar Mu'ti dalam konferensi pers Muktamar Muhammadiyah Ke-48 di Edupak Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Jumat (4/11).

Ia mengatakan, untuk sekarang nama-nama calon Ketua Umum PP Muhammadiyah tersebut masih ada di ketua pemilihan. Siapa nama-nama tersebut, dia mengaku tidak tahu.

Tidak diketahui juga apakah ada nama petahana Haedar Nashir dalam daftar tersebut. "Saya saja tidak tahu nama 96 calon Ketua PP Muhammadiyah. Kita lihat besok akan diumumkan pada rapat pleno perdana," katanya.

Baca Juga:

Ketum PP Muhammadiyah Serukan Politik Harus Menjadi Pilar Persatuan

Ia mengatakan, 96 nama tersebut akan diseleksi lagi menjadi 13 nama calon. Dari 13 nama calon ini yang akan dipilih peserta yang memiliki hak suara dan bicara di Muktamar Ke-48 Muhammadiyah.

"Pemilihan Ketua PP Muhammadiyah dipilih melalui e-voting. Suara terbanyak dari 13 calon akan ditetapkan menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah 2022-2027," ucap dia.

Ketua panitia Muktamar Sofyan Anis mengaku banyak kader dari 34 Pengurus Wilayah Muhammadiyah yang ingin mendapatkan undangan pembukaan Muktamar Ke-48 Muhammadiyah di Stadion Manahan Solo oleh Presiden Jokowi.

"Kapasitas Stadion Manahan hanya 20.000 orang. Jadi kita belum bisa pastikan siapa yang diundang. Yang jelas antusiasme warga Muhammadiyah luar biasa," pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

2.500 Personel Gabungan Amankan Muktamar Muhammadiyah ke-48

#Muhammadiyah
Bagikan
Ditulis Oleh

Zulfikar Sy

Tukang sihir

Berita Terkait

Indonesia
Bahas Isu Dewan Perdamaian Gaza, Prabowo Undang MUI, PBNU, dan Muhammadiyah
Presiden RI, Prabowo Subianto, menemui perwakilan ormas Islam di Istana Kepresidenan, Selasa (3/2).
Soffi Amira - Selasa, 03 Februari 2026
Bahas Isu Dewan Perdamaian Gaza, Prabowo Undang MUI, PBNU, dan Muhammadiyah
Indonesia
Tak Beri Mandat, PP Muhammadiyah Jelaskan Status Hukum Aliansi Muda Muhammadiyah
Muhammadiyah berharap masyarakat tidak terjebak dalam kesalahpahaman
Angga Yudha Pratama - Jumat, 09 Januari 2026
Tak Beri Mandat, PP Muhammadiyah Jelaskan Status Hukum Aliansi Muda Muhammadiyah
Indonesia
PP Muhammadiyah Bantah Terlibat Laporan Pemidanaan Komika Pandji Pragiwaksono
Tindakan dan pernyataan yang mengatasnamakan Aliansi Muda Muhammadiyah bukan merupakan sikap resmi, maupun mandat dari Persyarikatan Muhammadiyah
Wisnu Cipto - Jumat, 09 Januari 2026
PP Muhammadiyah Bantah Terlibat Laporan Pemidanaan Komika Pandji Pragiwaksono
Indonesia
Pemuda Pemidana Komika Pandji Klaim Wakili Suara Anak Muda NU dan Muhammadiyah
elapor atas nama Rizki Abdul Rahman Wahid, yang menyatakan dirinya sebagai Presidium Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU).
Wisnu Cipto - Jumat, 09 Januari 2026
Pemuda Pemidana Komika Pandji Klaim Wakili Suara Anak Muda NU dan Muhammadiyah
Indonesia
Lupakan Dulu Sisi Kontroversialnya! PP Muhammadiyah Minta Masyarakat Fokus pada Jasa-Jasa Soeharto Demi Kepentingan Bangsa dan Negara
Kemensos juga mengusulkan 40 nama lain, termasuk Gus Dur dan Marsinah.
Angga Yudha Pratama - Kamis, 06 November 2025
Lupakan Dulu Sisi Kontroversialnya! PP Muhammadiyah Minta Masyarakat Fokus pada Jasa-Jasa Soeharto Demi Kepentingan Bangsa dan Negara
Indonesia
Muhammadiyah Dukung Transformasi PAM Jaya Jadi Perseroda, Nilai Penting untuk Selamatkan Jakarta dari Penurunan Tanah
Perubahan status Pam Jaya bukan sekadar urusan tata kelola, melainkan langkah strategis untuk menyelamatkan Jakarta dari penurunan tanah.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 09 Oktober 2025
Muhammadiyah Dukung Transformasi PAM Jaya Jadi Perseroda, Nilai Penting untuk Selamatkan Jakarta dari Penurunan Tanah
Indonesia
Muhammadiyah DKI Dukung Transformasi PAM Jaya Jadi Perseroda, Dinilai Jadi Strategi yang Tepat
Muhammadiyah DKI mendukung transformasi PAM Jaya menjadi Perseroda. Langkah ini dinilai menjadi strategi yang tepat.
Soffi Amira - Selasa, 07 Oktober 2025
Muhammadiyah DKI Dukung Transformasi PAM Jaya Jadi Perseroda, Dinilai Jadi Strategi yang Tepat
Indonesia
Didukung Muhammadiyah DKI, Transformasi PAM Jaya Jadi Perseroda Dinilai Perkuat Layanan Air dan Kepentingan Publik
Perubahan ini membuat perusahaan harus tumbuh lebih sehat secara kelembagaan dan finansial
Angga Yudha Pratama - Senin, 06 Oktober 2025
Didukung Muhammadiyah DKI, Transformasi PAM Jaya Jadi Perseroda Dinilai Perkuat Layanan Air dan Kepentingan Publik
Indonesia
Isu Dugaan Minyak Babi di Wadah Program MBG, BGN Minta Tinjauan Muhammadiyah
Sebagian besar wadah makanan masih dipasok dari luar negeri karena dianggap memiliki kualitas lebih baik.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 30 September 2025
Isu Dugaan Minyak Babi di Wadah Program MBG, BGN Minta Tinjauan Muhammadiyah
Indonesia
PAM Jaya Berubah Jadi Perseroda, Muhammadiyah DKI Sebut Buka Ruang Tingkatkan Modal
Pelayanan publik harus tetap menjadi fokus utama PAM Jaya dalam perubahan statusnya menjadi perseroda.
Dwi Astarini - Selasa, 23 September 2025
PAM Jaya Berubah Jadi Perseroda, Muhammadiyah DKI Sebut Buka Ruang Tingkatkan Modal
Bagikan