MerahPutih.com - Polda Metro Jaya menurunkan 88.365 personel gabungan dalam Operasi Mantap Praja Jaya. Operasi digelar selama 140 hari lamanya.
Puluhan ribu aparat gabungan itu disiapkan untuk mengamankan pelaksanaan pilkada serentak 2024 di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Seperti Pilgub Jakarta, Pilwakot Bekasi Kota/Kabupaten, Pilwakot Tangerang Selatan, Tangerang Kota, Depok dan sebagian Pilbup Tangerang dan Kabupaten Bogor.
"Keseluruhan personel yang dilibatkan akan tersebar ke dalam 31.963 TPS yang ada di wilayah hukum Polda Metro Jaya," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto di Korbrimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Selasa (13/8).
Baca juga:
Pergantian Ketum Golkar Dinilai Pengaruhi Penentuan Paslon di Pilkada Jabar
Nantinya personel yang terlibat akan siaga mengantisipasi semua potensi kerawanan. "Hal ini dilaksanakan guna mengamankan pemilukada dengan tujuan terciptanya keamanan, kelancaran, ketertiban, serta tahapan pemilukada serentak 2024 di wilayah hukum Polda Metro Jaya," ujarnya.
Karyoto mengatakan pihaknya melakukan beberapa pola pengamanan mulai dari sebelum hingga setelah dilaksanakannya Pilkada. Beberapa pola pengamanan tersebut mulai dari deteksi dini kerawanan hingga cooling system.
"Ada deteksi dini, cooling system, pengamanan terbuka dan tertutup, hingga penindakan bagi pihak yang berupaya mengganggu pelaksanaan pada setiap tahapan Pemilukada," ujar Karyoto.
Karyoto juga meminta para personel terlibat untuk mengedepankan komunikasi publik. Hal tersebut penting dilakukan agar masyarakat ikut berpartisipasi menjaga stabilitas Kamtibmas selama rangkaian pilkada.
Baca juga:
Airlangga Sentil Bahlil di IKN: Kursi Pak Kapolri Aja Diambil
"Tingkatkan sinergitas dan soliditas antara seluruh personel pengamanan maupun stakeholder terkait karena hal tersebut kunci utama keberhasilan operasi," tutup Karyoto. (knu)