800 Warga Pegunungan Timika Dievakuasi di Bawah Teror KKB

Zulfikar SyZulfikar Sy - Sabtu, 07 Maret 2020
800 Warga Pegunungan Timika Dievakuasi di Bawah Teror KKB

Petugas kepolisian membagikan makanan kepada warga yang mengungsi karena diteror kelompok kriminal bersenjata (KKB), di Timika, Papua, Jumat (6/3/2020) (Satgas Humas Ops Nemangkawi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sekitar 800 warga beberapa desa di wilayah pegunungan Timika, Papua, Jumat (6/3), dievakuasi aparat kepolisian ke kota Timika karena sering diteror oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Satgas Humas Operasi Nemangkawi Polri menyebutkan ada tiga desa yang warganya meminta perlindungan Polri, yakni Desa Utikini, Desa Banti, dan Desa Kimbely. Demikian seerti dikutip dari Antara, di Jakarta, Jumat (6/3) malam,

Baca Juga:

Operasional PT Freeport Tak Terganggu Serangan KKB

Diawali sekitar pukul 05.00 WIT, terlihat 30 warga pegunungan Timika berjalan melewati jalur Utikini menuju ke Polsek Tembagapura yang terlihat oleh personel piket dan siaga polsek setempat.

Petugas kemudian menanyai warga yang ternyata meminta perlindungan kepada Polri karena ada intimidasi dari pihak KKB sehingga memutuskan mengungsi dan meminta bantuan untuk diturunkan ke kawasan kota.

Warga pegunungan Timika merasa suasana di kampungnya yang sudah tidak nyaman karena sudah ada gerombolan KKB yang menempati kampung mereka dan mengganggu masyarakat.

Personel Brimob BKO dari Polda Bengkulu diberangkatkan ke Tembagapura untuk membantu memperkuat Polsek Tembagapura yang mendapat serangan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Senin (2/3/2020). (ANTARA/Evarianus Supar)
Personel Brimob BKO dari Polda Bengkulu diberangkatkan ke Tembagapura untuk membantu memperkuat Polsek Tembagapura yang mendapat serangan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Senin (2/3/2020). (ANTARA/Evarianus Supar)

Bahkan, pihak KKB juga meminta makanan dengan paksaan dan tak segan menodongkan senjata ke arah warga.

Oleh karena itu, Tim Satgas Operasi Nemangkawi Polri beserta jajaran Polda Papua segera membantu mengevakuasi ratusan warga yang merasa ketakutan dan resah atas teror KKB.

"Kami ucapkan terima kasih banyak untuk bapak polisi yang sudah jaga dan kasih makan kami sampai antar kami ke Kota Timika. Kami terima kasih banyak karena di kampung kami takut dan tidak aman. Anak-anak, kami kasihan mereka," ujar tokoh pemuda Desa Banti Agus Beanal.

Baca Juga:

KKB Disebut Bakal Gagalkan PON di Papua, Mahfud: Jalan Terus

Sementara itu, Kapolsek Tembagapura AKP Hermanto menjelaskan proses evakuasi berlangsung mulai pagi hingga petang sekitar pukul 18.00 WIT.

"Hingga pukul 18.00 WIT didata sudah hampir kurang lebih 800 orang yang mengungsi, terdiri dari anak-anak, wanita, laki-laki dari Kampung Longsoran, Kampung Batu Besar, dan Kimbely," katanya.

Setelah mendata warga, Polri menyiapkan 13 bus yang akan mengangkut mereka ke kota dan selanjutnya diantar ke berbagai lokasi, seperti wilayah transmigrasi SP 5, SP 12, dan Kampung Kwamki.

"Untuk warga yang masih menunggu bus, kami siapkan makan dan minuman sementara menunggu kendaraan menuju Timika," kata Hermanto. (*)

Baca Juga:

Markas Polsek Tembagapura Diserang KKB, Satu Terluka

#Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) #Papua
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Personel TNI disebut mendapat serangan saat menjalankan operasi tersebut hingga terjadi aksi saling tembak.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Indonesia
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Saat peristiwa kontak senjata terjadi, Hermanus Hogajau-lah yang pertama kali menghujani Pasukan Timsus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Bos OPM Egianus Kogoya komplain serangan pesawat Super Tucano di Nduga. Panglima TNI Agus Subiyanto tegaskan separatis wajib ditumpas habis!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Personel TNI juga menyita sejumlah barang dari lokasi, antara lain satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
 4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Pemerintah didesak untuk memperkuat perlindungan terhadap warga sipil di Papua.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Indonesia
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengevakuasi korban lainnya.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Indonesia
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Yosina ditemukan bersama Demerina Uamang, 23, salah satu dari sembilan perempuan yang sebelumnya menjadi korban penculikan pada 17 Agustus 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Indonesia
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Korban ditemukan dalam kondisi lemah di Kampung Bela 1, Distrik Alama, Kabupaten Mimika.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Indonesia
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Hingga saat ini masih terjadi perbedaan pandangan di tingkat daerah mengenai kriteria Orang Asli Papua dalam UU Otsus Papua.
Wisnu Cipto - Senin, 14 September 2026
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Bagikan