80 Jenderal Purnawirawan TNI-Polri Dukung Duet Anies-AHY
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan pidato politiknya di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Selasa (14/3). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
MerahPutih.com - Sebanyak 80 Jenderal atau Perwira Tinggi (Pati) Purnawirawan TNI/Polri mendatangi Cikeas, Jawa Barat, untuk bersilaturahmi dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Sabtu(1/4).
Kedatangan mereka untuk memberikan dukungan kepada AHY untuk menjadi calon wakil presiden mendampingi calon presiden Anies Baswedan.
Baca Juga
Dalam sambutannya, Letjen TNI Purn R. Ediwan Prabowo mengatakan, bahwa Indonesia saat ini sedang tidak dalam kondisi yang baik. Maka dari itu Indonesia butuh sosok perubahan.
"Kami juga merasa harus ada perubahan, maka untuk melakukan perubahan ini, kami sepakat bahwa sekarang pasangan Anies dan AHY merupakan yang terbaik. Kami ingin maju bersama-sama dengan Anies dan AHY untuk mewujudkan perubahan tersebut," ucap Letjen TNI Purn Prabowo dalam keterangannya di Jakarta, Senin (3/4).
Sementara itu, Marsdya TNI Purn Muhammad Syaugi Alaydrus menguatkan pernyataan Letjen TNI Purn Prabowo.
“Pasangan Anies-AHY adalah kombinasi yang cocok antara sipil dan militer,” ujar Syaugi.
Baca Juga
Anies-AHY Unggul dalam Survei Simulasi Pasangan Capres-Cawapres
AHY menyambut baik aspirasi para Pati tersebut. Dengan dukungan dari para seniornya di aparat keamanan negara itu AHY percaya diri untuk bertarung dalam Pemilu 2024 nanti.
"Saya memiliki keyakinan dan harapan, bahwa bersama-sama saya, di belakang saya, ada patriot-patriot, ada senior-senior, yang siap mendukung, bukan hanya restu, tapi juga bertempur bersama pada saatnya nanti," ujar AHY.
AHY juga mengaku, bahwa kondisi tanah air saat ini tidak dalam keadaan baik-baik. Namun, putra SBY ini tak menyebut secara gamblang kondisi yang kurang baik itu apa.
"Saya setuju, saat ini Indonesia sedang tidak dalam kondisi yang baik-baik saja. Kami juga menangkap kegelisahan para senior semua yang hadir hari ini, mudah-mudahan bisa kita ubah pada saatnya nanti di 2024," paparnya. (Asp)
Baca Juga
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Istana Bantah Isu Pemilihan Presiden Lewat MPR, Pastikan Tetap Dipilih Rakyat
[HOAKS atau FAKTA]: Peluk Anies, Beban Korban Bencana Alam di Aceh Tamiang Langsung Hilang
SBY Dibawa-bawa dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Demokrat Tegaskan itu Fitnah
SBY Bakal Lawan Akun Anonim Usai Difitnah Jadi Dalang Dugaan Ijazah Palsu Jokowi
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Gelar Syukuran setelah Roy Suryo Dipenjara atas Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu Jokowi
Demokrat Respons Usulan Koalisi Permanen, Tegaskan Fokus ke Penanganan Bencana
Percepat Penanganan Bencana Sumatra, Demokrat Desak Pemerintah Buka Akses Bantuan Asing
[HOAKS atau FAKTA]: Puan Maharani Gandeng Anies Baswedan di Pilpres 2029, Pede Bisa Raih 68 Persen Suara
Janji Tanggung Jawab Pembiayaan Whoosh, Presiden Prabowo: Kita Layani Rakyat, Bukan Hitung Untung Rugi
Jokowi Sebut Whoosh Investasi Sosial, Demokrat: Siapa yang Talangi Kerugiannya?