8 Kecamatan di Kabupaten Tanah Bumbu Dilanda Banjir

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 10 Juni 2024
8 Kecamatan di Kabupaten Tanah Bumbu Dilanda Banjir

Banjir di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Minggu (9/6/2024). (ANTARA/HO-BPBD Kalsel)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (BPBD Kalsel) melaporkan lebih dari 5.000 kepala keluarga (KK) yang meliputi 19.241 jiwa warga terdampak bencana banjir pada delapan kecamatan di Kabupaten Tanah Bumbu.

"Hasil peninjauan di lapangan hingga hari kelima banjir, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kalsel dan tim gabungan telah menyalurkan bantuan dari berbagai unsur,” kata Kepala BPBD Kalsel Raden Surya Fadliansyah di Banjarbaru.

Ia menyebutkan dari 19.241 jiwa korban terdampak banjir yang ada di delapan kecamatan, di antaranya tersebar di 39 desa.

Tim TRC BPBD Kalsel dan sejumlah tim gabungan, sementara memfokuskan penanganan di Kecamatan Kusan Tengah karena terdapat tiga desa dengan debit air yang masih cukup tinggi, yakni di Desa Karya Bakti, Tanjung Serang, dan Salimuran.

Baca juga:

Batu-Batu Erupsi Marapi Bakal Diledakan Cegah Banjir Terulang

Tim menyusun rencana operasi, kemudian melakukan observasi di lokasi setiap desa yang diakses menggunakan perahu, lalu pendistribusian bantuan ke lokasi banjir dibantu oleh YBMPLN Kalimantan dan KSOP.

"Selama pemantauan di lokasi banjir, tim gabungan memberikan pengetahuan kepada warga tentang antisipasi hewan melata khususnya pengungsi di Desa Salimuran," ujarnya.

Surya meminta tim di lapangan untuk terus memberikan informasi terbaru peringatan dini cuaca kepada masyarakat jika ada potensi banjir susulan.

Menurut dia, apabila hujan turun di bagian hulu maka ada kemungkinan debit air meningkat di wilayah Kecamatan Kusan Tengah.

Baca juga:

BPBD DKI Minta Warga Pesisir Jakarta Waspada Banjir Rob Hingga 10 Juni

"Tim gabungan saat ini ada di Kecamatan Pagatan sambil memantau kondisi ketinggian air di setiap kecamatan yang terdampak. Pantauan tim di lapangan hingga Minggu malam, tingkat ketinggian genangan air mulai surut di sejumlah kecamatan,” ujarnya.

Terpantau banjir mulai surut di Kecamatan Karang Bintang, Kuranji, Batulicin, Sungai Loban, Kusan Hulu, Teluk Kepayang, dan Kecamatan Satui. (*)

#Banjir #Bencana Alam
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
DPR Setujui Permintaan Presiden Prabowo Tambah Anggaran Mitigasi Bencana, asal Bermanfaat
DPR akan memberikan dukungan selama tambahan anggaran tersebut bermanfaat bagi masyarakat.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
DPR Setujui Permintaan Presiden Prabowo Tambah Anggaran Mitigasi Bencana, asal Bermanfaat
Indonesia
2026 Banyak Bencana, BNPB Minta Tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 Triliun
BNPB minta tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 triliun ke Kemenkeu untuk mempercepat penanganan bencana 2026. Anggaran rutin Rp 1,08 triliun dinilai tak cukup
Wisnu Cipto - Selasa, 08 September 2026
2026 Banyak Bencana, BNPB Minta Tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 Triliun
Indonesia
Puan Maharani Ingatkan Ancaman Gempa di Indonesia, Dorong Satu Kepemimpinan Penanganan Bencana
Puan Maharani mengingatkan tingginya ancaman gempa di Indonesia dan mendorong pemerintah memperkuat kesiapsiagaan serta penanganan bencana terpadu.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Puan Maharani Ingatkan Ancaman Gempa di Indonesia, Dorong Satu Kepemimpinan Penanganan Bencana
Indonesia
1.730 Bencana Alam Hantam Indonesia Sejak Januari, Terbanyak Masih Banjir
BNPB mencatat 1.730 bencana alam melanda Indonesia sejak Januari hingga 7 September 2026. Banjir dan karhutla mendominasi, 111 ribu rumah rusak, ribuan fasilitas publik terdampak.
Wisnu Cipto - Selasa, 08 September 2026
1.730 Bencana Alam Hantam Indonesia Sejak Januari, Terbanyak Masih Banjir
Indonesia
1.730 Bencana Landa Indonesia Sampai September 2026, Bencana Hidrometeorologi Mendoninasi
Kerusakan meluas ke sarana publik, mencakup 2.361 unit fasilitas pendidikan, 867 unit rumah ibadah, 230 unit fasilitas kesehatan dasar maupun rujukan, 751 unit perkantoran, serta 92 unit jembatan terputus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 September 2026
1.730 Bencana Landa Indonesia Sampai September 2026, Bencana Hidrometeorologi Mendoninasi
Indonesia
BNPB Minta Tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 Triliun Buat Tanggulangi Bencana di Berbagai Daerah
BNPB sebelumnya telah menerima kucuran Dana Siap Pakai (DSP) tahap awal tahun 2026 sebesar Rp 4,62 triliun untuk penanggulangan tanggap darurat di lapangan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 September 2026
BNPB Minta Tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 Triliun Buat Tanggulangi Bencana di Berbagai Daerah
Dunia
Nepal Tetapkan Hari Berkabung Nasional setelah Banjir Mematikan
Di tengah suasana duka, pemerintah tetap melanjutkan operasi pencarian.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
 Nepal Tetapkan Hari Berkabung Nasional setelah Banjir Mematikan
Indonesia
Prabowo Siapkan KRI Gajah Mada, Bisa Tampung 10 Helikopter untuk Hadapi Karhutla
Prabowo menyiapkan KRI Gajah Mada dari hibah Angkatan Laut Italia sebagai kapal induk helikopter yang mampu menampung 10 helikopter untuk penanganan bencana.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
Prabowo Siapkan KRI Gajah Mada, Bisa Tampung 10 Helikopter untuk Hadapi Karhutla
Indonesia
Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah Signifikan, Prabowo: Harus Siap Sebelum Kejadian
Presiden Prabowo Subianto meminta anggaran mitigasi bencana ditambah secara signifikan dan menegaskan pemerintah harus siap sebelum bencana terjadi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah Signifikan, Prabowo: Harus Siap Sebelum Kejadian
Indonesia
Masuki Puncak Musik Kemarau, BMKG Keluarkan Peringatan Berbagai Dampak Bencana
Musim kemarau tahun ini diperparah dengan aktifnya fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat. El Nino diperkirakan masih akan berlangsung sampai awal 2027
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 07 September 2026
Masuki Puncak Musik Kemarau, BMKG Keluarkan Peringatan Berbagai Dampak Bencana
Bagikan