MerahPutih.com - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) diklaim telah diikuti 70 juta warga sepanjang 2025. Program ini CKG merupakan upaya pemerintah untuk memantau status kesehatan masyarakat secara masif dan berkala guna mencegah penyakit tidak menular.
"Jadi, Alhamdulillah, sudah berjalan lancar," ujar Deputi II Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah Ghina Ghaliya.
Ia memaparkan, walaupun diakses oleh 70 juta warga, namun terlihat minimkesadaran masyarakat untuk melakukan cek kesehatan masih perlu dievaluasi.
Ia menegaskan, pemerintah akan menerapkan strategi jemput bola sehingga warga tidak perlu mendatangi Puskesmas untuk mengecek kesehatannya.
Baca juga:
Kemenkes Perluas Program Cek Kesehatan Gratis 2026, Penanganan Medis Kini Ikut Gratis
"Kita juga akan jemput bola, misalnya di tempat kerja, sekolah-sekolah, kantor pemerintahan, bahkan di mal juga sudah ada. Menurut saya, program ini sangat sayang untuk dilewatkan, minimal satu tahun sekali cek kesehatan," kata Ghina.
Bagi warga yang diketahui memiliki masalah kesehatan saat pemeriksaan, maka Puskesmas akan langsung memberikan penanganan medis atau rujukan.
"Kalau ada yang butuh rujukan, langsung ditangani. Tadi ada pasien yang datang dengan hipertensi, langsung diperiksa, diberikan tata laksana, bahkan diperiksa rekam jantungnya (EKG). Jadi, datang ke sini, langsung ditangani," ujar Ghina.
Ia menegaskan, tidak ada persyaratan yang rumit bagi warga yang ingin mengikuti CKG dan mengapresiasi inovasi fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti Puskesmas Kembangan yang memisahkan unit layanan CKG dengan unit pengobatan umum sehingga efektif menghindari penumpukan pasien. (*)