6 Tentara Rusia Kabur dari Perang Ukraina, Minta Suaka Sama Prancis

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Kamis, 17 Oktober 2024
6 Tentara Rusia Kabur dari Perang Ukraina, Minta Suaka Sama Prancis

Ilustrasi tentara Rusia. (Foto: Unsplash/Artem Bryzgalov)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Enam tentara Rusia yang melarikan diri dari perang di Ukraina telah diberikan visa sementara saat mereka mengajukan suaka politik di Prancis.

Para tentara Rusia itu tiba di Paris dengan penerbangan terpisah selama beberapa bulan terakhir setelah awalnya melarikan diri dari Rusia ke Kazakhstan pada tahun 2022 dan 2023.

“Ketika saya mendarat di Prancis, itu adalah pertama kalinya saya bisa bernapas lega. Saya merasakan ketenangan dan kebebasan … masa-masa terburuk sudah berlalu,” kata Alexander, mantan tentara kontrak Rusia yang dikirim ke Ukraina kepada Guardian dalam sebuah wawancara, dikutip Kamis (17/10).

Sejak dimulainya invasi Rusia ke Ukraina, puluhan ribu tentara Rusia telah membelot atau menolak perintah untuk bertempur, kata aktivis hak asasi manusia dan kelompok yang membantu tentara itu melarikan diri.

Baca juga:

Intelijen Jerman Sebut Rusia Bisa Serang NATO di 2030

Namun, negara barat telah lama bergulat dengan keputusan mengenai apakah akan menerima tentara Rusia yang membelot. Sebab meraka belum bisa memutuskan akan memperlakukan para tentara itu sebagai pahlawan, risiko keamanan potensial, atau penjahat perang.

Sementara itu, Uni Eropa dan negara-negara anggotanya telah membahas secara terbuka tentang pemberian suaka kepada pembelot Rusia.

"Ini adalah pertama kalinya sebuah negara Uni Eropa mengizinkan masuk sekelompok pembelot yang tidak memiliki dokumen perjalanan atau paspor asing," kata Ivan Chuviliaev, juru bicara Go By The Forest, sebuah kelompok yang membantu pembelotan tentara Rusia.

Karena tidak dapat bepergian ke Eropa dan menghadapi kemungkinan dipenjara dalam jangka panjang di negara asal, sebagian besar pembelot melarikan diri ke negara-negara yang berbatasan dengan Rusia, seperti Armenia dan Kazakhstan. Di sana mereka dapat masuk tanpa paspor tetapi tetap terjebak tanpa pilihan untuk melanjutkan perjalanan.

Baca juga:

Korsel Sebut Tentara Korut Perang Bareng Rusia di Ukraina

Moskow telah berusaha keras untuk melacak mereka. Telah terjadi peningkatan jumlah insiden di mana pembelot yang bersembunyi di negara-negara pasca-Soviet dalam jangkauan Kremlin telah diculik atau dideportasi kembali ke Rusia.

Situasi mereka yang tidak menentu telah mendorong seruan lebih keras dari para aktivis antiperang untuk menyediakan tempat berlindung aman bagi para prajurit dengan mengizinkan mereka mencari perlindungan di wilayah barat.

“Di Kazakhstan, Anda tidak akan pernah merasa aman; Anda hanya harus menundukkan kepala,” kata Alexander. (ikh)

#Rusia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
58 WNI Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia, Dijanjikan Gaji Rp 54 Juta dan Bonus 635 Juta
Bareskrim Polri membongkar sindikat TPPO yang merekrut 58 WNI, termasuk mantan TNI dan Polri, menjadi tentara bayaran Rusia dengan iming-iming gaji Rp54 juta.
Frengky Aruan - Selasa, 03 November 2026
58 WNI Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia, Dijanjikan Gaji Rp 54 Juta dan Bonus 635 Juta
Dunia
Sesi Foto G20 Dibatalkan, para Menlu Ogah Barengan Sama Menteri Rusia
Sesi foto pada ajang itu dibatalkan setelah para diplomat Eropa menolak berdiri dalam sesi foto resmi bersama Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.
Dwi Astarini - Minggu, 01 November 2026
  Sesi Foto G20 Dibatalkan, para Menlu Ogah Barengan Sama Menteri Rusia
Indonesia
Presiden Prabowo Kumpulkan Menteri di Istana Bogor, Ajak Kenalan dengan Wakil PM Rusia
Bukan perayaan ulang tahun.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Presiden Prabowo Kumpulkan Menteri di Istana Bogor, Ajak Kenalan dengan Wakil PM Rusia
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Dunia
Pekerja Lab di Rusia Meninggal Diduga Terinfeksi 'Pes', Hampir 200 Orang Dikarantina
Seorang pekerja laboratorium di Rusia meninggal dunia. Ia diduga terinfeksi virus Pes. Namun, penyebabnya masih misterius.
Soffi Amira - Senin, 05 Oktober 2026
Pekerja Lab di Rusia Meninggal Diduga Terinfeksi 'Pes', Hampir 200 Orang Dikarantina
Dunia
Putin Tambah 15.500 Personel Militer Rusia, Zelensky Klaim Rencana Korut Kirim 10.000 Tentara
Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani dekret yang menambah 15.500 personel ke dalam struktur resmi Angkatan Bersenjata Rusia.
Yusuf Abdillah - Selasa, 29 September 2026
Putin Tambah 15.500 Personel Militer Rusia, Zelensky Klaim Rencana Korut Kirim 10.000 Tentara
Dunia
15 Pulau Anyar Muncul Kawasan Arktik Akibat Pemanasan Global
Pemanasan global menyebabkan bagian depan gletser, yang dikenal sebagai gletser outlet, mengalami penyusutan
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
15 Pulau Anyar Muncul Kawasan Arktik Akibat Pemanasan Global
Indonesia
Luncurkan 16 Satelit Setiap Tahun, Rusia Inggin Gandeng Indonesia
AI menjadi bagian dari agenda transformasi digital yang dibahas dalam pertemuan, termasuk pemanfaatannya untuk pendidikan dan penguatan literasi digital masyarakat.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
Luncurkan 16 Satelit Setiap Tahun, Rusia Inggin Gandeng Indonesia
Dunia
Pesawat Presiden Ukraina Nyaris Tertabrak Drone di Moldova, Memicu Kebakaran Dekat Bandara
Pesawat Zelenskyy nyaris terkena drone saat lepas landas dari Moldova dalam perjalanan menuju Oslo untuk menghadiri pemakaman Raja Harald V.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Pesawat Presiden Ukraina Nyaris Tertabrak Drone di Moldova, Memicu Kebakaran Dekat Bandara
Indonesia
8 Orang WNI Bergabung di Perang Ukraina-Rusia, Pemerintah Bakal Dengarkan Rusia
Dalam proses verifikasi itu, perlu mendengarkan keterangan dari pihak Rusia, pihak terkait, dan WNI yang bersangkutan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 September 2026
8 Orang WNI Bergabung di Perang Ukraina-Rusia, Pemerintah Bakal Dengarkan Rusia
Bagikan