51 Ribu Balita di Bogor Alami Masalah Postur dan Gizi

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Rabu, 01 September 2021
51 Ribu Balita di Bogor Alami Masalah Postur dan Gizi

Pengukuran Balita. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah Kabupaten Bogor Jawa Barat, mencatat terdapat sebanyak 51.370 balita tidak memiliki bobot normal atau kondisi tidak normal secara gizi dan postur tubuh.

Dari data, hingga 31 Juli 2021, sebanyak 207.373 balita dari target 530.793 balita telah ditimbang dan diukur. Hasilnya, balita dengan berat badan kurang dari berat ideal ada sebanyak 13.792 balita atau 6,65 persen, stunting 25.778 atau 12,57 persen dan gizi buruk sekitar 11.800 balita atau 5,69 persen.

Baca Juga:

Waspada Stunting pada Remaja

"Pemantauan pertumbuhan balita di posyandu sebagai upaya deteksi dini masalah gizi pada balita, sehingga balita yang terdeteksi mengalami gangguan pertumbuhan, agar dirujuk ke tenaga kesehatan untuk ditangani," ungkap Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinkes Kabupaten Bogor, Intan Widayati di Cibinong, Bogor, Selasa (31/8).

Intan juga meminta semua pihak mendorong pemanfaatan dana desa untuk pencegahan stunting termasuk dalam penyediaan sarana prasarana posyandu.

Ketua TP-PKK Kabupaten Bogor, Halimatu Sadiyah Iwan mengajak para kaum ibu melakukan konvergensi stunting di Kabupaten Bogor melalui Bimbingan Teknis Kelas Ibu, Konvergensi Stunting dan pengelolaan Bina Keluarga Balita (BKB).

Bayi. (Sumber: Pexels/Kristina Paukshtite)
Bayi. (Sumber: Pexels/Kristina Paukshtite)

Ia mengatakan, program konvergensi stunting dan bulan penimbangan bayi sangat bermanfaat bagi para orang tua dalam menstimulasi perkembangan anak balita, menciptakan keluarga kokoh dan ibu andalan dalam pengasuhan anak balita.

Intan berharap, peran Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) dapat ikut membantu Dinkes Kabupaten Bogor dalam meningkatkan kesadaran masyarakat melalui kader, serta pengembangan pengorganisasian masyarakat.

"Peran aktif TP-PKK dan kader dalam menggerakkan individu dan masyarakat sangat dibutuhkan, juga kemitraan dengan berbagai pihak untuk menumbuhkan kesadaran, kemampuan dan kemauan, dalam berperilaku sehat dalam pencegahan stunting dan kader sebagai agen perubahan,” kata Intan.

Baca Juga:

Ancaman Stunting Ada Sejak Anak Dalam Kandungan

#Gizi Buruk #Stunting #Balita #Kabupaten Bogor
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Waspada! Risiko Stunting Anak Indonesia Bisa Melonjak Tinggi
Prevalensi stunting tahun 2022 menurut Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) sebesar 21,6 persen dan meningkat dengan adanya El Nino ini sampai bertambah 15-25 persen
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 19 Mei 2026
Waspada! Risiko Stunting Anak Indonesia Bisa Melonjak Tinggi
Berita Foto
Wamendagri Bima Arya Resmi Buka APFI 2026 Soroti Peran Foto Jurnalistik
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya menandatangani foto saat membuka Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) 2026 di Bogor, Jawa Barat, Jum'at (8/5/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 09 Mei 2026
Wamendagri Bima Arya Resmi Buka APFI 2026 Soroti Peran Foto Jurnalistik
Indonesia
DPR Desak Pemulihan Hak Bayi yang Jadi Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta
Secara aturan, kasus ini memenuhi syarat untuk restitusi karena korbannya bayi
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 April 2026
DPR Desak Pemulihan Hak Bayi yang Jadi Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta
Indonesia
Ledakan Lapangan Padel Dekat SDN Kab Bogor: Kelas Hancur Siswa Terpaksa Diliburkan
Ledakan gas terjadi di kantin lapangan padel yang berada di samping SDN Ciangsana 03, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/4) pagi.
Wisnu Cipto - Kamis, 09 April 2026
Ledakan Lapangan Padel Dekat SDN Kab Bogor: Kelas Hancur Siswa Terpaksa Diliburkan
Indonesia
PAM Jaya Gencarkan Program Pencegahan Stunting Lewat Edukasi Gizi dan Air Bersih
PAM Jaya memperkuat program pencegahan stunting lewat edukasi gizi dan air bersih. Kegiatan itu sudah dilaksanakan di tiga titik Jakarta Utara.
Soffi Amira - Rabu, 18 Februari 2026
PAM Jaya Gencarkan Program Pencegahan Stunting Lewat Edukasi Gizi dan Air Bersih
Fun
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
MAKUKU perkenalkan popok comfort fit. Hadirkan teknologi SAP dan 360 Leak Protection, dirancang mendukung kebebasan gerak anak.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 12 Februari 2026
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
Indonesia
Pembangunan Jalan Puncak II Dilanjutkan Tahun 2026, Total Butuh Dana Rp 4,7 Triliun
Keterbatasan kemampuan fiskal daerah membuat pembangunan Puncak II membutuhkan dukungan pembiayaan dari pemerintah provinsi, pemerintah pusat, dan partisipasi swasta.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 25 Desember 2025
Pembangunan Jalan Puncak II Dilanjutkan Tahun 2026, Total Butuh Dana Rp 4,7 Triliun
Indonesia
Menkeu Purbaya Turunkan Insentif Stunting Bagi Pemda, Jadi Hanya Rp 300 Miliar
Nilai insentif tahun ini lebih rendah Rp 475 miliar bila dibandingkan insentif tahun lalu yang mencapai Rp 775 miliar.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 November 2025
Menkeu Purbaya Turunkan Insentif Stunting Bagi Pemda, Jadi Hanya Rp 300 Miliar
Indonesia
Insentif untuk Daerah Berhasil Turunkan Stunting Dianggarkan Rp 300 Miliar, DPR Nilai Terlalu Besar
Mestinya motivasi utama pemerintah daerah seharusnya bukan sekadar mengejar insentif, melainkan komitmen menurunkan angka stunting secara berkelanjutan.
Dwi Astarini - Kamis, 13 November 2025
Insentif untuk Daerah Berhasil Turunkan Stunting Dianggarkan Rp 300 Miliar, DPR Nilai Terlalu Besar
Indonesia
Kaltim Raih Penghargaan Penurunan Stunting Terbaik di Rakornas 2025, Gibran: Kuncinya Sinergi Pusat dan Daerah
Wapres Gibran Rakabuming Raka membuka Rakornas Stunting 2025 dan menegaskan pentingnya sinergi pusat-daerah untuk mencapai target 14,2% pada 2029. Kaltim raih penghargaan terbaik.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 November 2025
Kaltim Raih Penghargaan Penurunan Stunting Terbaik di Rakornas 2025, Gibran: Kuncinya Sinergi Pusat dan Daerah
Bagikan