5 Tips Memanfaatkan Instagram untuk Bisnis
Ilustrasi (Foto: Instagram/Amazara).
MerahPutih.com - Instagram tak hanya digunakan untuk tampil eksis di dunia maya. Sejumlah anak muda kreatif memanfaatkan Instagram untuk platform bagi brand lokal untuk memasarkan produk atau jasa mereka.
Seperti yang dilakukan Amazara, brand lokal yang berbasis di Yogyakarta ini memanfaatkan Instagram sebagai media untuk memasarkan produk sepatu buatannya.
Head of Marketing & Merchandising Amazara, Andrea Naomi, di sela gelaran InstaMarket, belum lama ini berbagi resep kesuksesan Amazara berbisnis di Instagram.
1. Ketahui nilai bisnis Anda
"Konten yang bagus adalah konten yang bercerita. Menggabungkan data dan menjadikan data itu jadi cerita," ujar Naomi.
Untuk dapat menciptakan konten yang bercerita, menurut Naomi, bisa didapatkan dari kisah perjalanan usaha Anda, dan nilai dari setiap departemen.
Misalnya, Naomi menjelaskan, Anda dapat menceritakan nilai dari departemen layanan konsumen di mana konsumen bisa mengembalikan sepatu apabila tidak cocok ukurannya.
2. Ketahui pengguna Anda
Naomi mengatakan bahwa mengetahui demografi dan apa yang disukai konsumen merupakan hal wajib.
"Selain Insight dari Instagram kita harus tahu keseharian mereka (konsumen) seperti apa. Bisa tanya "kalian suka jalan-jalan ke mana sih?", bisa kasih tips jalan-jalan ke pantai misalnya," kata Naomi.
3. Tentukan tujuan
Setelah tahu kelebihan perusahaan dan keseharian konsumen, tentukan seperti apa konten yang ingin dibagikan ke konsumen.
Langkah awal yang dapat dilakukan adalah mengatur moodboard sebagai panduan desain, menulis pedoman konten, kemudian mengunggahnya secara kreatif.
"Selain posting produk sepatu kami, kami biasanya juga posting saat produk dipakai konsumen. Insta Story juga dapat digunakan untuk mendukungpostingan di Instagram," ujar Naomi.
Selanjutnya tentukan caption dan jadwalkan kapan unggahan itu ditayangkan. "Posting-nya kapan, mengikuti prime time yang ada di bisnis Insight Instagram," lanjut Naomi.
4. Eksekusi tujuan
Konten yang diunggah, menurut Naomi, tak harus melulu soal produk. Foto produk pun kontennya tidak harus tentang produk. Hal itu dilakukan untuk dekat dengan konsumen.
"Coba hal-hal menarik untuk di-post, tentang seleb misalnya, yang paling menarik kemarin update Justin Bieber sama Selena, terus bisa juga postingantentang traveling, dari situ kita tahu followers suka ngomongin itu atau enggak," kata dia.
"Kami pernah coba bahas politik enggak efektif, dan enggak bahas lagi topik itu," sambung dia.
5. Evaluasi secara reguler
Evaluasi penting, menurut Naomi, untuk mengetahui hal-hal yang sebaiknya dilakukan ataupun tidak dilakukan untuk mengembangkan bisnis.
Pada awal tahun misalnya, Amazara sering mendukung selebgram untuk mempromosikan produknya, namun hal itu dinilai kurang efektif.
"Karena kualitas fotonya enggak dijaga, misalnya mereka mem-posting foto dari atas sampai kaki, tapi akhirnya orang lihatnya lebih fokus ke baju. Jadi, budgetbuat endorse dialihkan ke adds," ujar Naomi.
Peningkatan followers dan engagement setelah menggunakan Facebook Adds, menurut Naomi, cukup baik.
"Sebelumnya seminggu 1000 followers, setelah pakai Facebook Adds jadi 3.000 followers," tambah Naomi. (*)
Sumber: ANTARA
Bagikan
Berita Terkait
Meta Sudah Dipanggil, Komdigi Jamin Reset Password Instagram Aman
Akun X Bruno Fernandes Kena Hack, Manchester United Langsung Angkat Bicara
Grok AI Belum Punya Filter Pornografi, DPR Tuntut Langkah Proaktif Kemkomdigi
Kumpulan Ucapan Natal Cocok untuk WhatsApp dan Media Sosial
Imbas Konten Pornografi, X Harus Bayar Denda Rp 80 Juta ke Pemerintah
Polda Jabar Bakal Selidiki YouTuber Resbob Terkait Dugaan Ujaran Kebencian
DPR Usul Buzzer Bisa Langsung Diusut Tanpa Aduan, Revisi UU ITE Kembali Diungkapkan
Indonesia Resmi Atur Anak di Ruang Digital, Sanksi Bagi Platform Tengah Dirumuskan
Menkomdigi Tegaskan Batas Usia Pengguna Medsos Wajib Dipatuhi, PSE Siap Kena Sanksi
Larangan Medsos di Australia, Meta Mulai Keluarkan Anak-Anak dari Instagram dan Facebook