Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

5 Tips Aman Mencari Kerja Online agar Terhindar dari Lowongan Palsu dan TPPO

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - 1 jam, 19 menit lalu
5 Tips Aman Mencari Kerja Online agar Terhindar dari Lowongan Palsu dan TPPO

Ilustrasi pekerja kantoran. (Foto: Pexel/Anna Tarazevich)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Mencari pekerjaan secara online kini menjadi pilihan banyak orang karena lebih praktis dan mudah diakses. Namun, di balik kemudahan tersebut, pencari kerja perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya lowongan kerja palsu yang kerap menjadi pintu masuk tindak pidana perdagangan orang (TPPO) maupun penipuan berkedok rekrutmen.

Sebagai langkah pencegahan, Jobstreet by SEEK membagikan lima tips sederhana agar masyarakat dapat melamar pekerjaan secara daring dengan lebih aman dan terhindar dari berbagai modus penipuan.

Baca juga:

Polda Metro Bongkar TPPO Berkedok Penyaluran Kerja ke Turkiye, Korban Malah Dieksploitasi di Libya

Ribuan WNI Jadi Korban Modus Lowongan Kerja Palsu

Laporan US Department of State, Trafficking in Persons Report 2024 mencatat ribuan Warga Negara Indonesia (WNI) teridentifikasi dalam operasi online scam di Asia Tenggara.

Dalam laporan tersebut, lebih dari 3.200 WNI masuk dalam data kasus, sementara lebih dari 1.100 orang diidentifikasi sebagai korban TPPO.

Banyak korban mengaku awalnya tergiur tawaran pekerjaan bergaji tinggi di luar negeri yang dipromosikan melalui pesan pribadi, grup percakapan, maupun iklan yang tidak terverifikasi.

1. Gunakan Platform Rekrutmen Resmi dan Terpercaya

Pastikan hanya mencari dan melamar pekerjaan melalui platform rekrutmen resmi, seperti Jobstreet, situs resmi perusahaan, atau kanal perekrutan yang memiliki identitas jelas.

Hindari mempercayai informasi lowongan yang hanya beredar melalui pesan berantai, grup percakapan, atau akun media sosial yang belum terverifikasi.

2. Waspadai Tawaran Kerja yang Terlalu Menggiurkan

Lowongan yang menjanjikan gaji sangat tinggi, pekerjaan yang terlalu mudah, atau komisi besar tanpa penjelasan tugas yang jelas patut dicurigai.

Sebelum mengirim lamaran, baca deskripsi pekerjaan secara teliti dan bersikap kritis terhadap penawaran yang terdengar tidak masuk akal.

3. Jangan Pernah Membayar Biaya Rekrutmen

Perusahaan yang kredibel tidak akan meminta kandidat membayar biaya administrasi, pelatihan, pembuatan seragam, maupun biaya lainnya selama proses seleksi.

Apabila ada permintaan pembayaran di awal proses perekrutan, sebaiknya hentikan proses tersebut dan segera laporkan kepada pihak terkait.

Baca juga:

Jawa Barat Jadi Provinsi Terbanyak Minta Perlindungan LPSK Terkait TPPO

4. Jaga Kerahasiaan Data Pribadi

Pencari kerja juga diimbau tidak sembarangan membagikan informasi sensitif, seperti nomor KTP, paspor, nomor rekening, hingga kode OTP pada tahap awal rekrutmen.

Selain itu, hindari memindahkan komunikasi ke nomor pribadi atau grup tidak resmi sebelum memastikan identitas perusahaan benar-benar valid.

5. Pastikan Legalitas Lowongan Kerja di Luar Negeri

Bagi masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri, penting memastikan perusahaan menyediakan visa dan izin kerja yang sah.

Menggunakan visa kunjungan atau visa wisata untuk bekerja merupakan praktik ilegal yang kerap dimanfaatkan pelaku TPPO.

Karena itu, calon pekerja disarankan selalu memeriksa legalitas perusahaan, posisi pekerjaan, serta izin kerja melalui sumber resmi atau kedutaan negara tujuan sebelum berangkat. (Tka)

#Tindak Pidana Perdagangan Orang #TPPO #Penipuan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
5 Tips Aman Mencari Kerja Online agar Terhindar dari Lowongan Palsu dan TPPO
Jobstreet by SEEK membagikan lima tips aman mencari kerja online agar terhindar dari lowongan palsu, penipuan rekrutmen, dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Ananda Dimas Prasetya - 1 jam, 19 menit lalu
5 Tips Aman Mencari Kerja Online agar Terhindar dari Lowongan Palsu dan TPPO
Indonesia
Komisi III DPR Minta Polri, KP2MI, dan Imigrasi Perkuat Pemberantasan TPPO
Praktik pengiriman pekerja migran secara ilegal masih menjadi ancaman serius yang harus ditangani secara menyeluruh. 

Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
Komisi III DPR Minta Polri, KP2MI, dan Imigrasi Perkuat Pemberantasan TPPO
Indonesia
Jawa Barat Jadi Provinsi Terbanyak Minta Perlindungan LPSK Terkait TPPO
LPSK hingga Mei 2026 juga menangani sekitar 132 korban TPPO dari sejumlah perkara yang masih berproses.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 30 Juli 2026
Jawa Barat Jadi Provinsi Terbanyak Minta Perlindungan LPSK Terkait TPPO
Indonesia
Hati-Hati Marak Penipuan Tiket Whoosh Lewat WhatsApp, Begini Modusnya!
KCIC mengimbau masyarakat waspada penipuan tiket Whoosh lewat WhatsApp. Pelaku gunakan logo dan jadwal palsu, arahkan pembayaran ke rekening pribadi. Tiket resmi hanya di kanal KCIC.
Wisnu Cipto - Rabu, 29 Juli 2026
Hati-Hati Marak Penipuan Tiket Whoosh Lewat WhatsApp, Begini Modusnya!
Indonesia
Polda Metro Bongkar TPPO Berkedok Penyaluran Kerja ke Turkiye, Korban Malah Dieksploitasi di Libya
Mereka tidak menerima upah, mengalami kekerasan dan ancaman, paspor ditahan, kebebasannya dibatas, hingga dipaksa bekerja dengan jam kerja tinggi tanpa waktu istirahat yang layak.
Dwi Astarini - Sabtu, 25 Juli 2026
Polda Metro Bongkar TPPO Berkedok Penyaluran Kerja ke Turkiye, Korban Malah Dieksploitasi di Libya
Indonesia
Marak Gaji ABK WNI di Luar Negeri Tidak Dibayar, Kemenhub Ingatkan Kalau Berangkat Pakai Agensi Resmi
Banyak ABK WNI jadi korban TPPO dengan gaji tidak dibayar. Kemenhub ingatkan pelaut agar berangkat melalui agensi resmi dan PKL sah untuk perlindungan kerja.
Wisnu Cipto - Kamis, 16 Juli 2026
Marak Gaji ABK WNI di Luar Negeri Tidak Dibayar, Kemenhub Ingatkan Kalau Berangkat Pakai Agensi Resmi
Indonesia
Polda Metro Jaya Amankan 9 Anak Diduga Korban Perdangan Orang di Bekasi dan Jakbar
Dari korban yang diselamatkan di kedua lokasi tersebut, hasil pemeriksaan medis menunjukkan ada gangguan kesehatan sehingga memerlukan penanganan intensif.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 08 Juli 2026
Polda Metro Jaya Amankan 9 Anak Diduga Korban Perdangan Orang di Bekasi dan Jakbar
Indonesia
WNI Diduga Korban Perdagangan Orang di Libya Diamankan KBRI Tripoli
Berdasarkan penelusuran bersama agensi setempat, AJ telah bekerja di Benghazi sejak Maret 2025. Namun, jalur penempatan AJ diketahui tidak sesuai prosedur oleh pihak sponsor.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 29 Juni 2026
WNI Diduga Korban Perdagangan Orang di Libya Diamankan KBRI Tripoli
Indonesia
Modus Penipuan Travel Umrah Hanania: Promosi Lewat Selebriti, Eskalasi Timteng Jadi Dalih Pembatalan
Jumlah korban penipuan travel umrah Hanania Travel mencapai sekitar 3.000 orang dengan kerugian ditaksir Rp 95,22 miliar.
Wisnu Cipto - Kamis, 18 Juni 2026
Modus Penipuan Travel Umrah Hanania: Promosi Lewat Selebriti, Eskalasi Timteng Jadi Dalih Pembatalan
Indonesia
Korban Dugaan Penipuan Umrah Hanania Travel Ngadu ke DPR, Ingin Uang Kembali
Berharap para anggota DPR RI mendengar dan turut mencari solusi untuk ribuan korban yang gagal berangkat tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 18 Juni 2026
Korban Dugaan Penipuan Umrah Hanania Travel Ngadu ke DPR, Ingin Uang Kembali
Bagikan