5 Hal yang Bisa Bikin Anda Dibenci di Kantor

Widi HatmokoWidi Hatmoko - Sabtu, 24 Oktober 2015
5 Hal yang Bisa Bikin Anda Dibenci di Kantor

ilustrasi bekerja (istimewa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Karier - Berhubungan baik dengan rekan kerja di kantor merupakan hal penting yang wajib dilakukan demi kenyamanan Anda bekerja. Selain itu, dapat membangun kerjasama yang baik antar rekan kerja dapat mempermudah pekerjaan Anda selesai dengan baik dan tepat waktu.

Namun, ada beberapa hal yang harus Anda hindari di kantor agar Anda disukai dan tidak dibenci oleh rekan kerja dikantor. Berikut lima hal yang bisa bikin Anda dibenci di kantor seperti yang dilansir timesofindia:

Mencuri ide. Jangan pernah Anda sesekali mencuri ide dari rekan kerja di kantor, hal ini bisa membuat Anda dibenci dan bahkan tidak dipercaya lagi oleh rekan kerja lainnya.

Mengkritik kerja. Mengkritik boleh saja asalkan kritikan yang membangun. Jangan pernah meremehkan bahkan menilai rekan kerja tidak becus dalam bekerja, karena hal ini akan membuat Anda dianggap memiliki sifat bossy dan dibenci orang-orang di kantor.

Berbicara di telepon yang mengganggu. Menelepon di jam kerja dengan suara keras tentu sangat mengganggu konsentrasi rekan kerja lainnya yang sedang bekerja. Hal ini sangat mudah membuat Anda memiliki banyak haters di kantor.

Tak berhenti bicara. Tanpa Anda sadari berbicara terus menerus tanpa henti kepada rekan kerja yang sedang konsentrasi menyelesaikan pekerjaannya bisa membuat Anda dibenci di kantor.

Tidak tanggung jawab. Tidak bertanggung jawab dalam pekerjaan dan membiarkan rekan kerja lainnya terkena omelan si bos akibat kesalahan Anda, Anda akan dinilai sebagai orang yang tidak profesional.

BACA JUGA:

  1. 3 Cara Mudah Mendapatkan Pekerjaan
  2. 5 Hal yang Bisa Bikin Anda Ditolak saat Melamar Kerja
  3. Tips Bagi Pekerja Malam Agar Tetap Produktif
  4. Wanita Karier Menginspirasi Banyak Orang, Ini Alasannya!
  5. 5 Cara Mudah Mengatasi Stres saat Bekerja
#Sukses Dalam Pekerjaan #Kunci Sukses #Pekerjaan
Bagikan
Ditulis Oleh

Widi Hatmoko

Menjadi “sesuatu” itu tidak pernah ditentukan dari apa yang Kita sandang saat ini, tetapi diputuskan oleh seberapa banyak Kita berbuat untuk diri Kita dan orang-orang di sekitar Kita.

Berita Terkait

Indonesia
PHK Krakatau Osaka Steel Jadi Alarm, DPR Desak Pemerintah Selamatkan Industri Baja Nasional
PHK Krakatau Osaka Steel menjadi alarm. DPR mendesak pemerintah untuk menyelamatkan industri baja nasional.
Soffi Amira - Jumat, 08 Mei 2026
PHK Krakatau Osaka Steel Jadi Alarm, DPR Desak Pemerintah Selamatkan Industri Baja Nasional
Indonesia
Pengangguran di Jakarta Tembus 333 Ribu Orang, Lulusan SMA Paling Terdampak
Jumlah pengangguran di Jakarta kini mencapai 333 ribu orang. Lulusan SMA/SMK paling terdampak.
Soffi Amira - Rabu, 06 Mei 2026
Pengangguran di Jakarta Tembus 333 Ribu Orang, Lulusan SMA Paling Terdampak
Indonesia
Jakarta Fair Kemayoran 2026 Buka Lowongan Kerja Part Time, Simak Syarat dan Cara Daftarnya!
Jakarta Fair Kemayoran 2026 membuka lowongan kerja part time. Ada 20 posisi yang dibuka untuk event tersebut.
Soffi Amira - Senin, 04 Mei 2026
Jakarta Fair Kemayoran 2026 Buka Lowongan Kerja Part Time, Simak Syarat dan Cara Daftarnya!
Indonesia
Program MBG Perkuat Ekonomi Rakyat, Sudah Serap 1,18 Juta Tenaga Kerja
Program MBG telah memperkuat ekonomi rakyat. Kini, MBG sudah menyerap sebanyak 1,18 juta tenaga kerja di Indonesia.
Soffi Amira - Kamis, 16 April 2026
Program MBG Perkuat Ekonomi Rakyat, Sudah Serap 1,18 Juta Tenaga Kerja
Indonesia
Perusahaan Bebas Tentukan Hari WFH Pekerja Swasta
Penentuan hari pelaksanaan WFH tidak diatur secara baku oleh pemerintah karena kebijakan tersebut bersifat imbauan sehingga fleksibilitas menjadi pertimbangan utama bagi perusahaan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 April 2026
Perusahaan Bebas Tentukan Hari WFH Pekerja Swasta
Indonesia
Menaker Minta Perusahaan Swasta Terapkan WFH Seminggu Sekali, Upah Tetap Dibayar Penuh
Adapun ketentuan dalam SE WFH tersebut meliputi upah atau gaji dan hak lainnya tetap dibayarkan sesuai ketentuan
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 01 April 2026
Menaker Minta Perusahaan Swasta Terapkan WFH Seminggu Sekali, Upah Tetap Dibayar Penuh
Indonesia
Tekanan dan Pengeluaran Keuangan Meningkat, Mayoritas Pekerja Tunda Pensiun
Kelompok yang sebelumnya yakin untuk pensiun jadi memilih untuk tidak pensiun karena melihat perkembangan situasi yang ada saat ini.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 17 Februari 2026
Tekanan dan Pengeluaran Keuangan Meningkat, Mayoritas Pekerja Tunda Pensiun
Indonesia
Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja dan Kematian Rp 8.400 Per Bulan Bagi Pekerja Informal Diperpanjang
Menaker Yassierli pun telah menerima aspirasi dari sejumlah perwakilan pekerja platform, yang berkaitan dengan keadilan dan transparansi dalam ekosistem kerja platform.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 12 Februari 2026
Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja dan Kematian Rp 8.400 Per Bulan Bagi Pekerja Informal Diperpanjang
Indonesia
Tersengat Listrik, Pekerja Bangunan di Solo Terjatuh dari Ketinggian 7 Meter
Seorang pekerja bangunan di Solo terjatuh dari ketinggian tujuh meter, setelah tersengat listrik. Kini, korban sudah mendapat penanganan medis.
Soffi Amira - Selasa, 10 Februari 2026
Tersengat Listrik, Pekerja Bangunan di Solo Terjatuh dari Ketinggian 7 Meter
Indonesia
BPS Catat Ledakan Serapan Tenaga Kerja Baru di Indonesia, Sektor Makanan Minuman Jadi Primadona
Meskipun sektor jasa modern berkembang, pertanian tetap menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia
Angga Yudha Pratama - Kamis, 05 Februari 2026
BPS Catat Ledakan Serapan Tenaga Kerja Baru di Indonesia, Sektor Makanan Minuman Jadi Primadona
Bagikan