Kesehatan

4 Langkah Mengatasi Sakit Kepala akibat Terkena Hujan

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 19 Januari 2024
4 Langkah Mengatasi Sakit Kepala akibat Terkena Hujan

Atasi sakit kepala akibat terkena air hujan dengan 4 langkah ini.(foto: pexels-rdne-stock-project)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - GERIMIS tak hanya bikin galau, tapi berpotensi bikin kamu sakit kepala. Perubahan suhu yang terjadi secara tiba-tiba saat kepalamu terkena air hujan bisa membuatmu merasa pusing atau migrain.

Meski begitu, hal itu bukanlah kondisi yang perlu dikhawatirkan. Pusing akibat terkena air hujan dapat sembuh dengan sendirinya tanpa adanya pengobatan. Namun, seperti dilansir Hellosehat, kamu dapat melakukan empat langkah berikut untuk meredakan sakit kepala atau pusing akibat terkena air hujan.

BACA JUGA:

Air Hujan Bikin Pusing, ini Penjelasannya

1. Mengganti pakaian yang basah

Penurunan suhu tubuh yang terjadi secara tiba-tiba menjadi penyebab sakit kepala setelah kena air hujan. Oleh karena itu, untuk mengatasinya, segera ganti pakaian basah dengan yang kering.

2. Menghangatkan tubuh

Selain mengganti pakaian, kamu juga perlu menghangatkan tubuh saat merasa kedinginan dan pusing setelah terkena air hujan. Kamu bisa mengonsumsi makanan atau minuman hangat seperti sup atau teh. Berada di ruangan yang lebih hangat bisa juga jadi pilihan.

BACA JUGA:

Jangan Hujan-hujanan, Bahaya Nyata Mengancam Kesehatan

3. Hindari makanan yang memperburuk keadaan

Sebaiknya jauhi makanan atau minuman yang dapat memperburuk sakit kepala, seperti yang mengandung kafein, monosodium glutamat (MSG), dan nitrat.

4. Konsumsi obat

Bila pusing yang kamu alami setelah kena air hujan sangat mengganggu, kamu bisa mengonsumsi obat seperti obat antiinflamasi nonsteroid atau triptan.

Obat itu dapat membantumu mengatasi gejala sakit kepala akibat perubahan cuaca, termasuk hujan.

Jika pusing berlanjut dan disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, jangan ragu untuk berkonsultasi kepada dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.(dwi)

BACA JUGA:

Hujan Terlama di Dunia, Terjadi Sepanjang 881 Hari

#Kesehatan #Hujan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Tas Obat Jungkook Viral, Ahli Ingatkan Moderasi dalam Konsumsi Vitamin
Dalam live tersebut, sang ‘Golden Maknae’ dengan santai memperlihatkan kepada penggemar berbagai produk yang biasa ia konsumsi.
Dwi Astarini - 47 menit lalu
Tas Obat Jungkook Viral, Ahli Ingatkan Moderasi dalam Konsumsi Vitamin
Lifestyle
Abu Vulkanis Juga Bahaya untuk Mata, Pakai Kacamata Pelindung Penting saat di Luar Ruang
Abu vulkanis itu bukan debu biasa. Ada campuran silica di dalamnya.
Dwi Astarini - 1 jam, 19 menit lalu
Abu Vulkanis Juga Bahaya untuk Mata, Pakai Kacamata Pelindung Penting saat di Luar Ruang
Indonesia
Cara Cek Masuk Daftar PBI JKN 2026 Pakai HP, Biar Akses Kesehatan Gratis Tetap Aman
Pemerintah memastikan masyarakat bisa dengan mudah mengecek status kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) 2026 hanya lewat HP.
Wisnu Cipto - Jumat, 04 September 2026
Cara Cek Masuk Daftar PBI JKN 2026 Pakai HP, Biar Akses Kesehatan Gratis Tetap Aman
Indonesia
Asap Karhutla Mengepul, ini nih Pilihan Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi Pernapasan
. Di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, misalnya, ISPU sempat mencapai angka 1.919 pada 2 September 2026 atau masuk kategori berbahaya.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Asap Karhutla Mengepul, ini nih Pilihan Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi Pernapasan
Indonesia
Kemarau Semakin Panjang, MUI Serukan Warga Shalat Istisqa
Shalat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar spiritual dan kepasrahan diri seorang hamba kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala (SWT) saat menghadapi musibah kekeringan yang berkepanjangan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 04 September 2026
Kemarau Semakin Panjang, MUI Serukan Warga Shalat Istisqa
Lainnya
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Usus buntu bisa mengakibatkan kematian. Jangan anggap semua sakit perut anak sebagai keluhan biasa.
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Indonesia
BMKG Prakirakan Potensi Hujan Deras di Sejumlah Wilayah Indonesia Hari ini, Catat Lokasinya
BMKG mengidentifikasi beberapa pola konvergensi dan konfluensi yang dapat mendukung terbentuknya awan hujan.
Dwi Astarini - Selasa, 01 September 2026
BMKG Prakirakan Potensi Hujan Deras di Sejumlah Wilayah Indonesia Hari ini, Catat Lokasinya
Lifestyle
Ramalan Zodiak Hari Ini 1 September 2026: Taurus Wajib Waspadai 5 Hal Ini
Ramalan zodiak hari ini 1 September 2026, lengkap dengan asmara, karier, keuangan, dan keberuntungan Aries hingga Pisces. Simak 5 hal yang Taurus wajib waspadai
ImanK - Senin, 31 Agustus 2026
Ramalan Zodiak Hari Ini 1 September 2026: Taurus Wajib Waspadai 5 Hal Ini
Indonesia
Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan Guyur Sejumlah Kota, Merauke Waspada Petir pada Senin, 31 Agustus
Sejumlah kota besar di Indonesia berpotensi diguyur hujan pada Senin, 31 Agustus 2026.
Frengky Aruan - Senin, 31 Agustus 2026
Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan Guyur Sejumlah Kota, Merauke Waspada Petir pada Senin, 31 Agustus
Indonesia
Kasus Kanker di Bogor Naik 138 Persen, Mayoritas Payudara dan Paru-Paru
Terjadi lonjakan kasus kanker di Kota Bogor sebesar 138 persen dalam empat tahun terakhir.
Wisnu Cipto - Kamis, 27 Agustus 2026
Kasus Kanker di Bogor Naik 138 Persen, Mayoritas Payudara dan Paru-Paru
Bagikan