Kesehatan

4 Cara Tetap Sehat di Masa Pancaroba

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 27 Februari 2024
4 Cara Tetap Sehat di Masa Pancaroba

Tetaplah berolahraga di masa pancaroba untuk jaga kesehatan.(foto: pexels-rui-dias)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - BADAN Meteorologi dan Geofisika (BMKG) masa peralihan musim dari musim hujan ke panas akan berlangsung pada Maret hingga April di Tanah Air. Selama masa pancaroba itu, masyarakat diminta mewaspadai bencana serta kemunculan berbagai jenis penyakit. Salah satu penyakit saat pancaroba ialah flu.

Menurut Neha Vyas, MD, spesialis kedokteran keluarga dari Cleveland Clinic, dikutip Hellosehat, perubahan suhu udara selama pergantian musim pada dasarnya tidak akan membuat tubuh sakit. Meski begitu, cuaca yang tidak menentu akan mengundang bakteri dan virus untuk menginfeksi tubuh sehingga menyebabkan pilek, flu, batuk, hingga sakit tenggorokan.

Penyakit yang jamak terjadi di masa pancaroba memang bisa ditangani dengan mudah, tapi gejala yang muncul tetap akan membuat kamu terganggu. Oleh karena itu, penting untuk menjaga imunitas tubuh selama masa pancaroba.

BACA JUGA:

3 Alasan Lebih Rentan Flu saat Musim Pancaroba

Peningkatan sistem imun membuat tubuh lebih responsif terhadap zat asing. Selain itu, antibodi yang dihasilkan untuk melawan patogen (bibit penyakit) pun akan jauh lebih kuat.

Untuk mendukung sistem imun, 4 cara ini akan menjaga kamu tetap sehat di masa pancaroba.

1. Tingkatkan asupan makanan bergizi

Beberapa makanan bisa mencegah penyakit karena kandungan vitamin C, zat besi, dan protein di dalamnya ternyata secara khusus dapat mendukung sistem kekebalan tubuh.

Kamu bisa memenuhi kebutuhan gizi tersebut dari berbagai makanan, seperti jeruk, daging merah, telur, ikan, dan sayuran hijau.

Sebaliknya, kurangi asupan makanan yang mengandung lemak tinggi, pengawet, atau pemanis buatan. Terlalu banyak mengonsumsi jenis makanan tersebut dapat memicu peradangan dalam tubuh.

2. Minum air putih yang cukup

Mencukupi kebutuhan air setiap hari di masa pancaroba amatlah esensial. Air tidak hanya meredakan dahaga, tapi juga menjaga kelembapan tubuh dan menjadi komponen utama dari pembentukan plasma darah.

Air membantu mengedarkan oksigen ke seluruh bagian tubuh dan membantu mengeluarkan zat yang tidak dibutuhkan tubuh.

Jika tubuh kekurangan cairan, organ tubuh tidak dapat bekerja dengan efektif, termasuk sistem kekebalan tubuhmu. Untuk itulah, mencukupi kebutuhan air sangat penting untuk mencegah sakit.

Kisaran jumlah air yang harus dipenuhi anak-anak dan orang dewasa setiap hari, yaitu 1.200 hingga 2.000 mililiter atau sekitar delapan gelas sehari.

3. Cukup tidur

Jika nutrisi dan air sudah tercukupi, kamu harus sempurnakan dengan tidur yang cukup. Tidur merupakan waktu bagi organ tubuhmu untuk beristirahat.

Jika kamu sering begadang dan kurang tidur, organ tubuh akan kelelahan. Akibatnya, sistem kekebalan tubuh akan melemah dan membuatmu lebih mudah jatuh sakit di musim pancaroba.

Cobalah untuk mengatur jam tidur dan bangun. Hindari aktivitas yang bisa mengganggu tidur, seperti main ponsel atau makan tengah malam.

4. Olahraga

Cuaca tidak menentu selama musim pancaroba sudah pasti bikin kamu malas berolahraga. Namun, jangan jadikan itu sebagai alasan.

Olahraga merupakan aktivitas yang menyehatkan tubuh. Tentunya kegiatan ini akan sangat bermanfaat saat kamu ingin menjaga kesehatan di musim pancaroba.

Olahraga akan merangsang produksi hormon dopamin. Hormon itu bertugas untuk memperbaiki suasana hati dengan membuat perasaanmu jadi lebih senang dan bahagia.

Selain itu, dopamin juga digunakan oleh sel-sel kekebalan untuk mengatur respons tubuh terhadap infeksi.

Kamu bisa mencoba olahraga yang sederhana dan mudah, seperti untuk lari, jogging, jalan santai, atau bersepeda.(*)

BACA JUGA:

Terapi Cahaya Untuk Pengobatan Diabetes Tanpa Obat

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Bagikan