MerahPutih.com - Sebanyak 3.983 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan aksi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat, Senin.
Personel pengamanan tersebut terdiri atas unsur TNI, Polri, Pemerintah Daerah (Pemda), hingga pengamanan dalam (Pamdal).
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Akhmadi mengatakan ribuan personel tersebut disiapkan untuk menjaga keamanan selama aksi berlangsung.
“Jumlah pengamanan gabungan TNI, Polri, Pemda dan Pamdal 3.983 personel,” kata Akhmadi dalam keterangan tertulis, Senin (5/10).
Baca juga:
Kepala Bakom RI Qodari Sebut Pendidikan Gratis Upaya Pemerintah Hadirkan Inklusivitas
Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Selain menyiagakan personel, kepolisian juga menyiapkan rekayasa lalu lintas di sekitar Gedung DPR/MPR RI.
Akhmadi mengatakan rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional. Penerapannya mempertimbangkan dinamika serta jumlah massa yang berada di lapangan.
Polisi mengimbau masyarakat yang hendak melintas di kawasan Gedung DPR, terutama Jalan Gatot Subroto, agar berhati-hati dan mempertimbangkan penggunaan rute alternatif.
Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat yang akan beraktivitas melintasi kawasan tersebut untuk berhati-hati dan mencari rute alternatif untuk menghindari kemacetan selama aksi berlangsung,
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Akhmadi.
BEM SI Bawa Tuntutan Bidang Pendidikan
Dalam seruannya, BEM SI mengajak mahasiswa dan masyarakat mengikuti aksi dengan membawa sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan bidang pendidikan.
Salah satu tuntutan yang disuarakan adalah desakan agar pembahasan dan revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) dilakukan secara partisipatif dan komprehensif.
Selain itu, BEM SI menyuarakan tuntutan pendidikan gratis, peningkatan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan, serta jaminan keberlanjutan perguruan tinggi swasta dalam kebijakan pendidikan tinggi gratis. (*)