Elite Politik Solid, Penghambat Reformasi Jilid II

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Elite Politik Solid, Penghambat Reformasi Jilid II

Aksi Demo Mahasiswa UMT di Gerbang Pancasila Gedung DPR Jakarta

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - WACANA Reformasi Jilid II kembali mencuat seiring aksi mahasiswa yang digelar aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di berbagai daerah. Namun, Direktur Eksekutif NSL Political Consultant and Strategic Campaign Nasarudin Sili Luli menilai peluang terjadinya Reformasi Jilid II masih kecil.

Menurut Nasarudin, gerakan perubahan besar seperti yang terjadi pada 1998 membutuhkan kombinasi krisis ekonomi dan krisis politik yang berlangsung secara bersamaan. Selain itu, konflik di kalangan elite politik tingkat pertama juga menjadi faktor penting.

"Jadi pemicu yang paling ampuh yakni krisis ekonomi dan krisis politik terjadi secara bersamaan," kata Nasarudin dalam keterangan tertulis, Jumat (19/6).

Dia mengatakan stabilitas politik nasional saat ini masih berada di tangan elite politik utama. Nasarudin menilai Presiden Prabowo Subianto memiliki modal politik yang kuat karena memiliki hubungan baik dengan para presiden terdahulu serta didukung koalisi besar di parlemen.

Selama Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Joko Widodo (Jokowi), dan Prabowo Subianto masih dapat berkomunikasi secara intens, peluang terjadinya Reformasi Jilid II akan semakin kecil.

Nasarudin Sili Luli, Direktur Eksekutif NSL Political Consultant and Strategic Campaign



Nasarudin juga menilai berbagai persoalan nasional masih dapat diselesaikan melalui jalur politik di tingkat pemimpin partai. Kondisi tersebut, kata dia, membuat konflik politik tidak berkembang menjadi krisis yang lebih besar.

Baca juga:

BEM SI Jawa Tengah Gaungkan Reformasi Jilid 2


Ia kemudian membandingkan situasi saat ini dengan Reformasi 1998. Saat itu, menurut Nasarudin, terjadi konflik antara Presiden Soeharto dengan sejumlah tokoh elite nasional yang mempercepat perubahan politik.

Selain itu, gerakan mahasiswa pada 1998 memiliki sejumlah tokoh yang menjadi simbol perjuangan. Sementara itu, gerakan Reformasi Jilid II saat ini dinilai belum memiliki figur yang dapat menjadi ikon perlawanan.

"Agenda reformasi jilid II tidak punya ikon gerakan mahasiswa yang bisa menjadi simbol perlawanan terhadap rezim," ujarnya.

Oleh karena itu, Nasarudin menilai gerakan mahasiswa yang berkembang saat ini belum berlangsung secara masif dan belum mencapai skala besar seperti yang terjadi pada era Reformasi 1998.(Pon)

Baca juga:

Kapolri Peringatkan Massa Demo Reformasi Jilid II jangan Anarkistis

#BEM SI #Demo Mahasiswa #Reformasi 1998
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Jelang Aksi Demo Agustus, Polri: Sampaikan Aspirasi Boleh, Rusuh Jangan
Kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak warga negara yang dijamin Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.
Dwi Astarini - Rabu, 26 Agustus 2026
Jelang Aksi Demo Agustus, Polri: Sampaikan Aspirasi Boleh, Rusuh Jangan
Berita Foto
Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa UI di Dukuh Atas Jakarta
Suasana aksi unjuk rasa Mahasiswa Unversitas Indonesia (UI) di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 18 Agustus 2026
Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa UI di Dukuh Atas Jakarta
Berita Foto
Ratusan Polwan Kawal Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa UI di Kawasan Bundaran HI Jakarta
Polisi wanita berjaga dan menutup akses menuju Bundaran HI saat mengamankan unjuk rasa mahasiswa UI di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 18 Agustus 2026
Ratusan Polwan Kawal Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa UI di Kawasan Bundaran HI Jakarta
Indonesia
Mahasiswa Demo di Dekat Bundaran HI Jakarta Bubar, 21 Orang Diamankan Polisi
21 Orang yang kedapatan membawa barang-barang berbahaya di tengah pengerahan ribuan personel pengamanan aksi unjuk rasa di Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026
Mahasiswa Demo di Dekat Bundaran HI Jakarta Bubar, 21 Orang Diamankan Polisi
Indonesia
Hari Ini ASN DKI WFH dan Sekolah PJJ Imbas Demo BEM UI? Pramono Ikut Arahan Pusat
ASN DKI Jakarta WFH dan sekolah PJJ pada hari ini Selasa (18/8) arahan pemerintah pusat.
Wisnu Cipto - Selasa, 18 Agustus 2026
Hari Ini ASN DKI WFH dan Sekolah PJJ Imbas Demo BEM UI? Pramono Ikut Arahan Pusat
Indonesia
BEM UI Gelar Demo Siang Ini, Tuntut Berantas KKN hingga Tetapkan Gempa Flores sebagai Bencana Nasional
Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) berencana menggelar aksi demonstrasi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia.
Yusuf Abdillah - Selasa, 18 Agustus 2026
BEM UI Gelar Demo Siang Ini, Tuntut Berantas KKN hingga Tetapkan Gempa Flores sebagai Bencana Nasional
Indonesia
Demo Marak di Jakarta, Gubernur Pramono: Asal tak Rusak Fasum
Menurut Pramono, Indonesia menganut negara demokrasi. Oleh karena itu, siapa saja boleh berpendapat dan berekspresi di muka umum.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Demo Marak di Jakarta, Gubernur Pramono: Asal tak Rusak Fasum
Indonesia
Mahasiswa Trisakti Turun ke Jalan, Tuntut Kabinet Prabowo Peka Penderitaan Ekonomi Rakyat
Mahasiswa Trisakti gelar aksi di DPR dengan tiga tuntutan utama: stabilitas ekonomi, evaluasi kompetensi pejabat Kabinet Prabowo, dan pengembalian supremasi sipil.
Wisnu Cipto - Jumat, 19 Juni 2026
Mahasiswa Trisakti Turun ke Jalan, Tuntut Kabinet Prabowo Peka Penderitaan Ekonomi Rakyat
Indonesia
Elite Politik Solid, Penghambat Reformasi Jilid II
Gerakan perubahan besar seperti yang terjadi pada 1998 membutuhkan kombinasi krisis ekonomi dan krisis politik yang berlangsung secara bersamaan.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Elite Politik Solid, Penghambat Reformasi Jilid II
Indonesia
Demo Mahasiswa di Jakarta, Jumat (19/6), Masyarakat Diimbau Hindari Lokasi
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk menghindari titik-titik lokasi yang menjadi lokasi aksi demonstrasi.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Demo Mahasiswa di Jakarta, Jumat (19/6), Masyarakat Diimbau Hindari Lokasi
Bagikan