334 Orang Tewas Banjir di Sri Lanka, Presidennya Langsung Tetapkan Status Bencana Nasional

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Senin, 01 Desember 2025
334 Orang Tewas Banjir di Sri Lanka, Presidennya Langsung Tetapkan Status Bencana Nasional

Presiden Sri Lanka Anura Kumara Dissanayake (kanan). (ANTARA/Anadolu/py)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Bencana banjir bandang di Sri Lanka semakin parah, tercatat sedikitnya 334 orang tewas dan 370 lainnya masih dinyatakan hilang hingga Ahad kemarin.

Oleh karenanya, Presiden Sri Lanka, Anura Kumara Dissanayake langsung bergerak cepat menetapkan status darurat bencana nasional

“Pemerintah mengajak masyarakat Sri Lanka di luar negeri dan warga asing ikut membantu pemulihan bagi korban bencana,” kata Presiden Dissanayake, saat pengumuman status, dikutip dari laporan Newswire, Senin (1/12).

Baca juga:

DPR Desak Prabowo Segera Tetapkan Status Darurat Bencana Nasional di Sumatra

Sejak Siklon Ditwah menghantam Sri Lanka pada Rabu lalu, sekitar 1,12 juta penduduk dari lebih dari 300 ribu keluarga terdampak langsung. News 1st melaporkan ada 1.275 pusat bantuan yang kini menampung lebih dari 180 ribu pengungsi.

Presiden Dissanayake juga memerintahkan pengerahan lebih dari 20 ribu personel militer untuk memperkuat operasi penyelamatan. Militer Sri Lanka melakukan evakuasi lewat jalur udara dan darat.

Baca juga:

DPR RI Bongkar Alasan Banjir Besar di Sumatra Saat Ini Harus Segera Jadi Bencana Nasional

Tim bantuan menyalurkan kebutuhan dasar seperti makanan, air minum, dan obat-obatan. “Situasi di lapangan masih cukup berat,” tulis Newswire dalam laporannya, dilansir Antara.

Sejumlah distrik kini berada dalam status peringatan longsor tingkat merah. Media Ada Derana melaporkan seluruh universitas, perguruan tinggi, dan pusat pelatihan vokasi di bawah Kementerian Pendidikan menghentikan kegiatan akademik hingga 8 Desember. (*)

#Sri Lanka #Banjir Bandang #Bencana Nasional
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Banjir bandang menerjang Nagari Batang Barus, Solok. Satu korban ditemukan meninggal dunia, tim SAR masih mencari korban hilang lainnya.
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Indonesia
Banjir Bandang Hantam Solok, BMKG: Peringatan Sudah Sejak Seminggu Lalu
anjir bandang terjang Solok akibat hujan lebat 94 mm/hari. BMKG sebut peringatan dini sudah dikeluarkan 7 hari sebelum bencana.
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Banjir Bandang Hantam Solok, BMKG: Peringatan Sudah Sejak Seminggu Lalu
Indonesia
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Akses jalan Solok-Padang di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, putus sementara akibat tertutup material banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut pada Senin (21/9) malam.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Indonesia
1.730 Bencana Landa Indonesia Sampai September 2026, Bencana Hidrometeorologi Mendoninasi
Kerusakan meluas ke sarana publik, mencakup 2.361 unit fasilitas pendidikan, 867 unit rumah ibadah, 230 unit fasilitas kesehatan dasar maupun rujukan, 751 unit perkantoran, serta 92 unit jembatan terputus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 September 2026
1.730 Bencana Landa Indonesia Sampai September 2026, Bencana Hidrometeorologi Mendoninasi
Dunia
Nepal Tetapkan Hari Berkabung Nasional setelah Banjir Mematikan
Di tengah suasana duka, pemerintah tetap melanjutkan operasi pencarian.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
 Nepal Tetapkan Hari Berkabung Nasional setelah Banjir Mematikan
Indonesia
Prabowo Pimpin Rapat Penanganan Bencana, Ratas Disiarkan Langsung
Rapat terbatas itu, yang juga dihadiri sejumlah menteri dan pimpinan lembaga, berlangsung Senin (7/9) siang. Dan rapat terbatas itu akan disiarkan secara terbuka.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 07 September 2026
Prabowo Pimpin Rapat Penanganan Bencana, Ratas Disiarkan Langsung
Dunia
5.083 Orang Masih Hilang Akibat Banjir Bandang Nepal, Keluarga Upacara Pemakaman Simbolis
Para korban yang kehilangan semuanya dan sedang berupaya mencari tempat di Kathmandu juga tak dapat menemukan fasilitas publik yang layak untuk melakukan ritual.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 04 September 2026
5.083 Orang Masih Hilang Akibat Banjir Bandang Nepal, Keluarga Upacara Pemakaman Simbolis
Dunia
Ancaman Kesehatan Sampai Risiko Banjir Susulan masih Membayangi Nepal
Selain korban jiwa, banjir bandang juga menyapu permukiman, jalan, lahan pertanian, serta berbagai infrastruktur yang berada di sepanjang jalur alirannya.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Ancaman Kesehatan Sampai Risiko Banjir Susulan masih Membayangi Nepal
Indonesia
Lebih dari 110 Orang Diselamatkan Sepekan setelah Banjir Bandang Nepal
Banjir bandang tercatat menewaskan lebih dari 1.000 orang, sedangkan lebih dari 3.900 orang masih dinyatakan hilang.
Dwi Astarini - Rabu, 02 September 2026
  Lebih dari 110 Orang Diselamatkan Sepekan setelah Banjir Bandang Nepal
Dunia
Banjir Bandang Menyapu Grand Canyon, 1 Tewas dan 15 Orang Hilang
Banjir tersebut menghancurkan sejumlah jembatan penyeberangan dan menghanyutkan bongkahan batu besar ke arah hilir.
Dwi Astarini - Senin, 31 Agustus 2026
 Banjir Bandang Menyapu Grand Canyon, 1 Tewas dan 15 Orang Hilang
Bagikan