2 Kubu Pilkada Puncak Jaya Kembali Bentrok: 1 Orang Tewas, Rumah-Rumah Dibakar
Aksi saling serang antarpendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati di Puncak Jaya juga menyasar rumah. ANTARA/Dokumentasi
MerahPutih.com - Peseteruan dua kubu pendukung Pilkada Kabupaten Puncak Jaya Papua masih terus berlanjut. Pertikaian antarmassa pendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati Puncak Jaya kembali terjadi, Rabu hingga menewaskan seorang warga bernama Nonggogen Enumbi.
Aksi saling serang antarpendukung pasangan calon itu terjadi di Kampung Muliambut. Dalam peristiwa itu juga terjadi pembakaran rumah warga di sejumlah kawasan seperti di Pruleme dan Pagaleme.
Laporan sementara terungkap selain satu orang meninggal, aksi saling serang antarpendukung paslon 1 dan paslon 2 itu juga mengakibatkan dua orang terluka dan 10 rumah ludes terbakar.
Baca juga:
Bentrokan Massa Antar Pendukung Paslon di Puncak Jaya Papua, Situasi Masih Tegang
"Anggota TNI dan Polri saat ini masih siaga," ujar Kapolres Puncak Jaya AKBP Kuswara, saat dikonfirmasi awak media, dikutip Antara, Kamis (13/2)
Sebelumnya, Rabu (5/2) pekan lalu juga terjadi pertikaian antarkedua massa pendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati dengan saling serang hingga menyebabkan 132 orang terluka, salah satunya meninggal dan 32 rumah dibakar.
Pilkada di Kabupaten Puncak Jaya diikuti dua pasangan calon bupati dan wakil bupati yakni pasangan nomor urut 1 Yuni Wonda-Mus Kogoya dan nomor urut 2 pasangan Miren Kogoya-Wendi. KPU setempat menyatakan pasangan nomor urut 2 sebagai pemenang terpilih.
Baca juga:
Polisi Bersiaga Antisipasi Aksi Saling Serang Pendukung Paslon Pilkada Puncak Jaya
Namun, kubu Yuni Wonda-Mus Kogoya langsung mengajukan gugatan sengketa Pilkada atas putusan itu. Saat ini perkaranya masih berlangsung di Mahkamah Konstitusi (MK). (*)
Bagikan
Wisnu Cipto
Berita Terkait
Serangan Terhadap Warga Sipil Terjadi Jelang Natal di Yahukimo, Polisi Duga Pelaku KKB
Desak Negara Hadir Selamatkan Pendidikan 700 Ribu Anak Papua
Kejar Swasembada Energi, Prabowo Minta Papua Tanam Sawit hingga Singkong
Anggaran Makan Begizi Gratis di Papua Rp 25 Triliun, Lebih Mahal Dibandingkan Jawa
Presiden Larang Dana Otsus Papua Digunakan Buat Perjalanan Luar Negeri
Prabowo Ingatkan Kepala Daerah Papua tak Gunakan Dana Otsus untuk Jalan-Jalan
Belajar dari Bencana, Prabowo Dorong Pembangunan Lumbung Pangan di Papua
Prabowo Targetkan 2.500 SPPG di Papua Beroperasi Penuh pada 17 Agustus 2026
Temuan Awal Duit Korupsi Bupati Lampung Tengah Rp 5 Miliar, Diduga Buat Bayar Utang Pilkada
Ibu Hamil Meninggal Setelah Ditolak Berbagai RS di Papua, Ini Respon Prabowo dan Menkes