Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Wartawan Italia Dipukuli dan Celananya Diambil Saat Ditahan Militer Israel, Bagaimana Nasib 9 WNI?

Wisnu Cipto - Kamis, 21 Mei 2026

MerahPutih.com - Wartawan Italia, Alessandro Mantovani sempat dipukuli dan diborgol oleh pasukan Israel, setelah kapal yang ditumpanginya dicegat dalam perjalanan misi kemanusiaan Armada Global Sumud menuju Gaza.

Jurnalis harian Fatto Quotidiano itu bersama anggota parlemen partai Gerakan Bintang Lima (M5S) Dario Carotenuto, telah kembali ke bandara Roma dengan penerbangan komersial dari Athena setelah dibebaskan hari ini.

Baca juga:

Israel Bebaskan Relawan Flotilla Termasuk 9 WNI dari Penjara Ktziot

"Saya dipukuli, Dario Carotenuto dipukuli, dan yang lain dipukuli lebih parah daripada kami. Saya melihat orang-orang yang diduga mengalami patah tulang di lengan dan tulang rusuk mereka," kata Mantovani kepada Fatto Quotidiano, Kamis (25/5).

Dompet dan Celana Diambil Lalu Dipukuli

Mantovani mengungkapkan operasi pemeriksaan kapal jauh lebih keras daripada sebelumnya. Bahkan, pasukan Israel melancarkan dua kali tembakan selama penggeledahan.

Mereka mengambil celana saya, yang berisi dompet saya, dan tidak pernah mengembalikannya. Kemudian kami dipukuli, saya juga melihat perempuan dipukul,

Wartawan Italia, Alessandro Mantovani

Kepada media Italia, Mantovani yang ditahan bersama Carotenuto mengaku diborgol dan dirantai di pergelangan kaki setelah ditahan di sel sebelum dipindahkan ke Bandara Ben Gurion.

Baca juga:

Indonesia Titip Pesan Lewat 3 Negara Sahabat ke Israel, Minta Info Terkini 9 Tahanan WNI

"Ini terjadi karena Israel dilindungi oleh pemerintah separuh Eropa, termasuk pemerintah kita sendiri," tandas Mantovani, dilansir dari Antara.

Tak hanya Mantovani dan Carotenuto, sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang ikut dalam misi kemanusiaan Armada Global Sumud dan sempat ditahan militer Israel juga telah dibebaskan.

Nasib 9 WNI yang Ditahan Militer Israel

Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) memastikan WNI yang terdiri dari aktivis dan jurnalis itu kini sedang dalam proses deportasi dan pemulangan keluar dari wilayah Israel melalui Bandara Ramon/Eilat menuju Istanbul, Turki.

Baca juga:

Menlu Sugiono Ungkap Kendala Penyelamatan WNI yang Ditahan Israel, Komunikasi Sangat Terbatas

Dalam keterangannya, Koordinator Media GPCI Harfin Naqsyabandy membenarkan kabar para relawan internasional yang ditahan militer Israel sempat mengalami tindak kekerasan selama penahanan, seperti pemukulan hingga penggunaan peluru karet.

Namun, Harfin belum bisa memastikan para WNI yang sempat ditahan juga mengalami perlakuan kekerasan yang sama. Dia hanya berharap aksi kekerasan tidak terjadi kepada sembilan WNI yang kini sudah dibebaskan.

Mohon doa terbaik agar seluruh delegasi, termasuk WNI, dapat segera tiba dengan selamat dan sehat,

Koordinator Media GPCI Harfin Naqsyabandy
Baca Artikel Asli