MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengingatkan, semua RS untuk tidak menolak pasien. Karena kewajiban rumah sakit adalah melayani masyarakat, apa pun kondisinya.
"Jadi saya harapkan tidak ada lagi kasus RSUD yang menolak pasien dengan alasan apa pun," tutur Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar Harisson dikutip Antara, Kamis (22/7).
Baca Juga:
Kabar Baik, BOR Rumah Sakit di Kota Tangerang Mulai Turun
Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji memastikan ketersediaan stok oksigen di provinsi itu aman setelah pihaknya memesan oksigen dari beberapa perusahaan yang di datangkan, baik dari Jakarta, Batam mau pun Malaysia.
"Kemarin kami sudah mengupayakan untuk memesan oksigen dari beberapa perusahaan, baik dalam dan luar negeri. Hari ini stok oksigen tersebut mulai berdatangan dan dipastikan Kalbar tidak akan ada kendala lagi untuk ketersediaan oksigen," kata Sutarmidji di Pontianak, Kamis (22/7).
Kalbar mendapatkan stok oksigen dari Jakarta dan akan datang di Pelabuhan Pontianak pada hari ini dengan jumlah dua isotank untuk 4.000 tabung. Lalu dari Batam 800 tabung dengan 2 isotank sekitar 4.000 tabung dan dari Kucing .
Sutarmidji menjelaskan, dalam satu hari, seluruh rumah sakit yang ada di Kalbar memerlukan 3.000 tabung oksigen, sehingga dengan adanya kerja sama dari beberapa perusahaan, diharapkan kebutuhan oksigen bagi rumah sakit dan masyarakat di Kalbar tidak lagi mengalami masalah.
"Saat ini, yang melaporkan kekosongan oksigen adalah rumah sakit Sambas. Untuk itu, saya sudah minta Walikota Singkawang agar mengirim stok oksigen ke Kabupaten Sambas sebanyak 10 tabung dan akan kami ganti secepatnya," katanya.
Gubernur meminta pihak rumah sakit bisa memperkirakan stok dan kebutuhan oksigen per hari, sehingga jika stok kosong, bisa segera di penuhi. Saat ini, selain RS Kabupaten Sambas, RSUD Kabupaten Mempawah dan Sekadau juga mengalami kekurangan pasokan oksigen.
"Selain itu, kurangnya komunikasi yang baik antara pihak RS dan pemasok oksigen mengakibatkan pihak perusahaan penyedia oksigen lebih mengutamakan RS lainnya yang memesan terlebih dahulu," ujar seraya menegaskan, dari lima distributor yang ada, hanya dua distributor di Kalbar. (*)
Baca Juga:
Rumah Sakit di Bandung Milik Semua Warga