Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Wahid Foundation Resmikan Kelurahan Damai Toleran, Ganjar: Warga Makin Rukun

Zulfikar Sy - Senin, 11 Oktober 2021

MerahPutih.com - Wahid Foundation dan UN Women meresmikan Pilar Perdamaian “The Water of Peace” dan Deklarasi Kelurahan Damai di Tipes, Kecamatan Serengan, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (9/10).

Hal itu bagian dari langkah Wahid Foundation dan Pemprov Jawa Tengah dalam mewujudkan warga semakin rukun dan menolak intoleransi.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, keberadaan kelurahan damai ini sangat positif untuk menjadikan warga semakin rukun.

Baca Juga:

Indonesia Pimpin G20, Pemerintah Tidak Toleransi Ancaman Yang Bakal Rusak Citra

Pemprov berharap, program desa/kelurahan damai yang digagas Wahid Foundation dan UN Women itu bisa digabungkan dengan program desa inklusif yang telah berjalan di Jawa Tengah.

"Jika itu digabungkan akan memudahkan proses pembangunan di Jawa Tengah. Insyaallah desa-desa itu akan jauh lebih nyaman, mereka akan rukun dan di Tipes, Solo ini menjadi contoh,” kata Ganjar.

Dikatakannya, kalau kemudian setiap desa ini bisa melakukan hal serupa, maka desa-desa akan damai.

"Saya melihat program desa damai ini bisa digabungkan dengan program desa inklusif yang telah berjalan di Jawa Tengah," papar dia.

Wahid Foundation dan UN Women meresmikan Pilar Perdamaian “The Water of Peace” dan Deklarasi Kelurahan Damai di Tipes, Kecamatan Serengan, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (9/10). (Foto: MP/Ismail)
Wahid Foundation dan UN Women meresmikan Pilar Perdamaian “The Water of Peace” dan Deklarasi Kelurahan Damai di Tipes, Kecamatan Serengan, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (9/10). (Foto: MP/Ismail)

Dengan cara itu, lanjut Ganjar, dia melihat masa depan pembangunan Indonesia yang lebih cerah.

"Mesti mbangune enak, karena gotong royongnya biasanya akan kuat sekali," pungkasnya.

Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid mengatakan, program desa damai ini sudah ada di 30 lokasi. Di mana dari 18 di antaranya telah deklarasi.

"Ada tiga pilar utama yang menjadi bagian dari program desa damai. Pertama penguatan ekonomi masyarakat dan Kedua adalah penghormatan pelatihan dan terakhir keterlibatan perempuan," kata Yenny.

Baca Juga:

Voice of Baceprot Tanamkan Makna Toleransi di Single ‘God Allow Me (Please) to Play Music’

Ia mengatakan, perlu pelibatan masyarakat dalam merealisasikan program ini. Pihaknya akan terus melakukan hal serupa di daerah lain.

Diketahui, acara tersebut juga dihadiri perwakilan UN Women yakni Dwi Yuliawati Fais. UN Women merupakan bagian dari organisasi PBB yang bergerak untuk kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

Pembacaan deklarasi Desa Damai dilakukan oleh tujuh perempuan mewakili warga desa. Selain itu, diresmikan pula pilar perdamaian “The Water of Peace”. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Ketua DPD Ingatkan Pentingnya Toleransi dan Solidaritas Hadapi Pandemi

Baca Artikel Asli