Voice of Baceprot Tanamkan Makna Toleransi di Single ‘God Allow Me (Please) to Play Music’
Voice of Baceprot rilis single terbaru bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia. (Foto: istimewa)
PRODUKTIF, mungkin jadi sebuah kata yang pas disematkan untuk tiga dara asal Garut yang tergabung dalam Voice of Baceprot.
Setelah melahirkan mini album yang direkam secara live bertajuk The Other Side of Metalism yang dirilis secara berkala sejak awal Juli 2021. Trio hip metal beranggotakan Firdda Kurnia, Widi Rahmawati, dan Euis Siti Aisyah akhirnya merilis single terbaru berjudul God, Allow Me (Please) to Play Music.
Terinspirasi dari pengalaman pribadi para personel, single ini dirilis bertepatan pada hari ulang tahun ke-76 Republik Indonesia yakni pada 17 Agustus 2021.
Baca juga:
Voice of Baceprot Jadi Wakil Indonesia di WOW UK Festival 2021
Dalam perjalanan bermusiknya, mereka telah mengalami sedikit intoleransi. Bahkan dari dalam komunitas tempat mereka bernaung di Jawa Barat. Stigma datang kepada mereka dari segala arah, dan hal itu hampir membuat mereka kelelahan. Sempat ada rasa untuk menyerah dan keluar dari dunia musik di 2016.
“Semakin kami mencoba menghindari kritik, dan menjauhkan diri malah semakin menjadi keji. Itu terus berlanjut hingga kami sangat Lelah,” ungkap Marsya dalam keterangan resmi yang diterima Merah Putih, Selasa (17/8).
Pada momen tersebut, ketiga dara ini berusaha mencari dukungan dari orang-orang yang dipikir akan lebih memahami situasi mereka. Salah satunya adalah mantan guru mereka, yakni Abah Erza Satia yang menanggapinya dengan kata-kata mutiara.
Abah Erza mengatakan, “jika kita masih percaya pada Tuhan sambil merasa bahwa orang-orang tertentu tidak mengizinkan kita bermain musik, sementara yang lain memberi kita dukungan palsu dengan memaksa kita untuk memihak mereka, lalu mengapa tidak menulis lagu yang menceritakan langsung kepada Tuhan?”
Baca juga:
View this post on Instagram
Atas dasar hal tersebut, Voice of Baceprot kembali bangkit, dengan menciptakan karya terbaru. Berawal dari jamming session di studio milik Abah di kampung halaman.
Penyempurnaan lebih lanjut dilakukan di serangkaian workshop di Jakarta setelah masing-masing anggota band dipersiapkan musiknya oleh beberapa musisi senior lokal yang menjadi mentor mereka. Termasuk di antaranya Stevi Item (Andra & The Backbone, Deadsquad), Alan Musyfia, dan Andyan Gorust (Hellcrust), serta Gusti Hendy (GIGI).
Hasil setelah proses yang melelahkan berbuah single yang 'lengkap' dan berat. Namun itu terdengar melodis dan catchy pada saat yang bersamaan. Menampilkan perkembangan musik dan kerja keras setiap anggota.
Secara musikal, God, Allow Me (Please) to Play Music merupakan perwujudan dari hasil eksplorasi yang dilakukan Marsya, Sitti, dan Widi di wilayah musik yang belum terpetakan.
“Kami ingin orang-orang yang mendengarkan lagu ini menjadi lebih toleran terhadap orang lain. Tuhan tidak hanya milik satu orang atau sekelompok orang. Tuhan adalah milik siapa saja yang percaya kepada-Nya. Jadi, setiap orang berhak berkreasi, berkreasi, dan bertanggung jawab atas ciptaan Tuhan yang dia yakini,” tutup Marsya. (far)
Baca juga:
Voice of Baceprot akan Rilis Mini Album ‘The Other Side of Metalism’
Bagikan
Berita Terkait
BASS3 Luncurkan Single '3WARNA', Satukan 3 Karakter Bass Indonesia
Denny Caknan Hadirkan 'Titenono', Padukan Sentuhan Pop Modern dalam Bahasa Lokal
Ifan Seventeen Rilis '1001 Cara', Hadirkan Nuansa Nostalgia dengan Musik Lebih Dewasa
Cakra Khan Hidupkan Kembali Lagu Legendaris Chrisye 'Ketika Tangan dan Kaki Berkata'
Burgerkill Tegaskan Perlawanan Lewat Single 'Kontinum', Berikut Lirik Lengkapnya
Mitski Gelar Tur Dunia 'Nothing’s About to Happen to Me', Sambangi Jakarta Juli 2026
Timurnesia, Genre Baru Musik Indonesia Timur Resmi Digaungkan Pemerintah
Album 'Awal Masa' Jadi Ruang Paling Personal Raissa Faranda lewat Proyek GUNGS
Single 'Nol' Jadi Cara Monkey To Millionaire Lepas Energi Kolektif
Kolaborasi Global PREP dan Sunset Rollercoaster Hadirkan Single 'Do What You Gotta'