MerahPutih.com - Gas Elpiji 3 kg di Solo, Jawa Tengah mulai sulit ditemukan alias langka, yang dapat mengancam keberlangsungan hidup UMKM di Kota Solo.
Wali Kota (Walkot) Solo Teguh Prakosa, mengatakan Pemkot Solo akan segera meminta tambahan kuota elpiji isi 3 kilogram atau elpiji bersubsidi atau elpiji “melon” menindaklanjuti keluhan warga
“Kami mendapatkan informasi kelangkaan gas Elpiji 3 kg di Solo terjadi hampir dua sampai tiga pekan ini,” kata Teguh, kepada awak media, di Balai Kota Solo, Rabu (4/9).
Teguh mengatakan Pemkot Solo akan akan menyurati yang berwenang untuk segera memberi tambahan kuota pasokan gas melon di Solo secepatnya. “Sekarang kami menunggu jawaban atau solusi mengenai kelangkaan gas melon di Solo selama hampir sepekan terakhir,” tuturnya.
Baca juga:
Luhut Beri Sinyal Giliran Harga Gas 3 Kg dan Pertalite Menyusul Naik
Menurut dia, Pemkot Solo juga sedang mencari penyebab langkanya gas Elpiji 3 kg. “Apakah karena banyak UMKM di Solo tumbuh subur dengan menggunakan gas melon? Itu yang sedang kita cari tahu,” imbuhnya.
Terkait hubungannya dengan UMKM Solo tumbuh pesat, Teguh menambahkan perlu dilakukan survei lebih lanjut sebagai landasan pemangku kebijakan untuk menetapkan kuota elpiji bersubsidi.
“Peningkatan permintaan gas Elpiji 3 kg hampir 15 persen. Dengan jumlah itu kalau tidak ditambahi, dikhawatirkan akan jadi gejolak,” tandas Walkot Solo itu. (Ismail/Jawa Tengah)