JPPI Minta Petani, Peternak, dan UMKM Lokal Jadi Pemasok Utama Program MBG

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Senin, 12 Oktober 2026
JPPI Minta Petani, Peternak, dan UMKM Lokal Jadi Pemasok Utama Program MBG

Ilustrasi Makan Bergizi Gratis. (MerahPutih.com/Didik Setiawan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) meminta pemerintah memprioritaskan petani, peternak, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal dalam rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Koordinator JPPI Ubaid Matraji menilai, anggaran program MBG semestinya tidak hanya memberikan keuntungan kepada pemasok besar dari luar daerah. Program tersebut juga perlu menjadi penggerak ekonomi masyarakat di wilayah pelaksanaannya.

“Jadi tidak hanya menguntungkan pengusaha-pengusaha kelas kakap saja. Supplier ayam, supplier beras, supplier segala macam itu mestinya sumber daya yang ada di masyarakat situ, apa yang ada di lokal,” kata Ubaid dalam diskusi di Jakarta, Senin (12/10).

Baca juga:

Ombudsman Temukan Masalah MBG di 34 Provinsi, BGN Buka Diri untuk Evaluasi

JPPI Dorong Pemanfaatan Hasil Pertanian dan Peternakan Lokal

Menurut Ubaid, daerah yang memiliki peternak ayam seharusnya dapat memanfaatkan produksi telur dan daging ayam setempat untuk memenuhi kebutuhan program MBG.

Hal serupa berlaku di wilayah yang memiliki petani beras, pembudidaya ikan lele, serta petani sayuran. Potensi produksi pangan di setiap daerah dinilai perlu menjadi bagian dari pemenuhan kebutuhan bahan makanan program tersebut.

Pelibatan produsen lokal, kata Ubaid, dapat memperluas pasar bagi hasil pertanian dan peternakan. Dengan demikian, anggaran MBG tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan penerima manfaat, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat.

Baca juga:

BGN Proses Registrasi Ulang SPPG, Temukan Yayasan yang Minta Setoran per Ompreng

Pemerintah Perlu Memetakan Potensi Pangan Daerah

Untuk mendukung keterlibatan produsen lokal, Ubaid menilai kebutuhan bahan pangan MBG perlu disesuaikan dengan potensi produksi masing-masing daerah.

Pemerintah juga perlu memetakan ketersediaan komoditas pangan agar pasokan dari luar daerah tidak mendominasi ketika produsen lokal sebenarnya mampu memenuhi kebutuhan program.

Pemerintah juga perlu memetakan ketersediaan komoditas agar pasokan dari luar daerah tidak mendominasi ketika produsen lokal sebenarnya mampu memenuhi kebutuhan,

Koordinator JPPI, Ubaid Matraji.

Keberhasilan MBG Tak Hanya Diukur dari Pemenuhan Gizi

Ubaid menegaskan, keberhasilan program Makan Bergizi Gratis tidak cukup diukur dari pemenuhan makanan bergizi bagi para penerima manfaat.

Menurut dia, program tersebut juga perlu memberikan dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat, khususnya petani, peternak, dan pelaku UMKM.

“Program tersebut juga perlu memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat, terutama petani, peternak, dan pelaku UMKM,” tutup Ubaid. (Knu)

#UMKM #Makan Bergizi Gratis #JPPI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
JPPI Minta Petani, Peternak, dan UMKM Lokal Jadi Pemasok Utama Program MBG
JPPI meminta pemerintah memprioritaskan petani, peternak, dan UMKM lokal dalam rantai pasok MBG agar program berdampak pada ekonomi masyarakat.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 12 Oktober 2026
JPPI Minta Petani, Peternak, dan UMKM Lokal Jadi Pemasok Utama Program MBG
Indonesia
Misteri Mayat Terborgol di Gedung Kosong Kendal, BGN Bantah Keras Ada Kaitan dengan Program MBG
Heboh penemuan mayat terborgol di gedung kosong Kendal yang dikaitkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Cek fakta dan klarifikasi resmi BGN di sini!
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 10 Oktober 2026
Misteri Mayat Terborgol di Gedung Kosong Kendal, BGN Bantah Keras Ada Kaitan dengan Program MBG
Indonesia
Kemenkeu Pangkas Anggaran BGN 38 Triliun, Jadi Rp 229 Triliun
Angka tersebut mengalami penyesuaian seiring dengan kebijakan efisiensi anggaran.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
Kemenkeu Pangkas Anggaran BGN 38 Triliun, Jadi Rp 229 Triliun
Indonesia
BGN Mulai Uji Coba MBG Prasmanan, Sebut Makanan Lebih Hangat dan Segar
BGN kini memulai uji coba sistem MBG prasmanan. Menurut BGN, makanan jadi lebih hangat dan segar.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
BGN Mulai Uji Coba MBG Prasmanan, Sebut Makanan Lebih Hangat dan Segar
Indonesia
Ombudsman Temukan Masalah MBG di 34 Provinsi, BGN Buka Diri untuk Evaluasi
Ombudsman RI menemukan temuan terkait penyelenggaraan MBG di 34 provinsi. BGN menyatakan terbuka terhadap hasil kajian dan rekomendasi.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 07 Oktober 2026
Ombudsman Temukan Masalah MBG di 34 Provinsi, BGN Buka Diri untuk Evaluasi
Indonesia
Hasil Survei Kadin Sebut Birokrasi dan Kebijakan Pengaruhi Perkembangan UMKM
Sebanyak 16,4 persen responden pelaku bisnis mengatakan, permasalahan pengembangan bisnis masih ada pada birokrasi,
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 06 Oktober 2026
Hasil Survei Kadin Sebut Birokrasi dan Kebijakan Pengaruhi Perkembangan UMKM
Indonesia
Program MBG Uji Coba Sistem Prasmanan ala Jepang, Siswa Ikut Sajikan Makanan
BGN menguji coba sistem prasmanan MBG di lebih dari 60 dapur SPPG. Siswa ikut piket menyajikan makanan hangat di kelas seperti di Jepang.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Program MBG Uji Coba Sistem Prasmanan ala Jepang, Siswa Ikut Sajikan Makanan
Indonesia
BGN Proses Registrasi Ulang SPPG, Temukan Yayasan yang Minta Setoran per Ompreng
BGN menemukan yayasan yang meminta setoran per ompreng kepada mitra SPPG. Mitra yang merasa dirugikan dapat mengajukan penggantian yayasan.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 03 Oktober 2026
BGN Proses Registrasi Ulang SPPG, Temukan Yayasan yang Minta Setoran per Ompreng
Indonesia
Kepala BGN Minta Kepala Daerah Sidak Dapur MBG, Bahkan Bisa Dilakukan Jam 2 Pagi
Kepala BGN Sudaryono meminta kepala daerah rutin sidak SPPG untuk mengawasi program MBG. Inspeksi bahkan bisa dilakukan jam 2 pagi.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 03 Oktober 2026
Kepala BGN Minta Kepala Daerah Sidak Dapur MBG, Bahkan Bisa Dilakukan Jam 2 Pagi
Indonesia
Kepala BGN Minta CCTV SPPG Ditarik ke Kantor Pusat, Biar AI Bisa Awasi Cara Potong Kubis
Kepala BGN Sudaryono pasang AI di CCTV dapur SPPG untuk awasi kebersihan Makan Bergizi Gratis. Pemda diminta sidak jam 3 pagi dan laporkan calo!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Kepala BGN Minta CCTV SPPG Ditarik ke Kantor Pusat, Biar AI Bisa Awasi Cara Potong Kubis
Bagikan