Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Tekno

Twitter Hidup Lagi! Siap Jadi Penantang X Milik Elon Musk

Yusuf Abdillah - Selasa, 01 September 2026

Merahputih.com - Nama Twitter kembali mencuat di tengah ketatnya persaingan media sosial. Setelah diubah menjadi X oleh Elon Musk, identitas Twitter kini coba dihidupkan kembali melalui proyek Operation Bluebird lewat platform Twitter.now.

Proyek ini digagas sejumlah pihak, salah satunya Stephen Coates, mantan penasihat hukum Twitter. Kemunculan Twitter.now berlangsung ketika sengketa merek yang melibatkan Elon Musk, X, dan kelompok di balik Operation Bluebird masih bergulir di pengadilan Amerika Serikat.

Baca juga:

Elon Musk Ubah Skema Monetisasi Konten di Aplikasi X, Fokus Orisinalitas di Tengah Serbuan AI

Dikutip dari Engadget, Coates memperkenalkan Twitter.now melalui unggahan di LinkedIn. Ia mengatakan rencana untuk menghidupkan kembali Twitter telah dipersiapkan selama berbulan-bulan sebelum akhirnya diluncurkan.

Hidupkan Kembali Identitas Twitter

Twitter.now mencoba menghadirkan kembali nuansa Twitter sebelum era X. Platform ini menggunakan warna biru sebagai identitas utama dan menampilkan logo burung yang sangat identik dengan Twitter lama.

Operation Bluebird menilai identitas serta kekayaan intelektual Twitter telah ditinggalkan setelah Musk mengakuisisi perusahaan tersebut pada 2022. Setahun kemudian, Musk mengganti nama Twitter menjadi X sekaligus mengubah logonya.

Perubahan tersebut kemudian dipandang sebagai peluang untuk menghidupkan kembali merek Twitter. Namun, persoalan hak atas merek tetap menjadi bagian penting dalam sengketa hukum yang berlangsung.

Baca juga:

Kekayaan Elon Musk Meledak Sejak IPO SpaceX, Tembus Rp 23.120 Triliun

Twitter.now Siapkan AI untuk Cek Fakta

Meski membawa kembali nama Twitter, Operation Bluebird ingin menghadirkan pengalaman yang berbeda.

Kelompok tersebut mengkritik algoritma media sosial yang dianggap dapat memperkuat kemarahan pengguna, memicu pertumbuhan bot, serta membuat masyarakat semakin sulit membedakan informasi yang benar dan keliru.

Untuk mendukung konsep tersebut, Twitter.now menyiapkan fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama Vera, singkatan dari veracity engine for real-time analysis.

Vera dirancang untuk membantu pengguna memeriksa fakta dalam sebuah unggahan. Teknologi tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai tingkat kredibilitas informasi yang muncul di platform.

Baca juga:

Grok 'Tobat' Jadi Tukang Edit Bikini, Elon Musk Akhirnya Kena 'Ulti' Gubernur dan Jaksa Agung California

Twitter Baru Tak Gratis

Twitter.now juga menerapkan model berbeda untuk pendaftaran pengguna.

Untuk tahap awal, pengguna yang ingin bergabung sebagai "founder" harus membayar biaya satu kali sebesar 20 dolar AS atau sekitar Rp355 ribu.

Operation Bluebird menyebut biaya tersebut ditujukan untuk mengurangi akun bot sekaligus membantu menjaga independensi platform dari kepentingan pihak tertentu.

Dengan adanya biaya masuk, pengelola berharap akun yang bergabung benar-benar berasal dari pengguna nyata.

Baca Artikel Asli