Dikecam di Berbagai Negara, X Akhirnya Hentikan Grok AI Lucuti Pakaian Orang Nyata

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 15 Januari 2026
Dikecam di Berbagai Negara, X Akhirnya Hentikan Grok AI Lucuti Pakaian Orang Nyata

Ilustrasi (foto: unsplash/salvador)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — MODEL AI Grok milik Elon Musk tidak lagi dapat mengedit foto orang nyata untuk menampilkan mereka dalam pakaian yang mengungkap tubuh di yurisdiksi tempat hal tersebut ilegal. Kebijakan ini muncul setelah kekhawatiran luas atas deepfake AI yang diseksualisasi.

“Kami telah menerapkan langkah-langkah teknologi untuk mencegah akun Grok mengizinkan pengeditan gambar orang nyata dalam pakaian yang mengungkap tubuh,” bunyi pengumuman di X.

Perubahan kebijakan X diumumkan beberapa jam setelah jaksa tertinggi California mengatakan negara bagian tersebut sedang menyelidiki penyebaran deepfake AI yang diseksualisasi, termasuk yang melibatkan anak-anak, yang dihasilkan model AI tersebut.

“Kami kini menerapkan pemblokiran berbasis wilayah (geoblock) atas kemampuan semua pengguna untuk menghasilkan gambar orang nyata dengan bikini, pakaian dalam, dan busana serupa melalui akun Grok dan Grok di X di yurisdiksi tempat hal itu ilegal,” kata X dalam pernyataan pada Rabu (14/1).

X juga menegaskan kembali bahwa hanya pengguna berbayar yang dapat mengedit gambar menggunakan Grok di platform mereka. Menurut pernyataan tersebut, kebijakan ini menambah lapisan perlindungan dengan membantu memastikan bahwa pihak yang menyalahgunakan Grok untuk melanggar hukum atau kebijakan X dapat dimintai pertanggungjawaban.

Baca juga:

Grok AI Belum Punya Filter Pornografi, DPR Tuntut Langkah Proaktif Kemkomdigi


Dengan pengaturan not safe for work (NSFW) diaktifkan, Grok seharusnya hanya mengizinkan ketelanjangan tubuh bagian atas dari manusia dewasa imajiner (bukan orang nyata), sesuai dengan apa yang lazim terlihat dalam film berperingkat R. “Itu merupakan standar de facto di Amerika. Hal ini akan berbeda di wilayah lain sesuai hukum setiap negara,” kata miliarder teknologi tersebut.

Sebelumnya, Musk membela X dengan menyatakan para pengkritik hanya ingin menekan kebebasan berbicara, seraya mengunggah dua gambar buatan AI yang menampilkan Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer mengenakan bikini.

Dalam beberapa hari terakhir, para pemimpin dunia mengkritik fitur pengeditan gambar Grok. Akhir pekan lalu, Malaysia dan Indonesia menjadi negara pertama yang melarang alat AI Grok setelah pengguna mengatakan foto-foto telah diubah menjadi gambar eksplisit tanpa persetujuan.

Peneliti kebijakan Riana Pfefferkorn mengatakan ia terkejut X membutuhkan waktu lama untuk menerapkan pengamanan baru Grok. Ia menegaskan fitur pengeditan seharusnya dihapus segera setelah penyalahgunaan mulai terjadi. Pertanyaan juga masih tersisa tentang bagaimana X akan menegakkan kebijakan barunya, seperti bagaimana model AI akan mengetahui apakah sebuah gambar ialah orang nyata dan tindakan apa yang akan diambil ketika pengguna melanggar aturan.

“Musk tidak menampilkan perusahaannya secara serius. Akan membantu jika ia berhenti melakukan hal-hal seperti mengunggah ulang gambar AI Keir Starmer memakai bikini,” tegas Pfefferkorn.(dwi)

Baca juga:

Indonesia dan Malaysia Blokir Grok Milik Elon Musk, Kementerian Komdigi Soroti Pelanggaran HAM

#AI #Elon Musk #Grok
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).

Berita Terkait

Dunia
Kekayaan Elon Musk Meledak Sejak IPO SpaceX, Tembus Rp 23.120 Triliun
Elon Musk resmi mencatat sejarah sebagai orang pertama di dunia dengan kekayaan lebih dari 1 triliun dolar AS.
Wisnu Cipto - Rabu, 17 Juni 2026
Kekayaan Elon Musk Meledak Sejak IPO SpaceX, Tembus Rp 23.120 Triliun
Indonesia
AI Diusulkan Diatur Lewat Undang Undang
pemerintah saat ini masih memprioritaskan penyelesaian Peraturan Presiden tentang Peta Jalan Kecerdasan Artifisial Nasional yang drafnya telah diserahkan ke Sekretariat Negara untuk ditandatangani presiden.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 17 Juni 2026
AI Diusulkan Diatur Lewat Undang Undang
Lifestyle
Era Physical AI Dimulai, Agibot Bawa Robot Humanoid hingga Robot Otonom ke Indonesia
Integrasi antara kecerdasan buatan dan sistem fisik diperkirakan akan semakin cepat dalam beberapa tahun mendatang.
Dwi Astarini - Rabu, 10 Juni 2026
Era Physical AI Dimulai, Agibot Bawa Robot Humanoid hingga Robot Otonom ke Indonesia
Indonesia
Bansos Barang Diganti Transfer Duit Tunai Rp 4,5 Juta, Luhut: Semua Dimonitor AI
Sistem data tunggal nasional berbasis AI digunakan untuk bansos, UMKM, dan transparansi pemerintahan.
Wisnu Cipto - Rabu, 10 Juni 2026
Bansos Barang Diganti Transfer Duit Tunai Rp 4,5 Juta, Luhut: Semua Dimonitor AI
Berita Foto
Salesforce Hadirkan Agentforce World Tour di Jakarta, Percepat Transformasi Digital Berbasis AI
Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia, Silmy Karim memberikan sambutan dalam Agentforce World Tour Jakarta 2026 di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 23 April 2026
Salesforce Hadirkan Agentforce World Tour di Jakarta, Percepat Transformasi Digital Berbasis AI
Berita
Jadi Korban Manipulasi AI, Prabowo Kaget Suaranya Bagus Jadi Bisa Nyanyi
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan dirinya pernah menjadi korban manipulasi teknologi kecerdasan buatan (AI) yang mampu meniru suara dan penampilannya.
Wisnu Cipto - Rabu, 08 April 2026
Jadi Korban Manipulasi AI, Prabowo Kaget Suaranya Bagus Jadi Bisa Nyanyi
Berita Foto
Indosat Hadirkan Google Gemini untuk Pelanggan, Dorong Layanan Digital Berbasis AI
Peluncuran Bundling Indosat dan Google Gemini yang berlangsung di Jakarta, Kamis (8/4/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 08 April 2026
Indosat Hadirkan Google Gemini untuk Pelanggan, Dorong Layanan Digital Berbasis AI
Berita Foto
SAMA Connect Soroti Pentingnya Hyper-Localized Marketing di Era Digital
CEO Ideoworks & President SAMA Indonesia, Arianto Bigman memberikan pemaparan dalam diskusi di Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 07 April 2026
SAMA Connect Soroti Pentingnya Hyper-Localized Marketing di Era Digital
Indonesia
Lurah Kalisari Dinonaktifkan, Imbas Kasus Foto AI di Aplikasi JAKI
Lurah Kalisari itu tersandung kasus unggahan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) di wilayahnya yang menggunakan visualisasi AI dalam merespons laporan warga.
Wisnu Cipto - Selasa, 07 April 2026
Lurah Kalisari Dinonaktifkan, Imbas Kasus Foto AI di Aplikasi JAKI
Indonesia
Habiburokhman: Hati-Hati, Foto Pelaku Penyiraman Andrie Yunus yang Beredar Diduga AI
Ketua Komisi III DPR Habiburokhman mengingatkan publik agar berhati-hati terhadap foto pelaku penyiraman aktivis KontraS Andrie Yunus yang diduga merupakan rekayasa AI.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 16 Maret 2026
Habiburokhman: Hati-Hati, Foto Pelaku Penyiraman Andrie Yunus yang Beredar Diduga AI
Bagikan