MerahPutih.Com - Kejadian sial menimpa Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Gedung kebanggaannya yang berlokasi di New York mengalami musibah kebakaran.
Kebakaran di Trump Tower itu terjadi pada Senin (8/1) pagi. Akibat kebakaran tersebut menurut laporan Departemen Pemadaman Kebakaran New York (FDNY) menyebabkan dua orang terluka parah. Salah satunya kritis dan lainnya luka-luka.
Pada saat kejadian, Donald Trump tidak berada di tempat kejadian. Presiden AS itu berada di Washington. Sebagaimana diketahui Trump Tower merupakan istana tempat Donald Trump menggerakan semua bisnisnya.
Berdasarkan laporan media setempat, awalnya tidak ada korban dalam kebakaran tersebut. Namun berita itu diralat petugas kebakaran yang menangani Trump Tower.
“Satu orang menderita luka parah, yang kemungkinan mengancam nyawanya, dan satu lagi mengalami luka ringan, “kata petugas pemadam kebakaran setempat.
Eric Trump, salah satu putra presiden, mengatakan di Twitter bahwa kebakaran itu disebabkan oleh api kecil dari listrik pada menara pendingin di atap bangunan.
"Pemadam Kebakaran New York berada di sini dalam beberapa menit dan melakukan pekerjaan yang luar biasa," demikian cuit anak Trump. "Pria dan wanita dari #FDNY adalah pahlawan sejati dan pantas mendapat ucapan terima kasih dan pujian yang paling tulus!" tambahnya.
Sebagaimana dilansir Antara, kebakaran tersebut dilaporkan melalui telepon beberapa waktu sebelum pukul 7.00 waktu setempat di lantai atas pada bangunan berlantai 68 tersebut, yang merupakan tempat tinggal utama Trump sebelum kemenangan pemilihan umum dan pelantikan hampir setahun yang lalu.
"Lebih dari 90 menit setelah laporan awal, 84 petugas pemadam kebakaran dan 26 kendaraan pemadam masih berada di tempat kejadian itu, "demikian juru bicara departemen pemadam kebakaran Ken Reilly.(*)