Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Troli Peti Jenazah Korban COVID-19 Beroda Tanks Karya UK Petra Surabaya

Andika Pratama - Sabtu, 13 Maret 2021

MerahPutih.com - Enam personel terdiri dari dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Universitas Kristen Petra (UK Petra) Surabaya menciptakan troli peti jenazah korban COVID-19 beroda tank.

Keenam orang itu adalah Fandi D Suprianto, Yopi Y Tanoto, Amelia, Ian H Siahaan, Ivan Christian dan Guntar Henjaya.

Baca Juga

Jumlah Pasien COVID-19 Berhasil Sembuh Capai 1.231.454

Inovasi yang dirakit di PT. Santo Indonesia menghabiskan biaya sekitar Rp15 juta. Pengadaan alat itu untuk memudahkan pemakaman di musim penghujan dan sudah diserahkan ke pengelola TPU Keputih, Surabaya.

"Untuk itu kami membuat alat bantu ini, yang menyesuaikan kebutuhan di TPU Keputih. Menurut data dan informasi dari DKRTH, sifat tanah di Keputih memang berbeda. Sifat tanahnya akan keras jika musim kemarau dan menjadi sangat becek dan berlumpur dan mudah ambles ketika di musim penghujan," ujar Ketua Tim, Fandi D Suprianto di Surabaya, Sabtu (13/3)

Ia menambahkan, alat ini dirancang khusus agar saat mengangkat jenazah bisa digantikan frame pada meja yang bisa didorong dan ditarik dengan menambahkan bagian handle.

"Agar pemindahan peti mudah, maka tim kita pilih penggunaan roda dengan roller. Sedangkan, mengatasi tanah becek atau berlumpur di waktu penghujan, digunakan sistem roda-rantai agar tetap bisa dijalankan di lahan yang becek," sambung Zulfan.

Troli peti jenazah korban COVID-19 karya UK Petra Surabaya disumbangkan kepada petugas pemakaman TPU Keputih
Troli peti jenazah korban COVID-19 karya UK Petra Surabaya disumbangkan kepada petugas pemakaman TPU Keputih. Foto: Istimewa

Alat ini dirancang dengan membutuhkan waktu selama dua bulan. Ciri khas inovasi ini terletak pada rodanya yang mirip roda 'tank'. Dan troli ini sangat pas untuk kondisi tanah di TPU Keputih.

Troli ini berdimensi panjang 2320 mm, lebar 470 mm dan tinggi 660 mm. Dengan spesifikasi menuframe dari besi sedangkan rodanya dari karet dan besi, berat troli ini mencapai 165 kilogram.

"Kendati beratnya di atas 100 kilogram namun sangat ringan jika secara bersamaan didorong dan ditarik oleh masing-masing satu orang petugas," beber Fandi.

Troli tersebut telah berada di TPU Keputih untuk membantu para pekerja di sana yang diklaim mampu menghemat tenaga.

"Alat ini sangat membantu, biasanya peti COVID-19 diangkat oleh empat hingga lima orang, namun dengan alat ini cukup membutuhkan tiga orang saja, jadi mampu menghemat tenaga," tandas Zulfan. (Andika Eldon/Surabaya)

Baca Juga

MPR Minta Waspadai Penyebaran Varian Baru COVID-19 saat Libur Panjang

Baca Artikel Asli