Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Tren Inflasi Naik, Nilai Tukar Rupiah Bisa Capai Rp 17.575 per Dolar AS

Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 13 Mei 2026

MerahPutih.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Rabu (13/5) pada pembukaan pasar masih berfluktuasi, bergerak pada posisi Rp17.515 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 17.529 per dolar AS.

Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova memperkirakan rupiah pada perdagangan hari ini, berpeluang melemah seiring risiko geopolitik dan tren kenaikan inflasi global.

"Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah dengan kisaran di Rp17.525 - Rp 17.575, dipengaruhi oleh global kembali naiknya harga minyak, index dollar dan yield obligasi pemerintah AS akibat risiko geopolitik dan tren kenaikan inflasi," katanya.

Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang kini menyentuh level Rp 17.500 per dolar Amerika Serikat (AS), dipengaruhi kombinasi faktor global dan domestik.

Baca juga:

Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah Bakal Bikin Asing Masukan Duit ke Indonesia

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menjelaskan, dari faktor global, tekanan rupiah dipicu meningkatnya intensitas konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak dan ketidakpastian global.

Sementara dari domestik, bank sentral juga mencatat terjadinya peningkatan kebutuhan dolar AS secara musiman, seperti pembayaran utang luar negeri (ULN), dividen, serta kebutuhan ibadah haji yang mendorong permintaan valas di pasar domestik.

"BI akan terus berkomitmen untuk selalu berada di pasar dengan melakukan smart intervention, baik di pasar spot, DNDF maupun NDF, dan juga mengoptimalkan penggunaan semua instrumen operasi moneter sehingga diharapkan dapat mengurangi tekanan pada rupiah," kata Destry. (*)

Baca Artikel Asli