MerahPutih Nasional - Pakar komunikasi dan politik Indonesia Tjipta Lesamna kembali mempertanyakan tema kampanye "Trisaksi dan Nawacita" yang menjadi tema kampanye Jokowi saat pilpres lalu. Sebab, hampir enam bulan lamanya sebagai presiden dan kepala pemerintahan, Jokowi belum mewujudkan Trisakti dan Nawacita dalam kehidupan nyata.
"Pak Jokowi ini selalu ngomong Trisakti dan Nawacita. Jokowi tau enggak arti Trisakti?" kata Tjipta saat menjadi pembicara peluncuran buku "Republik Komedi 1/2 Presiden" di lantai 12 DPR RI, ruang Fraksi Golkar, Kamis (26/3). (Baca: Presiden Jokowi Dituding Lakukan Nepotisme)
Menurut Tjipta, konsep Trisakti Bung Karno yang mengantarkan Jokowi menjadi presiden belum ada yang terlihat. Hal itu dapat dilihat dari betapa tidak independen dan otonomnya Jokowi setiap mengeluarkan kebijakan. Padahal, kata dia, konsep Trisakti Bung Karno itu adalah berkedaulatan dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.
"Tapi waktu kemarin ke Jepang, Jokowi mengatakan Jepang menjadi basis ekonomi Indonesia," tambah Tjipta. (Baca: Jokowi Disarankan Tinggalkan Megawati dan Surya Paloh)
Hal lain yang tidak bisa diwujudkan Jokowi sesuai janji-janji kampanyenya, kata Tjipta, adalah terkait dengan koalisi dan dukungan tanpa syarat. Namun yang terjadi, Jokowi malah merangkul elite politik dan relawannya untuk menduduki jabatan tertentu, baik di kabinet maupun di komisaris perusahaan BUMN.
"Jadi ini sudah banyak yang ngawur, relawan jadi komisaris. Watimpres juga. Waktu kemarin ke Jepang, Jokowi bilang kita berharap Jepang menjadi basis ekonomi Indonesia. Jokowi tau enggak arti Trisakti? Jangan sampai kejadian tahun 74 terulang lagi," katanya. (hur)