Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Hiburan & Gaya Hidup

Tips Jaga Daya Tahan Tubuh untuk Cegah ISPA pada Musim Kemarau

Yusuf Abdillah - Senin, 17 Agustus 2026

Merahputih.com - Cuaca panas dan meningkatnya polusi udara selama musim kemarau dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada kelompok rentan.

Dokter spesialis paru dan pernapasan Dr. dr. Feni Fitriani Taufik, Sp.P(K), M.Pd.Ked mengatakan debu dan polutan yang terhirup dapat mengiritasi saluran pernapasan dan menurunkan daya tahannya.

Baca juga:

Momok Mematikan Musim Kemarau, Kenali Beda Gejala Heat Exhaustion dan Heat Stroke!

“Iritasi tersebut dari debu akan menurunkan daya tahan saluran napas, menyebabkan inflamasi, sehingga mudah terkena ISPA atau infeksi saluran pernapasan atas,” ujar Feni kepada Antara.

Dosen Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu menjelaskan, orang dengan daya tahan tubuh rendah memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan pernapasan ketika terpapar polusi udara, terutama saat musim kemarau.

Jaga Daya Tahan Tubuh

Karena itu, ia mendorong masyarakat menjaga daya tahan tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat, mulai dari mengonsumsi makanan bergizi seimbang hingga mencukupi waktu istirahat.

Pola makan sebaiknya mencakup buah-buahan, sayuran, dan sumber vitamin. Suplemen vitamin maupun antioksidan juga dapat dipertimbangkan ketika kualitas udara memburuk.

Kurangi Paparan Polusi

Feni juga mengingatkan masyarakat untuk tidak ikut memperburuk kualitas udara. Salah satunya dengan menghindari kebiasaan membakar sampah dan merokok.

Dari kita sendiri supaya tidak terjadi menambah polusi udara, ya tidak ikut-ikutan membakar sampah, atau tidak merokok,

katanya.

Saat kualitas udara memburuk, masyarakat disarankan membuat skala prioritas untuk kegiatan di luar rumah. Jika aktivitas di luar tidak dapat dihindari, gunakan perlindungan yang sesuai, seperti kacamata dan pelindung wajah.

Baca juga:

El Nino Diprediksi Lebih Panjang, Pemprov DKI Aktifkan Water Mist untuk Tekan Polusi

“Kalau memang harus keluar rumah, ya gunakan alat-alat proteksi yang tadi dan sesegera mungkin kembali ke rumah untuk menghindari pajanan debu,” ujar Feni.

Bagi penderita penyakit pernapasan kronis seperti asma, Feni mengingatkan pentingnya tetap mengonsumsi obat rutin sesuai anjuran dokter ketika kualitas udara memburuk.

Apa Itu ISPA?

ISPA merupakan istilah yang mencakup berbagai infeksi pada saluran pernapasan bagian atas maupun bawah, termasuk hidung, tenggorokan, sinus, bronkus, dan paru-paru. Infeksi tersebut dapat disebabkan oleh virus, bakteri, maupun jamur.

Selain menjadi sumber iritasi, polusi udara juga dapat memperburuk gangguan pernapasan dan memicu masalah pada saluran napas.

Baca juga:

Cuaca Tak Menentu dan Polusi Tinggi, Warga Jakarta Diminta Waspadai ISPA

Gejala ISPA antara lain batuk, pilek, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, demam, sesak napas, suara serak atau hilang, sakit kepala, serta nyeri otot dan sendi.

Feni mengingatkan masyarakat tidak mengabaikan gejala tersebut, terutama jika dialami kelompok rentan seperti balita, lansia, penderita penyakit paru-paru, dan penderita penyakit jantung.

Baca Artikel Asli