Tips Jaga Daya Tahan Tubuh untuk Cegah ISPA pada Musim Kemarau

Yusuf AbdillahYusuf Abdillah - Senin, 17 Agustus 2026
Tips Jaga Daya Tahan Tubuh untuk Cegah ISPA pada Musim Kemarau

Ilustrasi pemakaian masker (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Cuaca panas dan meningkatnya polusi udara selama musim kemarau dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada kelompok rentan.

Dokter spesialis paru dan pernapasan Dr. dr. Feni Fitriani Taufik, Sp.P(K), M.Pd.Ked mengatakan debu dan polutan yang terhirup dapat mengiritasi saluran pernapasan dan menurunkan daya tahannya.

Baca juga:

Momok Mematikan Musim Kemarau, Kenali Beda Gejala Heat Exhaustion dan Heat Stroke!

“Iritasi tersebut dari debu akan menurunkan daya tahan saluran napas, menyebabkan inflamasi, sehingga mudah terkena ISPA atau infeksi saluran pernapasan atas,” ujar Feni kepada Antara.

Dosen Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu menjelaskan, orang dengan daya tahan tubuh rendah memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan pernapasan ketika terpapar polusi udara, terutama saat musim kemarau.

Jaga Daya Tahan Tubuh

Karena itu, ia mendorong masyarakat menjaga daya tahan tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat, mulai dari mengonsumsi makanan bergizi seimbang hingga mencukupi waktu istirahat.

Pola makan sebaiknya mencakup buah-buahan, sayuran, dan sumber vitamin. Suplemen vitamin maupun antioksidan juga dapat dipertimbangkan ketika kualitas udara memburuk.

Kurangi Paparan Polusi

Feni juga mengingatkan masyarakat untuk tidak ikut memperburuk kualitas udara. Salah satunya dengan menghindari kebiasaan membakar sampah dan merokok.

Dari kita sendiri supaya tidak terjadi menambah polusi udara, ya tidak ikut-ikutan membakar sampah, atau tidak merokok,

katanya.

Saat kualitas udara memburuk, masyarakat disarankan membuat skala prioritas untuk kegiatan di luar rumah. Jika aktivitas di luar tidak dapat dihindari, gunakan perlindungan yang sesuai, seperti kacamata dan pelindung wajah.

Baca juga:

El Nino Diprediksi Lebih Panjang, Pemprov DKI Aktifkan Water Mist untuk Tekan Polusi

“Kalau memang harus keluar rumah, ya gunakan alat-alat proteksi yang tadi dan sesegera mungkin kembali ke rumah untuk menghindari pajanan debu,” ujar Feni.

Bagi penderita penyakit pernapasan kronis seperti asma, Feni mengingatkan pentingnya tetap mengonsumsi obat rutin sesuai anjuran dokter ketika kualitas udara memburuk.

Apa Itu ISPA?

ISPA merupakan istilah yang mencakup berbagai infeksi pada saluran pernapasan bagian atas maupun bawah, termasuk hidung, tenggorokan, sinus, bronkus, dan paru-paru. Infeksi tersebut dapat disebabkan oleh virus, bakteri, maupun jamur.

Selain menjadi sumber iritasi, polusi udara juga dapat memperburuk gangguan pernapasan dan memicu masalah pada saluran napas.

Baca juga:

Cuaca Tak Menentu dan Polusi Tinggi, Warga Jakarta Diminta Waspadai ISPA

Gejala ISPA antara lain batuk, pilek, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, demam, sesak napas, suara serak atau hilang, sakit kepala, serta nyeri otot dan sendi.

Feni mengingatkan masyarakat tidak mengabaikan gejala tersebut, terutama jika dialami kelompok rentan seperti balita, lansia, penderita penyakit paru-paru, dan penderita penyakit jantung.

#Polusi Udara #Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) #Musim Kemarau
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
33 Kabupaten/Kota Terdampak Kekeringan, BPBD Jawa Tengah Salurkan 75,4 Juta Liter Air
Sebanyak 75,4 juta liter air bersih telah disalurkan ke 33 kabupaten/kota di Jawa Tengah akibat kekeringan. Distribusi menjangkau 2,34 juta jiwa.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
33 Kabupaten/Kota Terdampak Kekeringan, BPBD Jawa Tengah Salurkan 75,4 Juta Liter Air
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Indonesia
113.336 Kasus ISPA akibat Karhutla, DPR Minta Pemerintah Perkuat Respons Kesehatan
Kemenkes mencatat 113.336 kasus ISPA akibat karhutla hingga 9 September 2026. DPR meminta pemerintah memperkuat layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
113.336 Kasus ISPA akibat Karhutla, DPR Minta Pemerintah Perkuat Respons Kesehatan
Indonesia
Kualitas Udara Jakarta 26 September 2026: Masuk 10 Besar Terburuk di Dunia
Jakarta masuk 10 besar sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia. Hal itu diketahui dari IQAir pada Sabtu (26/9) pagi.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Kualitas Udara Jakarta 26 September 2026: Masuk 10 Besar Terburuk di Dunia
Indonesia
Angka Kasus ISPA Tembus 174 Ribu, Kemenkes Soroti Dampak Asap Karhutla
Kemenkes mencatat 174.694 kasus ISPA di wilayah terdampak karhutla sepanjang Agustus hingga 21 September 2026. Sebanyak 40.363 kasus merupakan balita.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
Angka Kasus ISPA Tembus 174 Ribu, Kemenkes Soroti Dampak Asap Karhutla
Indonesia
BMKG: Lebih dari 61 Persen Wilayah Indonesia Masih Kemarau, Bantul 131 Hari Tanpa Hujan
BMKG mencatat lebih dari 61 persen wilayah Indonesia masih kemarau. Bantul mengalami 131 hari tanpa hujan, musim hujan diprediksi mulai November-Desember 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
BMKG: Lebih dari 61 Persen Wilayah Indonesia Masih Kemarau, Bantul 131 Hari Tanpa Hujan
Indonesia
BMKG: Musim Hujan 2026/2027 Datang Terlambat di Banyak Wilayah Indonesia
BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia memasuki musim hujan pada November-Desember 2026. Awalnya tak serentak dan sejumlah daerah diprediksi terlambat.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
BMKG: Musim Hujan 2026/2027 Datang Terlambat di Banyak Wilayah Indonesia
Indonesia
Kasus ISPA di Jakarta Naik 15,7 Persen, Dinkes DKI: Bukan karena Influenza A
Kasus ISPA di Jakarta naik 15,7 persen. Namun, Dinkes DKI menegaskan bahwa penyebabnya bukan dari influenza A.
Soffi Amira - Selasa, 22 September 2026
Kasus ISPA di Jakarta Naik 15,7 Persen, Dinkes DKI: Bukan karena Influenza A
Indonesia
Awas Nyesek! Kualitas Udara Jakarta Hari Ini Kategori Tidak Sehat, Wajib Pakai Masker
Kualitas udara Jakarta hari ini terpantau tidak sehat dengan polutan PM 2.5 yang lewati batas WHO. Cek update skor IQAir dan tips aman beraktivitas di sini
Angga Yudha Pratama - Jumat, 18 September 2026
Awas Nyesek! Kualitas Udara Jakarta Hari Ini Kategori Tidak Sehat, Wajib Pakai Masker
Indonesia
El Nino Ekstrem Kepung NTB, Satwa Endemik Terancam Punah Dilindas Kemarau
El Nino ekstrem hingga Desember 2026 mengancam kepunahan satwa endemik NTB akibat kekeringan parah
Wisnu Cipto - Kamis, 17 September 2026
El Nino Ekstrem Kepung NTB, Satwa Endemik Terancam Punah Dilindas Kemarau
Bagikan