Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Fun

TikTok Punya Aturan Baru untuk Pengguna di Bawah 18 Tahun

Muchammad Yani - Senin, 16 Agustus 2021

TIKTOK merupakan aplikasi yang kini digemari oleh masyarakat khususnya kalangan remaja. Platform ini menjadi sarana untuk mengekspresikan diri bagi penggunanya seperti menari, menyanyi, membuat tutorial dan memberikan informasi lainnya.

Kini, TikTok melakukan kontrol terhadap pengguna berdasarkan usianya pengguna. Hal ini bertujuan untuk melindungi privasi dan menjaga keamanan pengguna yang masih di bawah umur 18 tahun. Berdasarkan aturan terbarunya, pengguna dengan usia 13-15 tahun akan di kunci atau di private, dan hanya orang-orang tertentu saja yang dapat melihat unggahan di akun tersebut.

Baca juga:

Ini Rahasia Bikin Konten Video Menarik untuk Jualan di Media Sosial

“Kita ingin pengguna usia muda dapat membuat pilihan mengenai apa dan kepada siapa mereka ingin bagikan (kontennya), termasuk ketika mereka ingin membuka akun untuk dipertontonkan secara umum,” ujar Eric Han, Head of US Safety TikTok.

Selain itu, aturan yang berlaku untuk pengguna TikTok di bawah umur meliputi penggunanya dapat memilih teman maupun tidak untuk akun TikToknya, dan fitur komentar untuk umum tidak tersedia bagi pengguna berusia 13-15 tahun. Sementara, fitur duet dan stitch di TikTok tersedia untuk pengguna di atas 16 tahun. Selain itu, pengguna di atas 16 tahun dapat mengunduh konten yang ada di TikTok.

TikTok mengubah aturan untuk pengguna di bawah 18 tahun. (Foto: unsplash/MayGauthier)
TikTok mengubah aturan untuk pengguna di bawah 18 tahun. (Foto: unsplash/MayGauthier)

Menyesuaikan peraturan akun untuk mendukung privasi penggunanya, menjadi langkah untuk menjaga keamanan pengguna di bawah umur. Langkah ini dilakukan dengan, membatasi pesan langsung atau siaran langsung untuk pengguna 16 tahun, membatasi pembelian, pengiriman, dan penerimaan hadiah virtual untuk pengguna di bawah 18 tahun, dan mengizinkan orangtua untuk mengawasi akun TikTok anaknya melalui fitur Family Pairing.

Eric Berger, CEO Common Sense Network, mengatakan bahwa “Kami sangat senang bermitra dengan TikTok untuk mengembangkan pengalaman konten yang lebih baik bagi pengguna di bawah usia 13 tahun. Di Common Sense Networks, kamu melihat keterlibatan ini sebagai peluang untuk menggandakan komitmen kami untuk meningkatkan kualitas digital anak-anak, sehingga konten yang sesuai dengan usia adalah aturan di industri kamu dan bukan pengecualian,” ujarnya di laman berita TikTok. (Cil)

Baca juga:

Cyber Intelligence Forum Indonesia 2021 Bahas Tuntas Pentingnya Keamanan Siber

Baca Artikel Asli