Tiga Tahun Pemerintahan, Jokowi Bikin Warga Jabar Simpati

Kamis, 02 November 2017 - Zulfikar Sy

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo pelan-pelan mulai merebut simpati warga Jawa Barat. Hal itu terbukti dengan dirilisnya hasil survei SMRC yang menyatakan keunggulan Jokowi dari pesaing dekatnya Prabowo Subianto.

Berdasarkan hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dilakukan baru-baru ini, ditemukan bahwa dukungan warga Jawa Barat kepada Jokowi ungguli Prabowo Subianto dengan perolehan angka 48,8% berbanding 43,5%.

Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan menilai hasil positif Jokowi itu tak lepas dari kinerja Presiden Indonesia ketujuh itu selama tiga tahun pemerintahannya. Menurutnya, Jokowi mampu menunjukan karya-karyanya yang bisa dirasakan oleh warga Jawa Barat. Utamanya, terkait pembangunan infrastruktur.

"Saya kira faktor utama karena masyarakat Jawa Barat melihat Jokowi beda dengan dulu. Dia sudah menunjukan karya-karyanya yang bisa dinilai sehingga tingkat kepuasaan kepada Jokowi cukup tinggi termasuk di Jawa Barat," jelas Djayadi saat merilis hasil surveinya di Kantor SMRC, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (2/11).

‎Selain itu, kata Djayadi, Jokowi mengerti betul bila Jawa Barat merupakan lumbung suara terbesar di tanah air. Sehingga, sangat tepat Jokowi kerap berdinas ke Wilayah Jawa Barat.

"Kemudian sejumlah proyek infrastruktur besar juga dikerjakan di Jawa Barat. Hal itu membuat Jokowi tampak selalu terlihat di Jawa Barat sehinga persepsi terhadap dia mulai berubah," kata Djayadi.

Kesimpulannya, sejumlah faktor tersebut dirasa cukup berpengaruh mengangkat elektabilitas Jokowi hingga mengalahkan Prabowo belakangan ini. Padahal, beberapa kali survei, Prabowo selalu menang di Jabar sejak Pilpres 2014 lalu.

"Secara keseluruhan, kinerja positif itu yang berpengaruh terhadap mulai menyalipnya Jokowi kepada Prabowo," pungkasnya.

Sekadar informasi survei SMRC dilakukan pada akhir September hingga awal Oktober 2017, dengan 820 responden yang ditarik dengan menggunakan metode multi-stage random sampling di Jawa Barat dengan margin of error 3,5 persen, pada tingkat kepercayaan 95%. (Fdi)

Baca juga berita lainnya dalam artikel:

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan