Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Tiga RS di Yogyakarta Disiapkan Tampung Pasien Reaktif Rapid Test

Zulfikar Sy - Selasa, 12 Mei 2020

MerahPutih.com - Tes massal virus corona akan diselenggarakan di beberapa wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai Selasa (12/05). Sejumlah rumah sakit dan gedung serba guna disiapkan untuk mengarantina warga yang hasilnya reaktif.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan, pihaknya telah menyiapkan Asrama Haji yang terletak di Jalan Lingkar Utara Yogyakarta sebagai tempat karantina PDP.

Baca Juga:

Terbang dari Solo ke Jakarta dari Bandara Adi Soemarmo, Citilink Hanya Membawa 1 Penumpang

"Kami akan lakukan rapid test pada sekitar 1.375 warga esok hari. Kalau ada yang hasilnya positif, langsung kami karantina di Asrama Haji. Sambil menunggu mereka uji SWAB dan menunggu hasilnya keluar," ujar Sri Purnomo ditemui di Komplek Kepatihan, Yogyakarta pada Senin (11/05) usai pertemuan kepala daerah dengan Gubernur DIY.

Pelaksanaan rapid test terbagi menjadi tiga hari. Kuota 500 orang per hari. Ia melanjutkan, daya tampung Asrama Haji mampu memuat sekitar 156 orang. Ia memperkirakan lokasi ini mampu menampung jika 10 persen peserta rapid test hasilnya reaktif.

Pihaknya kini tengah memastikan kembali data warga yang akan melakukan rapid test.

Bupati kabupaten Sleman Sri Purnomo. (Foto: MP/Teresa Ika)
Bupati kabupaten Sleman Sri Purnomo. (Foto: MP/Teresa Ika)

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Joko Hastaryo mengatakan, pihaknya juga tengah meningkatkan daya tampung rumah sakit rujukan corona di Sleman.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul Agus Budi Raharjo mengatakan, guna penanganan CoViD-19 selanjutnya, pemerintah daerah telah menyiapkan dua rumah sakit tambahan. Keduanya ialah RS Rajawali Citra dan RS Nur Hidayah.

“Kami juga meningkatkan kewaspadaan karena yang ada di masyarakat sekarang ini rata-rata sudah tanpa gejala. Kira-kira sekitar 80 persen dari pasien COVID-19 yang ada di Bantul adalah tanpa gejala,” imbuhnya.

Baca Juga:

INTI Gandeng Pemuda Pancasila Salurkan Bantuan ke Warga Terimbas COVID-19

Bupati Gunungkidul Badingah pun menegaskan, pihaknya akan memaksimalkan RS Saptosari guna menampung warga yang akan dikarantina. Lokasi utama ini juga telah dibantu dengan berbagai lokasi yang disediakan oleh warga di tiap desa masing-masing.

“Meski memiliki kapasitas maksimal 60 orang, karena sedang pembangunan, kapasitas RS Saptosari saat ini hanya sekitar 25 orang. Tapi nanti kalau kurang, dari Persatuan Jamaah Haji Indonesia sudah menyatakan bersedia ikut menyediakan tempat,” imbuhnya.

Hingga Senin (11/05) berdasarkan catatan tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19, terdapat 159 pasien positif corona. Dari jumlah tersebut, tujuh di antaranya meninggal dunia, 61 orang sembuh, dan sisanya masih dirawat. Sementara total pasien dalam pengawasan (PDP) adalah 1.114 orang. Sedangkan Orang Dalam pengawasan (ODP) 5547 orang. (Teresa Ika)

Baca Juga:

Disnakerperin Pastikan Tidak Ada Perusahaan di Solo Keberatan Bayar THR

Baca Artikel Asli