Teknologi makin Maju, ini nih Tren Pekerjaan Indonesia di Masa Mendatang

Selasa, 24 Oktober 2023 - Dwi Astarini

PEKERJAAN menjadi hal dicari orang dari berbagai usia dan tingkat pengalaman. Entah itu fresh graduate maupun pekerja profesional. Akibatnya, tak jarang sempitnya lapangan dan kesempatan kerja menjadi momok bagi orang-orang.

Namun, ada angin segar bagi para pencari kerja saat ini. Sejak masa pandemi COVID-19 selesai, tren pasar tenaga kerja di area Asia, termasuk Indonesia, kembali naik. Jumlah lamaran pekerjaan yang masuk juga naik pesat.

BACA JUGA:

Profesional, 4 Zodiak ini Tidak Membiarkan Mood Mereka Memengaruhi Pekerjaannya

Hal itu disampaikan pihak JobStreet by SEEK lewat keterangan resminya yang diterima oleh Merahputih.com, Senin (23/10). Perusahaan ini baru saja menghadiri ajang Tech in Asia Conference 2023 di Jakarta pada 18 dan 19 Oktober.

Perusahaan nan bergerak di bidang teknologi dan pekerjaan ini ingin berkolaborasi dan berinovasi untuk membantu para job seeker. Mereka menghadirkan platform serta forum yang memudahkan para pencari kerja dan tenaga kerja untuk bisa bertemu sesuai dengan kriteria masing-masing.

Jobstreet

Sawitri menyebutkan sejumlah plus-minus yang dihasilkan AI dalam hal lapangan pekerjaan.(foto: JobStreet by SEEK)

Dalam acara ini, Indonesia Country Marketing Manager JobStreet by SEEK Sawitri membeberkan sejumlah peluang dan tren pekerjaan di masa mendatang. Hal ini diungkapkannya lewat topik 'Jobscape of Tomorrow'. "Ada lima sektor yang akan membuka lapangan kerja terbesar di Indonesia, yakni F&B, Retail, Bank dan Keuangan, Manufaktur, dan Teknologi," jelasnya.

Selama dua tahun belakangan, lowongan pekerjaan di sektor F&B (makanan dan minuman) bertambah sebesar 568 persen. Hal ini disusul oleh retail sebesar 227 persen, bank & keuangan sebesar 125 persen, manufaktur sebesar 92 persen, dan teknologi sebesar 19 persen.

Meski saat ini sektor teknologi menduduki posisi kelima, nyatanya industri ini diperkirakan akan mengalami kebangkitan di Indonesia. Hal ini dilihat dari semakin banyaknya sektor bisnis yang melakukan proses digitalisasi. Mulai dari sistem perekrutan hingga ke produktivitas kerja. Mau tidak mau, kualitas dan kuantitas SDM pun ikut meningkat. Jika berbicara soal SDM, Sawitri kemudian memaparkan tentang kekhawatiran para pencari kerja saat ini, yaitu bersaing dengan AI. Banyak orang merasa bahwa kecerdasan buatan ini bisa mengancam posisi pekerjaan di masa mendatang.

BACA JUGA:

Ekosistem Laut Indonesia Terancam Rusak, Unpad Bentuk Komunitas Ocean Young Guards

"Pertanyaan yang paling umum yakni apakah AI dapat menggantikan pekerjaan manusia? Ya dan tidak, tergantung dari jenis pekerjaannya," ungkapnya. Beberapa pekerjaan yang berfokus pada pola atau kegiatan berulang kemungkinan besar akan digantikan oleh AI di masa depan. Misalnya saja untuk pengisian data (data entry), pembuatan konten (content creating), dan administrasi.

Sementara itu, pekerjaan yang lebih banyak melibatkan keputusan, etika, interaksi manusia, dan kreativitas akan lebih sulit untuk digantikan oleh AI. Hal ini bisa menjadi peluang bagi para pekerja di sektor tertentu.

jobs

Jumlah pekerjaan dan pelamar kerja meningkat pesat setelah masa pandemi usai_Pexels_Fauxels

Hilangnya lapangan pekerjaan yang disebabkan oleh AI tentu digantikan dengan hal lainnya. Misalnya akan ada lebih banyak lapangan pekerjaan untuk mengembangkan dan mengawasi kerja AI.

Hal ini terjadi karena adanya peningkatan dalam adopsi teknologi terbaru dalam bidang bisnis dan digital. Oleh sebab itu, sejumlah SDM dengan keterampilan kerja khusus pun dibutuhkan.(mcl)

BACA JUGA:

ITB: Pengelolaan Sampah Butuh Teknologi dengan SDM yang Andal

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan