Teknologi makin Maju, ini nih Tren Pekerjaan Indonesia di Masa Mendatang

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 24 Oktober 2023
Teknologi makin Maju, ini nih Tren Pekerjaan Indonesia di Masa Mendatang

Ada tiga sektor pekerjaan yang membuka lapangan pekerjaan dengan jumlah yang besar.(foto: Pexels_Christina Morillo

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PEKERJAAN menjadi hal dicari orang dari berbagai usia dan tingkat pengalaman. Entah itu fresh graduate maupun pekerja profesional. Akibatnya, tak jarang sempitnya lapangan dan kesempatan kerja menjadi momok bagi orang-orang.

Namun, ada angin segar bagi para pencari kerja saat ini. Sejak masa pandemi COVID-19 selesai, tren pasar tenaga kerja di area Asia, termasuk Indonesia, kembali naik. Jumlah lamaran pekerjaan yang masuk juga naik pesat.

BACA JUGA:

Profesional, 4 Zodiak ini Tidak Membiarkan Mood Mereka Memengaruhi Pekerjaannya

Hal itu disampaikan pihak JobStreet by SEEK lewat keterangan resminya yang diterima oleh Merahputih.com, Senin (23/10). Perusahaan ini baru saja menghadiri ajang Tech in Asia Conference 2023 di Jakarta pada 18 dan 19 Oktober.

Perusahaan nan bergerak di bidang teknologi dan pekerjaan ini ingin berkolaborasi dan berinovasi untuk membantu para job seeker. Mereka menghadirkan platform serta forum yang memudahkan para pencari kerja dan tenaga kerja untuk bisa bertemu sesuai dengan kriteria masing-masing.

Jobstreet

Sawitri menyebutkan sejumlah plus-minus yang dihasilkan AI dalam hal lapangan pekerjaan.(foto: JobStreet by SEEK)

Dalam acara ini, Indonesia Country Marketing Manager JobStreet by SEEK Sawitri membeberkan sejumlah peluang dan tren pekerjaan di masa mendatang. Hal ini diungkapkannya lewat topik 'Jobscape of Tomorrow'. "Ada lima sektor yang akan membuka lapangan kerja terbesar di Indonesia, yakni F&B, Retail, Bank dan Keuangan, Manufaktur, dan Teknologi," jelasnya.

Selama dua tahun belakangan, lowongan pekerjaan di sektor F&B (makanan dan minuman) bertambah sebesar 568 persen. Hal ini disusul oleh retail sebesar 227 persen, bank & keuangan sebesar 125 persen, manufaktur sebesar 92 persen, dan teknologi sebesar 19 persen.

Meski saat ini sektor teknologi menduduki posisi kelima, nyatanya industri ini diperkirakan akan mengalami kebangkitan di Indonesia. Hal ini dilihat dari semakin banyaknya sektor bisnis yang melakukan proses digitalisasi. Mulai dari sistem perekrutan hingga ke produktivitas kerja. Mau tidak mau, kualitas dan kuantitas SDM pun ikut meningkat. Jika berbicara soal SDM, Sawitri kemudian memaparkan tentang kekhawatiran para pencari kerja saat ini, yaitu bersaing dengan AI. Banyak orang merasa bahwa kecerdasan buatan ini bisa mengancam posisi pekerjaan di masa mendatang.

BACA JUGA:

Ekosistem Laut Indonesia Terancam Rusak, Unpad Bentuk Komunitas Ocean Young Guards

"Pertanyaan yang paling umum yakni apakah AI dapat menggantikan pekerjaan manusia? Ya dan tidak, tergantung dari jenis pekerjaannya," ungkapnya. Beberapa pekerjaan yang berfokus pada pola atau kegiatan berulang kemungkinan besar akan digantikan oleh AI di masa depan. Misalnya saja untuk pengisian data (data entry), pembuatan konten (content creating), dan administrasi.

Sementara itu, pekerjaan yang lebih banyak melibatkan keputusan, etika, interaksi manusia, dan kreativitas akan lebih sulit untuk digantikan oleh AI. Hal ini bisa menjadi peluang bagi para pekerja di sektor tertentu.

jobs

Jumlah pekerjaan dan pelamar kerja meningkat pesat setelah masa pandemi usai_Pexels_Fauxels

Hilangnya lapangan pekerjaan yang disebabkan oleh AI tentu digantikan dengan hal lainnya. Misalnya akan ada lebih banyak lapangan pekerjaan untuk mengembangkan dan mengawasi kerja AI.

Hal ini terjadi karena adanya peningkatan dalam adopsi teknologi terbaru dalam bidang bisnis dan digital. Oleh sebab itu, sejumlah SDM dengan keterampilan kerja khusus pun dibutuhkan.(mcl)

BACA JUGA:

ITB: Pengelolaan Sampah Butuh Teknologi dengan SDM yang Andal

#Bisnis
Bagikan
Ditulis Oleh

Marcella

K-Pop enthusiast and books enjoyer.

Berita Terkait

Lifestyle
'Summarecon Discovery', Pengalaman Visual Perjalanan 50 Tahun Bisnis Properti
Summarecon Discovery menampilkan perjalanan lima dekade perusahaan properti Indonesia ini.
Dwi Astarini - Jumat, 28 November 2025
'Summarecon Discovery', Pengalaman Visual Perjalanan 50 Tahun Bisnis Properti
Indonesia
Sosok Hans Patuwo yang Jebolan Universitas dan Perusahaan Ternama di AS, Calon ‘Orang Nomor Satu’ di GoTo
Pengangkatan akan diajukan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 17 Desember 2025.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
Sosok Hans Patuwo yang Jebolan Universitas dan Perusahaan Ternama di AS, Calon ‘Orang Nomor Satu’ di GoTo
Indonesia
Alasan Prahara Banyak Startup Bangkrut & Gagal Versi BRIN
BRIN menyoroti ketidaksesuaian antara produk yang dikembangkan startup dengan kebutuhan masyarakat sebagai faktor utama.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 Oktober 2025
Alasan Prahara Banyak Startup Bangkrut & Gagal Versi BRIN
Indonesia
FLEI 2025 Dorong Jenama Lokal Tembus Pasar Global, Kadin Sebut Potensi Ekspor maki Terbuka
Dengan peluang yang sangat potensial, ajang tahunan ini menjadi magnet bagi pelaku usaha waralaba dan kemitraan.
Dwi Astarini - Sabtu, 11 Oktober 2025
FLEI 2025 Dorong Jenama Lokal Tembus Pasar Global, Kadin Sebut Potensi Ekspor maki Terbuka
Indonesia
Dharma Jaya Catat Lonjakan Bisnis 190 Persen Sambil Jaga Ketahanan Pangan
Dharma Jaya mencatat lonjakan bisnis 190 persen sambil menjaga ketahanan pangan.
Soffi Amira - Jumat, 03 Oktober 2025
Dharma Jaya Catat Lonjakan Bisnis 190 Persen Sambil Jaga Ketahanan Pangan
ShowBiz
‘KPop Demon Hunters’ Mewarnai Lorong Camilan di Korea Selatan, dari Mi Instan hingga Cake Bikin Perusahaan Cuan Besar
Perusahaan makanan berebut menggandeng megahit Netflix tersebut.
Dwi Astarini - Rabu, 01 Oktober 2025
 ‘KPop Demon Hunters’ Mewarnai Lorong Camilan di Korea Selatan, dari Mi Instan hingga Cake Bikin Perusahaan Cuan Besar
Lifestyle
Tersangkut Kasus Pajak, Ketua Ferrari Jalani Hukuman Kerja Sosial
John Elkann dan saudara-saudaranya, Lapo dan Ginerva, akan membayar 183 juta euro atau sekira Rp 3,53 triliun kepada otoritas pajak Italia.
Dwi Astarini - Rabu, 10 September 2025
 Tersangkut Kasus Pajak, Ketua Ferrari Jalani Hukuman Kerja Sosial
Indonesia
Unsur Politis Harus Dihindari Dalam Rencana Bisnis Kopdes, Bisa Gagal Jika Ambil Alih Bisnis Eksisting
Kopdes adalah program besar yang mahal dan berisiko, sehingga pemerintah perlu test the water dengan melakukan piloting
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 Juli 2025
Unsur Politis Harus Dihindari Dalam Rencana Bisnis Kopdes, Bisa Gagal Jika Ambil Alih Bisnis Eksisting
Indonesia
Pendapatan KAI Melonjak 29 Persen, Catatkan Laba Bersih Rp 2,21 T di 2024
Sejalan dengan itu, kinerja operasional KAI terus menunjukkan tren perbaikan yang konsisten dan berkelanjutan.
Dwi Astarini - Selasa, 01 Juli 2025
Pendapatan KAI Melonjak 29 Persen, Catatkan Laba Bersih Rp 2,21 T di 2024
Indonesia
Indonesia Ingin Ada Peluang Bisnis Baru Dengan Prancis
Prancis dan Indonesia dapat memberi sumbangan yang baik kepada stabilitas geopolitik dan geo ekonomi.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Mei 2025
Indonesia Ingin Ada Peluang Bisnis Baru Dengan Prancis
Bagikan