Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup

Teknik Olahraga Mudah saat Pandemi

Dwi Astarini - Senin, 14 Desember 2020

MASA karantina tak berarti melupakan aktivitas olahraga. Beberapa gerakan mudah bisa dipratikkan untuk tetap menjaga kesehatan. Easy sporting during quarantine (ESQ) hadir sebagai penunjang olahraga untuk masyarakat di tengah pandemi COVID-19.

Inovasi dari mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) ini digagas Annisaa’ Rahmaah Nurul Syawal, Dyah Ayu Adhasya Putri, dan Safa Rahmadila. Mereka berasal dari departemen sains aktuaria. Ikut serta juga Abdun Nafi’ dari departemen teknik informatika.

BACA JUGA:

Perempuan Ini Pecahkan Rekor Afro Terbesar di Dunia

Mereka memulai penelitian merujuk pada beberapa artikel yang beredar terkait dengan penurunan kesehatan fisik dan mental masyarakat akibat pandemi.

Annisaa’ sebagai ketua tim memaparkan gangguan fisik dan mental akan berdampak terhadap penurunan etos kerja dan produktivitas masyarakat. Padahal, itu sangat vital untuk mengoptimalkan pembangunan. “Masalah ini sangat besar pengaruhnya bagi masyarakat khususnya bagi pemuda Indonesia. Mereka akan cenderung kesulitan untuk menuju target pemuda emas Indonesia,” ujar Annisaa' dalam keterangan resminya, Senin(14/12).

Ia menambahkan, pihaknya selalu berupaya menciptakan aktivitas yang mampu berkolaborasi antara penanggulangan gangguan kesehatan fisik dan mental lewat sebuah kegiatan olahraga berupa ESQ. Kegiatan merupakan kombinasi yoga dan gerakan olahraga lainnya.

“ESQ mengusung tiga manfaat sekaligus, yakni membugarkan, menenangkan, dan menyehatkan,” jelas Annisaa'.

Penelitian mereka berbekal prinsip bahwa selain untuk membugarkan tubuh, olahraga juga dapat memicu pengeluaran hormon endorfin. “Hormon ini bekerja untuk meningkatkan rasa tenang sehingga mampu menghilangkan stres dan depresi bagi seseorang,” tuturnya.

olahraga ESQ
Terapkan teknik olahraga mudah saat masa karantina. (foto: istimewa)

Metode yang mereka gunakan pada penelitian ini mengusung rumus ATM (amati, tiru, dan modifikasi). Pada ESQ, mereka mengombinasi lahraga yang sudah ada dengan memperhatikan manfaat. “Umumnya cabang olahraga tertentu hanya memberikan satu manfaat, sedangkan gagasan kami mampu memberikan tiga manfaat sekaligus sehingga disebut sebagai olahraga pintar,” paparnya.

Nyatanya, inovasi mereka membawa keberhasilan hingga menyabet juara pada kompetisi Karya Tulis Ilmiah (KTI) Parade Sains yang digelar Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang yang berakhir Oktober lalu. “Kompetisi tesebut diikuti 266 peserta dan tim kami merupakan satu-satunya delegasi dari ITS,” pungkas Annisaa'.(*)

Baca Artikel Asli