Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Target Pemilih di Pilkada 2020 Dinilai Terlalu Tinggi

Angga Yudha Pratama - Jumat, 20 November 2020

Merahputih.com - Pengamat politik Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie menilai Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang memberikan target partisipasi pemilih pada Pilkada Serentak tahun 2020 sebesar 77,5 persen adalah terlalu tinggi.

"Target itu mungkin hanya ukuran Kemendagri, tapi kurang memperhitungkan kondisi masyarakat saat ini," kata Jerry Massie dikutip Antara, Kamis (19/11).

Baca Juga:

Cakada Diduga Koruptif Jangan Dipilih Saat Pilkada, MAKI Sebut Nama-namanya

Ia mempertanyakan apa pertimbangan dan indikatornya Kemendagri membuat target tingkat partisipasi pemilih pada pilkada serentak di 270 daerah, pada 9 Desember 2020, sebesar 77,5 persen.

Jerry melihat, bulan Desember 2020 masih dalam situasi pandemi COVID-19, di mana banyak orang bekerja dari rumah.

Menurut dia, kasus positif COVID-19 masih terus muncul. "Hingga saat ini akumulasi kasus positif COVID-19 sudah mencapai 474.000 kasus, serta kasus positif meninggal dunia sudah sebanyak 15.393 kasus," jelas dia.

tps
Ilustrasi TPS. (Foto: Antara).

Jerry memperkirakan, tingkat partisipasi pemilih pada pilkada serentak tahun 2020 akan berbeda dengan tingkat partisipasi pemilih pada pilkada serentak tahun 2018 dan pemilu presiden tahun 2019.

"Saya melihat, animo masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya pada oilkada serentak tahun 2020, akan menurun," ucap dia.

Jerry juga membandingkan dengan tingkat partisipasi pemilih pada pilkada serentak tahun 2018. Menurut dia, saat itu pemerintah membuat target tingkat partisipasi pemilih 75 persen, tapi realisasinya 73,24 persen. Sedangkan, pada pilkada serentak tahun 2017, realisasinya 74 persen.

"Itu artinya, target 75 persen belum tercapai, Kalau saat ini, targetnya dinaikkan menjadi 77,5 persen, maka sangat sulit dicapai," katanya.

Baca Juga:

Pemilih Pemula Rentan Disuap Calon Kepala Daerah

Menurut Jerry, sebagaimana dikutip Antara, target tingkat partisipasi pemilih pada pilkada serentak tahun 2020 yang lebih rasional adalah, sekitar 60-70 persen.

"Masyarakat saat ini, lebih fokus pada masalah ekonomi dari pada politik," tutup dia. (*)

Baca Artikel Asli