Tak Terima Pernyataan Trump, Cak Imin: Wajib Kita Lawan

Jumat, 08 Desember 2017 - Noer Ardiansjah

MerahPutih.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menegaskan, pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel wajib dilawan karena melanggar hukum internasional.

"Tidak ada hal yang bisa membenarkan rencana AS untuk memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem. Pernyataan Donald Trump itu hukumnya wajib kita lawan," kata Caki Imin, panggilan akrab Muhaimin Iskandar, seperti yang dikutip dari Antara di Jakarta, Jumat (8/12).

Menurut Cak Imin, langkah presiden negara adidaya tersebut menunjukkan jati dirinya sebgai pendukung langkah aneksasi atau perampasan kedaulatan negara lain secara kasar terhadap wilayah negara lain.

Ketum PKB itu mengingatkan, penyelesaian masalah Palestina-Israel secara hukum telah dituangkan dalam Perjanjian Oslo tahun 1993, yaitu penyelesaian status Jerusalem secara permanen terletak pada perundingan antara Israel-Palestina sendiri.

"Kami memprotes keras pernyataan dan rencana Trump-AS itu. Sebab, apa yang dilakukan Trump menjadi provokasi yang akan membangkitkan lagi keresahan dan kemarahan di Timur Tengah, yang ternyata tak pernah damai akibat campur tangan tak bertanggung jawab AS," katanya.

Dia juga menuntut pertanggungjawaban Duta Besar AS di Indonesia untuk menjelaskan mengenai permasalahan ini kepada publik.

Sebagamana diwartakan, petugas Polda Metro Jaya meningkatkan patroli keamanan di sekitar Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) untuk Indonesia terkait keputusan kontroversi Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Selain petugas Pengamanan Objek Vital, Argo menyebutkan Polda Metro Jaya menambah personel guna kegiatan patroli di Kedubes AS.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump mendadak mengambil kebijakan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada Rabu (6/12).

Keputusan itu memicu kecaman dari Palestina dan sejumlah negara, bahkan dianggap tidak menghiraukan peringatan kerusuhan yang terjadi di Timur Tengah.

Pemerintah Indonesia juga mengecam keras keputusan pemerintah AS mengakui Yerusalem sebagai ibu kota yang akan memicu guncangan stabilitas keamanan dunia. (*)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan