Tak Terima Pernyataan Trump, Cak Imin: Wajib Kita Lawan

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Jumat, 08 Desember 2017
Tak Terima Pernyataan Trump, Cak Imin: Wajib Kita Lawan

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menegaskan, pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel wajib dilawan karena melanggar hukum internasional.

"Tidak ada hal yang bisa membenarkan rencana AS untuk memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem. Pernyataan Donald Trump itu hukumnya wajib kita lawan," kata Caki Imin, panggilan akrab Muhaimin Iskandar, seperti yang dikutip dari Antara di Jakarta, Jumat (8/12).

Menurut Cak Imin, langkah presiden negara adidaya tersebut menunjukkan jati dirinya sebgai pendukung langkah aneksasi atau perampasan kedaulatan negara lain secara kasar terhadap wilayah negara lain.

Ketum PKB itu mengingatkan, penyelesaian masalah Palestina-Israel secara hukum telah dituangkan dalam Perjanjian Oslo tahun 1993, yaitu penyelesaian status Jerusalem secara permanen terletak pada perundingan antara Israel-Palestina sendiri.

"Kami memprotes keras pernyataan dan rencana Trump-AS itu. Sebab, apa yang dilakukan Trump menjadi provokasi yang akan membangkitkan lagi keresahan dan kemarahan di Timur Tengah, yang ternyata tak pernah damai akibat campur tangan tak bertanggung jawab AS," katanya.

Dia juga menuntut pertanggungjawaban Duta Besar AS di Indonesia untuk menjelaskan mengenai permasalahan ini kepada publik.

Sebagamana diwartakan, petugas Polda Metro Jaya meningkatkan patroli keamanan di sekitar Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) untuk Indonesia terkait keputusan kontroversi Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Selain petugas Pengamanan Objek Vital, Argo menyebutkan Polda Metro Jaya menambah personel guna kegiatan patroli di Kedubes AS.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump mendadak mengambil kebijakan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada Rabu (6/12).

Keputusan itu memicu kecaman dari Palestina dan sejumlah negara, bahkan dianggap tidak menghiraukan peringatan kerusuhan yang terjadi di Timur Tengah.

Pemerintah Indonesia juga mengecam keras keputusan pemerintah AS mengakui Yerusalem sebagai ibu kota yang akan memicu guncangan stabilitas keamanan dunia. (*)

#Muhaimin Iskandar #PKB #Donald Trump #Yerusalem #Palestina #Israel
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Donald Trump menyinggung kemungkinan Iran melancarkan serangan terhadap kota di AS.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Dunia
Australia Selidiki Hubungan Kopilot Flydubai dengan Negaranya, Waspadai Radikalisasi Terjadi di 'Negeri Kanguru'
Pejabat antiterorisme akan memeriksa apakah pria tersebut mengalami radikalisasi saat berada di Australia.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Australia Selidiki Hubungan Kopilot Flydubai dengan Negaranya, Waspadai Radikalisasi Terjadi di 'Negeri Kanguru'
Dunia
Kopilot Flydubai Berkicau, Ungkap Rencana Tabrakkan Pesawat ke Bandara atau Gedung di Tel Aviv
Kopilot yang diketahui merupakan warga negara Oman tersebut dilaporkan merupakan seorang ekstremis ‘lone wolf’ (bertindak sendiri).
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kopilot Flydubai Berkicau, Ungkap Rencana Tabrakkan Pesawat ke Bandara atau Gedung di Tel Aviv
Indonesia
Tok! Negara Larang Konser Israel di Jakarta 24 Oktober: Uang Tiket Wajib Dikembalikan!
Pemerintah resmi melarang konser penyanyi gospel AS Israel Houghton pada 24 Oktober 2026 di Jakarta demi keamanan dan menolak motif politik pro-Israel.
Wisnu Cipto - Senin, 05 Oktober 2026
Tok! Negara Larang Konser Israel di Jakarta 24 Oktober: Uang Tiket Wajib Dikembalikan!
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Dunia
Geger Skenario 'False Flag' Israel, Netanyahu Dituduh Korbankan Flydubai Demi Seret Trump ke Perang!
Iran bongkar dugaan plot rahasia Netanyahu yang rekayasa pembajakan pesawat flydubai FZ1073. Netanyahu dituduh mau fitnah Iran dan seret Donald Trump ke perang!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Geger Skenario 'False Flag' Israel, Netanyahu Dituduh Korbankan Flydubai Demi Seret Trump ke Perang!
Dunia
Pilot Ditikam, Penerbangan Tujuan Israel Dialihkan
Seorang penumpang melihat salah seorang pilot ditusuk pilot lainnya.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Pilot Ditikam, Penerbangan Tujuan Israel Dialihkan
Dunia
Ketegangan Timur Tengah Memanas, PM Qatar Sebut Netanyahu Penjahat Perang
Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani mengatakan serangan terhadap fasilitas sipil di Gaza, termasuk rumah sakit dan sekolah, tidak dapat dibenarkan.
Yusuf Abdillah - Rabu, 30 September 2026
Ketegangan Timur Tengah Memanas, PM Qatar Sebut Netanyahu Penjahat Perang
Tekno
Bantah Donald Trump, Paus Leo Tegaskan Kekhawatiran AI bukan 'Berita Bohong'
Sejumlah raksasa AI, termasuk Anthropic, telah menyerukan perlambatan dalam pengembangan guna memberikan waktu bagi langkah-langkah keselamatan.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
 Bantah Donald Trump, Paus Leo Tegaskan Kekhawatiran AI bukan 'Berita Bohong'
ShowBiz
Florence Pugh Tak Takut Kehilangan Ratusan Ribu Followers karena Dukung Palestina
Florence Pugh mengaku tak takut kehilangan ratusan ribu pengikut di media sosial karena vokal mendukung Palestina dan rutin menyerukan bantuan kemanusiaan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
Florence Pugh Tak Takut Kehilangan Ratusan Ribu Followers karena Dukung Palestina
Bagikan