MerahPutih Peristiwa - Gubernur Sultan Hamengkubawono X DI Yogyakarta saat ini berkuasa tanpa ketetapan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Yogyakarta. Hal ini terkait perubahan gelar yang dilakukan Sultan HB X melalui sabda raja pada Maret 2015.
Dalam undang-undang yang disahkan pada 30 Agustus 2012 tersebut menyatakan bahwa jabatan Gubernur DI Yogyakarta diduduki oleh Sultan Hamengkubuwono. "Di Pasal 1 ayat 4, dengan jelas disebutkan bahwa Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dipimpin oleh ngarso dalem, yang di dalam UU itu ditulis lengkap gelarnya," kata Abdul Hakam Naja, mantan Ketua Panja Komisi II DPR, kepada merahputih.com, melalui sambungan telepon, Minggu (17/7).
Di dalam UU Keistimewaan DI Yogyakarta, pasal 1 ayat 4 menyebutkan bahwa Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, selanjutnya disebut Kasultanan, adalah warisan budaya bangsa yang berlangsung secara turun-temurun dan dipimpin oleh Ngarsa Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Sultan Hamengku Buwono Senapati Ing Ngalaga Ngabdurrakhman Sayidin Panatagama Kalifatullah, selanjutnya disebut Sultan Hamengku Buwono.
Ayat tersebut kemudian dipertegas di Pasal 18 tentang pencalonan Gubernur DI Yogyakarta. Disebutkan bahwa calon adalah orang yang bertakhta sebagai Sultan Hamengku Buwono untuk calon Gubernur dan bertakhta sebagai Adipati Paku Alam untuk calon Wakil Gubernur.
Seperti diketahui, Sultan Hamengkubawono X mengeluarkan sabda raja pada 30 April 2015. Sabda raja mengubah namanya dari Ngarsa Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sunuwun Kanjeng Sultan Hamengku Buwana Senapati in Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panatagama Khalifatullah Ingkang Jumeneng Kaping Sadasa ing Ngayogyakarta Hadiningrat menjadi Ngarsa Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Sri Sultan Hamengku Bawono Ingkang Jumeneng Kasepuluh Suryaning Mataram Senapati Ing Ngalaga Langgeng Ing Bawono Langgeng Langgeng Ing Toto Panata Gama.(Fre)
BACA JUGA:
- Pemakaman Giriloyo, Makam Gaib Sultan Agung dan Keluarga
- Komplek Makam Sri Sultan HB X Hampir Rampung
- Taman Budaya Yogyakarta Kenangan Tangan Sri Sultan HB IX
- Kasultanan Ngayogyakarta Sampaikan Dhawuh Raja
- Keraton Yogyakarta Tutup Pasar Malam Perayaan Sekaten