MerahPutih.com - Gelombang tinggi kembali mengancam pantai selatan Jawa. BMKG Yogyakarta memperingatkan turis dan nelayan agar ekstra hati-hati.
Potensi gelombang hingga 4 meter di Pantai Selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu diprediksi terjadi sepanjang 24–27 Agustus 2026.
Baca juga:
Pengunjung Objek Wisata di Pantai Selatan DIY Dibatasi Maksimal 75 Persen
Angin Timuran Picu Gelombang
Dikutip Senin (24/8), BMKG Yogyakarta menjelaskan dinamika atmosfer dan laut menjadi pemicu utama ancaman gelombang tinggi dan angin kencang di perairan Laut Selatan.
Seperti menguatnya angin timuran dengan kecepatan dapat mencapai 30 knot,
Prakirawan BMKG Yogyakarta, Siti Winasari
Kondisi ini berisiko besar terhadap keselamatan pelayaran, terutama perahu nelayan dan kapal tongkang. Kecepatan angin di atas 15 knot sudah cukup membuat kapal kecil bergoyang hebat.
Imbauan Keselamatan Nelayan dan Wisatawan
Wisatawan atau turis di sepanjang Pantai Selatan DIY pun diingatkan agar tidak berenang atau beraktivitas terlalu dekat dengan bibir pantai demi keamanan.
Baca juga:
BMKG meminta nelayan rutin memeriksa prakiraan cuaca dan tinggi gelombang melalui kanal resmi.
“Kami imbau juga jangan lupa untuk membawa alat keselamatan seperti life jacket,” tandas Siti, dilansir Antara.
Poin Penting Seputar Ancaman Gelombang Tinggi Pantai Selatan DIY
- Gelombang tinggi di pantai selatan Jawa dipicu angin timuran hingga 30 knot
- Gelombang diprediksi mencapai 4 meter pada 24–27 Agustus 2026.
- Nelayan diminta rutin cek prakiraan cuaca dan gelombang harian di kanal digital resmi BMKG.
- Life jacket wajib dibawa saat melaut
- Kapal kecil dan tongkang paling berisiko.
- Wisatawan dilarang berenang dekat bibir pantai.
(*)