Aceh Bagian Barat dan Selatan Berpotensi Duguyur Hujan Disertai Angin Kencang, Waspada Juga Gelombang Tinggi

Frengky AruanFrengky Aruan - Selasa, 03 Februari 2026
Aceh Bagian Barat dan Selatan Berpotensi Duguyur Hujan Disertai Angin Kencang, Waspada Juga Gelombang Tinggi

Ilustrasi hujan. (Foto: Pexels/Pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi terjadinya hujan disertai angin kencang di wilayah Aceh bagian barat dan selatan hingga Rabu (4/2). Gelombang tinggi hingga 2,5 meter di perairan wilayah Aceh bagian barat dan selatan juga harus diwaspadai.

"Kondisi hujan dan angin kencang ini disebabkan adanya wilayah atmosfer bertekanan rendah di perairan Aceh bagian barat," kata Prakirawan Stasiun BMKG Meulaboh-Nagan Raya Aceh, Rijal Sains Fikri dikutip dari Antara.

Kondisi tersebut menyebabkan adanya penumpukan udara, yang menyebabkan adanya penumpukan awan. Dampak dari kondisi cuaca ini juga berpotensi terjadi gelombang tinggi yang berkisar antara 1,5 meter hingga 2,5 meter di perairan wilayah Aceh bagian barat dan selatan.

Baca juga:

Luas Area Karhutla Tertangani di Aceh Barat 41,4 Hektare, Tersisa 16,3

Rijal menjelaskan bahwa hujan juga dipengaruhi oleh konvergensi atau penumpukan massa udara, yang terjadi di wilayah perairan Aceh bagian barat dan selatan.

"Untuk potensi hujan ini kalau dari pantauan kami masih terjadi hingga hari Rabu, 4 Februari 2026," katanya menambahkan.

BMKG mengimbau masyarakat agar yang akan beraktivitas di luar rumah agar dapat mempersiapkan diri, karena apabila terjadi hujan mungkin dengan mempersiapkan jas hujan, payung, dan sebagainya.

"Masyarakat diimbau juga mengikuti perkembangan arahan ari pihak berwenang lain seperti BPBD, BNPB terkait perkembangan cuaca," demikian Rijal Sains Fikri. (*)

#Aceh #Gelombang Tinggi #Angin Kencang
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Frengky Aruan

Jurnalis dan editor senior yang berkarier di media nasional sejak 2011. Mengawali karier sebagai reporter di BolaNews (Kompas Gramedia Group), kemudian menjadi editor di Sport Satu, sebelum bergabung sebagai Editor Senior di MerahPutih.com dan BolaSkor.com. Berpengalaman meliput perkembangan sepak bola nasional sejak era dualisme PSSI, dengan fokus pada jurnalisme investigasi, wawancara mendalam, analisis taktis dan statistik olahraga, penyuntingan berita, serta jurnalisme cek fakta untuk berbagai isu yang menjadi perhatian publik.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Jembatan Enang Enang Diperbaiki Warga Bakal Diperkuat Kementerian PUPR
Jembatan Enang-enang dapat dipakai masyarakat, dengan kendaraan kecil sembari menunggu proses perbaikan dan pembangunan jembatan permanen.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 08 Juli 2026
Jembatan Enang Enang Diperbaiki Warga Bakal Diperkuat Kementerian PUPR
Indonesia
Peringatan Dini BMKG 7-10 Juli 2026: Cuaca Ekstrem Intai Belasan Provinsi, Bersiap Hadapi Hujan Lebat dan Angin Kencang
Pengendara kendaraan bermotor wajib meningkatkan konsentrasi penuh selama perjalanan. Hujan lebat disertai kilat berpotensi besar mengganggu kelancaran lalu lintas jalan raya
Angga Yudha Pratama - Selasa, 07 Juli 2026
Peringatan Dini BMKG 7-10 Juli 2026: Cuaca Ekstrem Intai Belasan Provinsi, Bersiap Hadapi Hujan Lebat dan Angin Kencang
Indonesia
Prakiraan Cuaca Indonesia 7-9 Juli 2026: Daftar Kota-Kota di Indonesia yang Dihantam Angin Kencang
Fenomena ini berpotensi memicu pohon tumbang serta mengganggu aktivitas penerbangan maupun pelayaran
Angga Yudha Pratama - Senin, 06 Juli 2026
Prakiraan Cuaca Indonesia 7-9 Juli 2026: Daftar Kota-Kota di Indonesia yang Dihantam Angin Kencang
Indonesia
Taruna Poltek Malahayati Tewas Korban Ledakan Mesin Kapal ASDP Jadi 3 Orang
Korban terbaru, mahasiswa atas nama Muhammad Zulfikar akhirnya dinyatakan meninggal dunia hari ini setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh selama lebih dari tiga pekan
Wisnu Cipto - Rabu, 01 Juli 2026
Taruna Poltek Malahayati Tewas Korban Ledakan Mesin Kapal ASDP Jadi 3 Orang
Indonesia
Mesin Kapal ASDP Bersandar di Aceh Meledak, 2 Mahasiswa Praktik Poltek Pelayaran Malahayati Gugur
Akibatnya, 15 orang mengalami luka bakar, terdiri dari 14 mahasiswa Poltek Pelayaran Malahayati yang sedang praktik dan seorang anak buah kapal.
Wisnu Cipto - Jumat, 26 Juni 2026
Mesin Kapal ASDP Bersandar di Aceh Meledak, 2 Mahasiswa Praktik Poltek Pelayaran Malahayati Gugur
Olahraga
Waspada Gelombang Tinggi di Perairain Sumatera Utara 20-23 April
Potensi gelombang tinggi mulai 20 sampai 23 April seperti disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Belawan Rizky Ramadhan.
Frengky Aruan - Senin, 20 April 2026
Waspada Gelombang Tinggi di Perairain Sumatera Utara 20-23 April
Berita
BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem, Aceh Tetapkan Status Siaga Bencana Hidrometeorologi hingga 20 April
Berdasarkan prakiraan BMKG, hampir seluruh wilayah Aceh berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang, khususnya pada periode 11 hingga 20 April 2026.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem, Aceh Tetapkan Status Siaga Bencana Hidrometeorologi hingga 20 April
Indonesia
DPR Dorong Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascabencana Aceh, Pemerintah Diminta Segera Bergerak
Komisi V DPR mendorong percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana di Aceh. Langkah tersebut dinilai sangat krusial.
Soffi Amira - Sabtu, 11 April 2026
DPR Dorong Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascabencana Aceh, Pemerintah Diminta Segera Bergerak
Indonesia
Banjir Bandang Kembali Terjang Aceh Tengah, Sebabkan 2 Jembatan Darurat Ambruk
Dua jembatan darurat baru dibangun setelah bencana hidrometeorologi akhir November 2025.
Frengky Aruan - Selasa, 07 April 2026
Banjir Bandang Kembali Terjang Aceh Tengah, Sebabkan 2 Jembatan Darurat Ambruk
Indonesia
Kayu Hanyutan di Aceh hingga Sumbar Dipakai Bangun Huntara Warga
Kayu hanyutan akibat banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar dimanfaatkan untuk hunian sementara hingga sumber PAD. Ini strategi pemerintah pascabencana.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 03 April 2026
Kayu Hanyutan di Aceh hingga Sumbar Dipakai Bangun Huntara Warga
Bagikan