Kayu Hanyutan di Aceh hingga Sumbar Dipakai Bangun Huntara Warga

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 03 April 2026
Kayu Hanyutan di Aceh hingga Sumbar Dipakai Bangun Huntara Warga

Penampakan bangunan hunian sementara dari kayu hanyutan arus banjir dan longsor. (foto: dok tim media Satgas PRR Pascabencana Sumatera)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Material kayu hanyutan yang terbawa arus banjir dan longsor di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kini mulai dimanfaatkan sebagai bahan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak.

Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, menyampaikan bahwa pemerintah telah merancang skema pemanfaatan kayu hanyutan tersebut, tidak hanya untuk kebutuhan hunian, tetapi juga untuk mendukung sektor industri.

“Kemudian juga (bisa) dipakai masyarakat membangun (hunian) sendiri juga silakan,” kata Tito dalam keterangannya, Jumat (3/4).

Baca juga:

Kementerian PU Bangun 20 Blok Huntara di Aceh Tamiang, Sisanya Terus Dipercepat

Berdasarkan data Satgas PRR per 2 April 2026, pemanfaatan kayu hanyutan telah berjalan di sejumlah daerah terdampak.

Di Kabupaten Aceh Utara, sebanyak 2.112,11 meter kubik kayu telah digunakan untuk pembangunan huntara. Sementara di Kabupaten Aceh Tamiang, terdapat 572,4 meter kubik kayu yang masih menunggu kebijakan pemerintah daerah terkait peruntukannya.

Di Sumatera Utara, tepatnya di Kabupaten Tapanuli Selatan, tercatat 329,24 meter kubik kayu dimanfaatkan untuk pembangunan huntara, fasilitas sosial, dan fasilitas umum. Adapun di Kabupaten Tapanuli Tengah, sebanyak 93,39 meter kubik kayu telah digunakan untuk mendukung pemulihan rumah warga.

Sementara itu, di Kota Padang, Sumatera Barat, sebanyak 1.996,58 meter kubik kayu hanyutan telah diserahkan kepada pemerintah daerah untuk dimanfaatkan dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi.

Baca juga:

Kemenhut Bentuk Tim Percepatan Pembersihan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatra

Tito menjelaskan, pemanfaatan kayu hanyutan ini telah memiliki dasar hukum melalui Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 191/2026. Aturan tersebut memungkinkan kayu hasil bencana digunakan sebagai material dalam penanganan darurat hingga tahap rekonstruksi.

Tak hanya untuk hunian, pemerintah juga mendorong agar kayu dengan ukuran kecil atau yang kurang bernilai ekonomis tetap dimanfaatkan secara optimal oleh daerah.

Kayu tersebut, kata Tito, bisa diolah menjadi bahan baku batu bata atau dimanfaatkan sebagai bahan bakar pembangkit listrik, sehingga berpotensi menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Mekanismenya (melalui) kerja sama dan pendapatannya menjadi PAD (Pendapatan Asli Daerah),” ujarnya.

Baca juga:

Kondisi Terkini Warga Terdampak Banjir Sumatera, Tumpukan Kayu Masih Ganggu Akses Jalan

Pemerintah memastikan percepatan pemanfaatan kayu hanyutan akan terus dilakukan hingga seluruh tumpukan material di lokasi bencana dapat ditangani.

Saat ini, progres penanganan menunjukkan hasil signifikan. Di Aceh, sekitar 70 persen kayu hanyutan telah ditangani, sementara 30 persen sisanya masih berada di wilayah pedalaman.

Adapun di Sumatera Barat, penanganan telah mencapai 99 persen. Sementara di Sumatera Utara, khususnya di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan, progres telah mencapai sekitar 90 persen.

“Kayu (hanyutan) di Aceh sekitar 70 persen sudah ditangani, ada 30 persen belum ditangani, terutama yang di pedalaman. Kemudian di Sumbar 99 persen tertangani, dan di Sumut sudah 90 persen di Tapanuli Tengah dan Tapanulis Selatan,” kata Tito. (Asp)

#Bencana Alam #Banjir Sumatra #Tito Karnavian #Aceh #Sumatera Barat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
110 Ribu Warga Masih Mengungsi akibat Gempa NTT, Ancaman Penyakit Mulai Mengintai
Sebanyak 110 ribu pengungsi gempa di NTT kini terancam terkena penyakit. Air bersih dan sanitasi pun terbatas.
Soffi Amira - Selasa, 25 Agustus 2026
110 Ribu Warga Masih Mengungsi akibat Gempa NTT, Ancaman Penyakit Mulai Mengintai
Indonesia
Langkah Pengiriman Logistik ke Daerah Bencana NTT dan Karhutla, Pemerintah Pastikan Warga Terdampak Tidak Berjalan Sendiri
Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengumumkan hingga Minggu (23/8) total jumlah korban jiwa akibat gempa bumi yang menimpa Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 91 jiwa.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 24 Agustus 2026
Langkah Pengiriman Logistik ke Daerah Bencana NTT dan Karhutla, Pemerintah Pastikan Warga Terdampak Tidak Berjalan Sendiri
Indonesia
Korban Gempa NTT Kini Bertambah Jadi 83 Orang, 110.785 Warga Mengungsi
Korban gempa NTT kini masih terus bertambah. Kini, ada 83 orang meninggal dunia dan 110.875 jiwa mengungsi.
Soffi Amira - Sabtu, 22 Agustus 2026
Korban Gempa NTT Kini Bertambah Jadi 83 Orang, 110.785 Warga Mengungsi
Indonesia
JHL Foundation Jadi yang Pertama Tiba, Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa di Sikka NTT
JHL Foundation menjadi yang pertama menyalurkan bantuan untuk warga Desa Bhera, Sikka, NTT.
Soffi Amira - Jumat, 21 Agustus 2026
JHL Foundation Jadi yang Pertama Tiba, Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa di Sikka NTT
Indonesia
BAZNAS Proyeksikan Kerugian Akibat Gempa Bumi di NTT Rp 2,2 Triliun
Angka itu berasal dari kajian Damage and Loss Assessment (DALA) Direktorat Riset, Kajian, dan Pengembangan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) berdasarkan data hingga 18 Agustus 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 21 Agustus 2026
BAZNAS Proyeksikan Kerugian Akibat Gempa Bumi di NTT Rp 2,2 Triliun
Indonesia
Pemprov DKI Jakarta Kirim Bantuan Rp 5,8 Miliar untuk Korban Gempa NTT
Pemprov DKI Jakarta menyalurkan bantuan Rp 5,8 miliar untuk korban gempa NTT. Distribusi bantuan segera dilakukan.
Soffi Amira - Kamis, 20 Agustus 2026
Pemprov DKI Jakarta Kirim Bantuan Rp 5,8 Miliar untuk Korban Gempa NTT
Indonesia
Polisi Pakai CN 295 dan Helikopter Bell 429 Sebar Bantuan Bagi Korban Gempa NTT
Selain pengiriman logistik menggunakan pesawat CN 295, Polri juga terus menjangkau wilayah terdampak melalui jalur udara menggunakan Helikopter Bell 429 registrasi P-3202.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 20 Agustus 2026
Polisi Pakai CN 295 dan Helikopter Bell 429 Sebar Bantuan Bagi Korban Gempa NTT
Indonesia
Indonesia Masih Sanggup, Kemenlu Tegaskan Belum Perlu Bantuan Asing untuk Gempa NTT
Kemenlu RI menegaskan penanganan gempa NTT masih bisa dilakukan dengan kapasitas nasional, belum butuh bantuan dari asing.
Wisnu Cipto - Kamis, 20 Agustus 2026
Indonesia Masih Sanggup, Kemenlu Tegaskan Belum Perlu Bantuan Asing untuk Gempa NTT
Indonesia
InJourney Group Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Kirim 4,6 Ton Beras hingga Air Minum
InJourney Group bergerak membantu korban gempa NTT. Sebanyak 4,6 ton beras hingga ribuan liter air telah disalurkan.
Soffi Amira - Rabu, 19 Agustus 2026
InJourney Group Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Kirim 4,6 Ton Beras hingga Air Minum
Indonesia
Presiden Prabowo Instruksikan Pengiriman 253 Ton Logistik ke Lokasi Gempa Flores, NTT
Logistik yang dikirim terdiri atas makanan, minuman, tenda, perlengkapan kesehatan, serta berbagai kebutuhan lain bagi warga terdampak.
Dwi Astarini - Rabu, 19 Agustus 2026
Presiden Prabowo Instruksikan Pengiriman 253 Ton Logistik ke Lokasi Gempa Flores, NTT
Bagikan