Stigma Jadi Penghalang Orang untuk Datang ke Psikolog

Jumat, 21 Januari 2022 - Andreas Pranatalta

PSIKOLOG punya pengaruh penting ketika seseorang sedang mengalami kesehatan mental atau masalah lainnya. Sayangnya, stigma di masyarakat masih memengaruhi sebagian besar orang untuk pergi ke psikolog.

Hal tersebut disampaikan oleh CEO HatiPlong Farah Djalal. Menurutnya, selama pandemi ini sebenarnya semakin banyak orang yang membutuhkan tenaga ahli untuk kesehatan mental.

"Mereka tahu mereka membutuhkan, mereka punya masalah kesehatan mental. Tapi yang mereka lakukan kemudian adalah mengatasi dengan cara mereka sendiri. Tapi mereka pun sadar itu belum menyelesaikan keseluruhan masalahnya. Tapi karena stigma masih kuat, banyak yang belum mengambil tindakan untuk ke psikolog," ujarnya mengutip laman ANTARA, Rabu (19/1).

Stigma negatif yang masih ada di masyarakat, menurut Farah, adalah pergi ke psikolog jika memiliki masalah yang besar. Padahal, Farah menegaskan sebaiknya seseorang bisa pergi ke psikolog meskipun tidak memiliki masalah yang besar.

Baca juga:

Sering Keliru! Ketahui Perbedaan Antara Psikolog, Psikiater, dan Pekerja Sosial

Stigma Negatif Jadi Penghalang Orang untuk Datang ke Psikolog
Psikolog punya pengaruh penting dalam kesehatan mental seseorang. (Foto: Pexels/Karolina Grabowska)

"Jangan datang ke psikolog ketika masalah sudah besar. Itu salah satu stigmanya bahwa orang kalau ke psikolog meskipun tidak memiliki masalah yang besar," kata Farah.

"Sebenarnya itu salah. Sama seperti kalau luka fisik. Ada luka nih, ah obatin dulu sebentar. Tapi lama-lama luka itu jadi luka bernanah, tambah luas, baru datang ke dokter dan sudah telat," lanjutnya.

Farah mengatakan bahwa waktu yang tepat untuk datang ke psikolog adalah saat seseorang meraskan hal yang mengganjal dalam dirinya. Sebaiknya, pergi ke psikolog pun juga dilakukan sebelum masalah dapat mengganggu keseharian orang tersebut.

Baca juga:

Saat Tepat Meminta Bantuan Psikolog

Stigma Negatif Jadi Penghalang Orang untuk Datang ke Psikolog
Olahraga bisa membantu menghilangkan stres. (Foto: Unsplash/bruce mars)

"Jadi, sebenarnya begitu kamu merasa bahwa ada sesuatu yang menggganjal yang bikin hidup enggak plong, apalagi jangan tunggu mengganggu keseharian kita. Datang saja ke psikolog. Enggak perlu bawa masalah besar. Ceritain saja. Curhat saja layaknya curhat ke teman," kata Farah.

Farah juga memberikan sedikit tips untuk meringankan kesehatan mental seperti stres, depresi, atau rasa cemas.

"Sebenarnya kalau menurut banyak penelitian, kesehatan mental seperti stres, depresi, dan anxiety salah satu cara meringkannya adalah rajin berolahraga. Misalnya seperti depresi, orang yang depresi itu biasanya mereka enggak mau bergerak. Jadi psikolog pun memberikan konseling, terapi yang dilakukan juga exercise, mulai dari berjalan, bergerak, bahkan berlari," tutupnya. (and)

Baca juga:

Belanja Bisa Munculkan Rasa Bahagia? Ini Kata Psikolog

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan