MERAHPUTIH.COM - FARIDAH Utami, 50, salah seorang korban kecelakaan kecelakaan kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line lintas Cikarang, dimakamkan di Kabupaten Boyolali, Rabu (29/4). Almarhumah bekerja sebagai staf di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dan dimakamkan di kampung halaman tepatnya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Astonoloyo Beji di Dukuh Beji, RT 01/RW 01, Desa Kopen, Kecamatan Teras, Boyolali.
Faridah meninggalkan seorang suami, ibu, dan dua orang anak. Kakak Korban, Farid Rojab, mengatakan, sebelum insiden terjadi, almarhumah sempat pulang ke kampung halamannya di Boyolali tanpa memberi kabar terlebih dahulu kepada keluarga.
“Jadi tiba-tiba Faridah pulang kampung lagi setelah Lebaran. Itu membuat kaget orangtuanya belum lama ini,” kata Farid, Rabu (29/4).
Ia mengatakan Faridah bekerja sebagai staf Instalasi Gawat Darurat (IGD) di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Farid bercerita, setelah bersilaturahmi dengan keluarga, Faridah kembali ke Jakarta karena harus masuk kerja. Pada Hari Raya Idul Fitri, Faridah juga mudik ke kampung halaman.
Baca juga:
Korban Tewas Kecelakaan Maut Stasiun Bekasi Timur Bertambah, Kini Jadi 16 Orang
Farid bercerita ketika melihat berita mengenai kecelakaan itu, pihak keluarga merasakan firasat tidak menyenangkan sekitar pukul 20.35 WIB. “Kami berusaha menghubungi adik saya sebanyak 10 kali, tapi tak kunjung mendapat respons,” katanya.
Menurutnya, ponsel adiknya itu berdering, tetapi tidak diangkat. Ia kemudian meminta anak almarhumah untuk mencari informasi ke RS Polri Kramat Jati, yang saat itu menjadi salah satu lokasi penanganan korban kecelakaan.
“Kepastian kabar duka datang pada Selasa dini hari sekitar pukul 02.30 WIB. Kami hanya bisa pasrah ditinggalkan sosok pekerja keras dan baik,” tutupnya.(Ismail/Jawa Tengah)
Baca juga:
Kisah Adelia Rifani Berakhir di Rel Bekasi, Lulusan Geofisika Unbraw Baru 4 Bulan Kerja