Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Sri Mulyani Yakin Ekonomi Bisa Tumbuh 8,3 Persen di Kuartal II 2021

Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 25 Mei 2021

MerahPutih.com - Kementerian Keuangan memprediksi ekonomi kuartal II-2021 tumbuh sekitar 7,1 persen sampai 8,3 persen. Kondisi ini didukung pemulihan ekonomi yang semakin terlihat baik dari sisi produksi serta permintaan.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati merinci, pertumbuhan konsumsi rumah tangga akan pulih mencapai 6 persen hingga 6,8 persen pada triwulan II 2021 karena dilatarbelakangi adanya momentum hari raya dan keberlanjutan pelaksanaan program PEN.

Baca Juga:

Dorong Pertumbuhan Ekonomi 2022, Indonesia Butuh Investasi Rp5.891 Triliun

Untuk konsumsi pemerintah akan diperkirakan tumbuh tinggi mencapai 8,1 persen sampai 9,7 persen seiring pelaksanaan PEN dan aktivitas pelayanan publik yang lebih normal dibanding periode sama tahun lalu.

Sementara untuk pertumbuhan investasi, akan mencapai 9,4 persen sampai 11,1 persen didukung arah ekspansi dunia usaha serta kelanjutan proyek infrastruktur pemerintah.

Ekspor tumbuh tinggi didukung pemulihan ekonomi global dan peningkatan permintaan komoditas utama sehingga diperkirakan mencapai 14,9 persen sampai 19,7 persen.

Sedangkan impor diyakini diprediksikan akan tumbuh sekitar 13 persen sampai 19,7 persen, yang mengindikasikan pemulihan permintaan domestik serta menunjang kebutuhan produksi dan investasi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Antara)
Caption

"Pemulihan ekonomi pada kuartal III dan IV 2021 akan semakin terasa sehingga mampu mencapai target pertumbuhan dari pemerintah yakni 4,5 persen sampai 5,3 persen pada tahun ini," ujarnya.

Semetara itu, defisit APBN hingga April 2021 telah mencapai Rp138,1 triliun atau 13,7 persen dari target defisit tahun ini yang sebesar Rp1.006,4 triliunatau 0,83 persen dari produk domestik bruto (PDB) dari yang telah ditetapkan untuk tahun ini sebesar 5,7 persen terhadap PDB.

“Defisit APBN hingga April sedikit alami perbaikan Rp138,1 triliun juga relatif lebih kecil (dibandingkan Maret) dan ini akan coba dijaga tanpa mengganggu tren pemulihan ekonomi,” katanya dikutip Antara. (*)

Baca Juga:

Jokowi Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen di 2021

Baca Artikel Asli