MerahPutih.com - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta menilai, bahwa wacana pelibatan TNI ke Gaza, Palestina, harus menciptakan perdamaian.
Ia menyebutkan agar kontribusi Indonesia melalui TNI harus benar-benar memperkuat perdamaian, bukan menambah kompleksitas konflik.
"Jadi bukan soal paling pantas, tetapi soal kesiapan, legitimasi internasional, dan kebermanfaatan nyata bagi rakyat Palestina," sebut Sukamta kepada wartawan di Jakarta dikutip Jumat (13/2).
Selain itu, Sukamta juga mengatakan, bahwa pengiriman pasukan harus memiliki landasan hukum yang jelas, kemudian mandat internasional yang terlegitimasi.
Baca juga:
Rencana Kirim 8 Ribu Pasukan Perdamaian ke Gaza Belum Pasti, Kemhan Tunggu Arahan Prabowo
Idealnya, legitimasi itu dalam koordinasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Selain itu, dia mengatakan mandat dari BoP juga harus jelas sebagai misi perdamaian atau perlindungan sipil.
"Jangan sampai Indonesia justru ditempatkan dalam posisi eskalatif secara geopolitik,'' tutur politikus PKS ini.
Ia mengatakan, Indonesia memiliki reputasi baik dalam misi perdamaian dunia.
"Prioritas utama saat ini tetap pada penghentian kekerasan, pembukaan akses bantuan kemanusiaan, dan perlindungan warga sipil,'' tutup Sukamta.
Baca juga:
Soroti Pengiriman Pasukan Perdamaian ke Gaza, DPR Ingatkan Risiko Keamanan Prajurit
Sekadar informasi, pemerintah Indonesia akan berperan aktif dalam menjaga perdamaian di Gaza, Palestina setelah resmi menjadi anggota BoP.
Sebanyak 8 ribu anggota TNI telah disiapkan dan akan dikirim ke Gaza jika sewaktu waktu dibutuhkan.
Sebelumnya, pemerintah Indonesia resmi menyatakan bergabung ke dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Kamis (22/1).
Langkah tersebut bertujuan agar Indonesia dapat berpartisipasi dalam memastikan perdamaian di Gaza, Palestina.
Kondisi ini membuat Indonesia bersiap mengirimkan prajurit TNI untuk tutut andil dalam International Stabilization Force (ISF). (knu)