Soal Wacana Kirim TNI ke Gaza, DPR Tekankan Mandat Internasional yang Jelas

Soffi AmiraSoffi Amira - Jumat, 13 Februari 2026
Soal Wacana Kirim TNI ke Gaza, DPR Tekankan Mandat Internasional yang Jelas

Wakil Ketua Komisi I DPR, Sukamta. Foto: Dok. DPR RI

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta menilai, bahwa wacana pelibatan TNI ke Gaza, Palestina, harus menciptakan perdamaian.

Ia menyebutkan agar kontribusi Indonesia melalui TNI harus benar-benar memperkuat perdamaian, bukan menambah kompleksitas konflik.

"Jadi bukan soal paling pantas, tetapi soal kesiapan, legitimasi internasional, dan kebermanfaatan nyata bagi rakyat Palestina," sebut Sukamta kepada wartawan di Jakarta dikutip Jumat (13/2).

Selain itu, Sukamta juga mengatakan, bahwa pengiriman pasukan harus memiliki landasan hukum yang jelas, kemudian mandat internasional yang terlegitimasi.

Baca juga:

Rencana Kirim 8 Ribu Pasukan Perdamaian ke Gaza Belum Pasti, Kemhan Tunggu Arahan Prabowo

Idealnya, legitimasi itu dalam koordinasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Selain itu, dia mengatakan mandat dari BoP juga harus jelas sebagai misi perdamaian atau perlindungan sipil.

"Jangan sampai Indonesia justru ditempatkan dalam posisi eskalatif secara geopolitik,'' tutur politikus PKS ini.

Ia mengatakan, Indonesia memiliki reputasi baik dalam misi perdamaian dunia.

"Prioritas utama saat ini tetap pada penghentian kekerasan, pembukaan akses bantuan kemanusiaan, dan perlindungan warga sipil,'' tutup Sukamta.

Baca juga:

Soroti Pengiriman Pasukan Perdamaian ke Gaza, DPR Ingatkan Risiko Keamanan Prajurit

Sekadar informasi, pemerintah Indonesia akan berperan aktif dalam menjaga perdamaian di Gaza, Palestina setelah resmi menjadi anggota BoP.

Sebanyak 8 ribu anggota TNI telah disiapkan dan akan dikirim ke Gaza jika sewaktu waktu dibutuhkan.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia resmi menyatakan bergabung ke dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Kamis (22/1).

Langkah tersebut bertujuan agar Indonesia dapat berpartisipasi dalam memastikan perdamaian di Gaza, Palestina.

Kondisi ini membuat Indonesia bersiap mengirimkan prajurit TNI untuk tutut andil dalam International Stabilization Force (ISF). (knu)

#Gaza #TNI #Komisi I DPR #Pasukan Perdamaian
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
TNI AL Dapat 105 Kendaraan Tempur Amfibi AAV-M35 Dalam 3 Tahun
Amerika Serikat selaku produsen baru memenuhi pengadaan gelombang pertama yakni sebanyak 35 unit kendaraan tempur.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
TNI AL Dapat 105 Kendaraan Tempur Amfibi AAV-M35 Dalam 3 Tahun
Olahraga
Bantai Israel 3-0 Cuma Bonus, 4 Aksi Timnas Irlandia Bela Palestina Permalukan Zionis di UEFA Nations League
Tak sekadar menang telak 3-0 di UEFA Nations League, skuad Republik Irlandia tunjukkan 4 aksi solidaritas berani bela Gaza untuk permalukan Israel!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Bantai Israel 3-0 Cuma Bonus, 4 Aksi Timnas Irlandia Bela Palestina Permalukan Zionis di UEFA Nations League
Indonesia
HUT ke-81 TNI Digelar di Cilangkap, Keterlibatan Masyarakat Terbatas
Puncak peringatan HUT ke-81 TNI akan lebih difokuskan pada kegiatan internal di Mabes TNI. Keterlibatan masyarakat tetap ada, tetapi dilakukan secara terbatas.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
HUT ke-81 TNI Digelar di Cilangkap, Keterlibatan Masyarakat Terbatas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
KRI Sriwijaya-100 Punya Panjang 180 Meter, Bisa Angkut hingga 18 Helikopter
KRI Sriwijaya-100 memiliki panjang 180,2 meter dan mampu membawa hingga 18 helikopter kelas menengah maupun berat serta drone.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
KRI Sriwijaya-100 Punya Panjang 180 Meter, Bisa Angkut hingga 18 Helikopter
Indonesia
Kapal Induk Eks Italia Resmi Jadi KRI Sriwijaya-100, Panglima TNI Kukuhkan Komandannya
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto meresmikan kapal induk eks Italia ITS Giuseppe Garibaldi menjadi KRI Sriwijaya-100.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
Kapal Induk Eks Italia Resmi Jadi KRI Sriwijaya-100, Panglima TNI Kukuhkan Komandannya
Indonesia
Pesawat A400 M Bermanuver di Langit Jakarta Dalam Misi Pegase 2026
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Rafale dan A400M milik Angkatan Udara Prancis dan TNI Angkatan Udara akan melakukan latihan bersama untuk pertama kalinya.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Pesawat A400 M Bermanuver di Langit Jakarta Dalam Misi Pegase 2026
Indonesia
Prancis sebut Indonesia ‘Pusat Gravitasi’ Penting di Kawasan Indo Pasifik
Misi Pegase 2026 merupakan rangkaian penerbangan jelajah dunia yang membentang dari Arktik, Asia-Pasifik, hingga Timur Tengah.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Prancis sebut Indonesia ‘Pusat Gravitasi’ Penting di Kawasan Indo Pasifik
Indonesia
Puncak HUT ke-81 TNI di Monas Batal, Parade Perdana Kapal Induk KRI Sriwijaya Ikut Ditunda
Pesta meriah dan parade alutsista HUT ke-81 TNI di Monas resmi dibatalkan demi fokus penanganan bencana alam di Indonesia.
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Puncak HUT ke-81 TNI di Monas Batal, Parade Perdana Kapal Induk KRI Sriwijaya Ikut Ditunda
Indonesia
Tentara Prancis Mendarat di Jakarta, Bawa Rafale dan A400M untuk Misi Pégase 2026 hingga Misi Keamanan Kawasan
Latihan ini menjadi bagian dari penguatan kerja sama pertahanan kedua negara di kawasan Indo-Pasifik.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Tentara Prancis Mendarat di Jakarta, Bawa Rafale dan A400M untuk Misi Pégase 2026 hingga Misi Keamanan Kawasan
Bagikan