MerahPutih.com - Invasi Rusia ke Ukraina telah berdampak luas di dalam dunia olahraga, seperti misalnya final Liga Champions yang harus dipindahkan ke Prancis pada tahun lalu serta pembatalan Grand Prix Formula 1 di Rusia.
Komite Olimpiade Internasional juga mengharuskan para atlet Rusia dan Belarus berkompetisi di kancah internasional menggunakan bendera netral.
Baca Juga:
NOC Indonesia Ingatkan 11 Tiket Panahan Olimpiade Diperebutkan di Asian Games Hangzhou
Kali ini, Singapura akan menjadi tuan rumah kejuaraan akuatik dunia 2025, menggantikan kota Kazan di Rusia.
Singapura akan menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang menjadi arena kejuaraan akuatik dunia yang melombakan renang, loncat indah, renang perairan terbuka, renang indah dan polo air.
Namun, Federasi Renang Internasional belum melansir tanggal penyelenggaraan kejuaraan dunia 2025 tersebut.
"World Aquatics sangat senang bahwa penyelenggaraan ajang utama kami pada 2025 berada di tangan yang tepat, terima kasih atas tim yang ada di Singapura," kata presiden World Aquatics Husain Al-Mussalam.
Ia menegaskan, Singapura memiliki semua yang diharapkan untuk berbagi fasilitas dan atlet.
"Fasilitas kelas dunia, pengalaman yang terbukti dalam menyelenggarakan acara dengan kualitas terbaik, dan pendekatan komprehensif untuk olahraga air yang dimulai dari tingkat elit hingga masyarakat," katanya.
Dengan dipilihnya Singapura, maka Asia menjadi tuan rumah tiga kejuaraan akuatik dunia secara beruntun, mulai dari Fukuoka, Jepang pada tahun ini dan diikuti Doha, Qatar pada tahun depan.
World Aquatics, yang dulu bernama FINA, membatalkan kejuaraan renang junior dunia dari Kazan pada tahun lalu dan menyatakan pihaknya tidak akan menggelar kejuaraan di Rusia apabila krisis invasi Moskow ke Ukraina terus berlanjut. (*)
Baca Juga:
NOC Apresiasi Peran Jurnalis dalam Meningkatkan Citra Olahraga Indonesia